Episode 7. Surat Kecil Untuk Tuhan

“ Ya Allah…aku ingin jadi pemain drumband, tapi aku sakit. Sembuhkanlah aku ya Allah.”
Hatiku begitu tersentuh saat membacanya dan tanpa terasa air mata mengalir dipipiku. Kutemukan coretan kecil puterik ini saat aku merapikan meja belajarnya (sayang aku tidak mendokumentasikannya). Saat itu puteri berusia 9 tahun dan masih duduk di kelas 4 SD ( Sekolah Dasar ).
Yah! Puteriku memang sakit, dia dinyatakan mengidap penyakit asma sejak usia 2 tahun. Kondisinya sangat lemah dan postur tubuhnya sangat ringkih. Saat terjadi serangan asma, aku benar-benar tidak kuat melihatnya. Dia benar-benar menderita dengan penyakitnya itu.
Namun puteriku bukanlah anak cengeng, dia tidak pernah mengeluh akan penyakitnya. Bahkan dia punya keinginan yang kuat untuk sembuh, semua jenis obat dia minum baik itu obat-obatan dari dokter maupun obat-obat tradisional/herbal.
Puteriku sangat pendiam, dia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan aktivitas di dalam rumah. Dia lebih suka mencoret-coret buku dan menonton TV. Untuk itu aku membelikan buku-buku permainan, seperti buku mewarnai dan buku yang ada gambar beserta nama-nama gambar tersebut dan angka yang menyebutkan jumlah gambar yang ada dan juga aneka macam fazel.
Ini adalah cara efektif mengajari anak belajar, sebab sambil bermain mereka juga belajar mengenali gambar, angka dan huruf. Sehingga otak mereka mulai terasah sedini mungkin dan juga melatih ketekunan mereka. Dan itu terbukti pada puteriku, dia sangat tekun belajar, saat buku permainan sudah habis dia minta dibelikan lagi. Dan juga dia menyuruh saya membuat angka-angka dan huruf-huruf dalam bentuk titik-titik lalu dia menyambungnya.
Alhasil saat dia masuk sekolah Taman Kanak-Kanak (TK), puteriku sudah mengenal angka-angka dan huruf-huruf dan juga sudah bisa menulisnya satu persatu. Dan dia juga sudah mahir dalam permainan bongkar pasang (fazel). Bahkan dia membantu temannya yang belum mampu bermain fazel.
Dengan membelikan permainan yang bermanfaat, selain mengajari dia belajar juga untuk melupakan penyakit yang dideritanya hingga puteriku bisa melewati hari-hari dengan ceria.
Kembali kepada keinginan puteriku yang ingin bermain drumband, itu bermula saat dia naik ke kelas IV SD. Saat itu sekolahnya baru membeli peralatan drumband, sumbangan dari para wali muridnya. Jadi semua murid yang berminat diseleksi untuk menjadi pemain drumband. Mungkin puteriku sadar akan sakitnya sebab salah satu pemicu serangan asma karena kelelahan, oleh sebab itu puteriku tidak bisa mengikuti kegiatan yang terlalu berat. Jadi puteriku hanya menonton temannya yang bermain drumband.
Namun dalam diamnya ternyata dia menyimpan keinginan bermain drumband tapi dia tidak mampu mengutarakannya. Dia hanya berdialog dengan Allah melalui tulisan tangannya yang murni keluar dari hatinya. Saat aku menemukan surat itu, malam harinya sambil memeluknya aku menanyakan hal itu.
“ Adik ingin bermain drumband ?” tanyaku
Dia hanya menganggukan kepala.
“Nanti ya…jika besar nanti adik bisa bermain drumband.” Kataku berusaha menghiburnya.
Puteriku hanya diam membisu.
Saat duduk di bangku SMP, puteriku mulai mengikuti kegiatan sekolah, dia memilih Ektra Kurikuler di bidang PASKIBRA. Awalnya aku khawatir dengan kegiatannya itu tapi aku tidak bisa melarangnya, aku hanya menasehati agar jangan terlalu capek.
Dan yang lebih mengkhawatirkan lagi saat dia melanjutkan SMA, puteriku memutuskan masuk SMA unggulan yang ada di luar kota dan mengharuskan semua muridnya tinggal di Asrama Sekolah. Pikiranku berkecamuk karena aku memikirkan akan kesehatannya dan mulai dari kecil kami tidak pernah berpisah. Selama ini dia sangat bergantung padaku.
Akhirnya aku menyetujuinya karena keseriusan puteriku dan aku juga berpikiran kapan lagi puteriku belajar hidup mandiri kalau tidak dimulai dari sekarang. Walau dengan berat hati aku melepasnya karena aku hanya mempunyai sepasang anak. Puteraku juga jauh dariku , dia kuliah di kota yang lain. Tapi demi menuntut ilmu untuk meraih masa depan yang lebih baik, aku harus mengikhlaskan mereka jauh dariku.
Inilah rahasia Allah yang tidak kita ketahui, rupanya keputusan puteriku itu adalah jembatan menuju keinginannya di masa kecil dulu. Di sekolahnya itu ternyata ada kegiatan drumbandnya. Awal masuk puteriku memilih ekstra kurikuler yang sama saat dia SMP dulu yaitu PASKIBRA. Kemudian diharuskan juga mengikuti kegiatan drumband sekolahnya.
Alhamdulillah…puteriku bukan saja menjadi pemain drumband tapi dia ditunjuk sebagai mayoretnya. Rupanya Allah mendengar jerit hati putriku saat kecil dan Dia mengabulkan keinginan puteriku yang lama terpendam. Dan juga berkat kesabaran dan keinginan yang kuat untuk sembuh, kini puteriku juga sudah sehat.
Dengan semangat dan tekad yang kuat insyaAllah kita akan meraih apa yang kita inginkan. Dan selalu bersyukur dengan apa yang Allah berikan.

Rate this article!
author

Author: 

Leave a Reply