Episode 6. Keluar Negeri Karena Prestasi

Holiday ke Luar Negeri !!!
Boro-boro punya planing, memikirkannya pun tidak.
Ke luar negeri hanyalah impian orang-orang kaya yang mempunyai penghasilan lebih, para artis/selebritis dan kalangan jetset yang pergaulannya “top class”. Mereka berlomba-lomba untuk menunjukkan/menaikkan citra diri mereka sebagai kalangan atas.
Tapi sebagai umat muslim kita diwajibkan menunaikan Rukun Islam yang ke Lima, yaitu melaksanakan ibadah Haji, itupun bagi yang mampu baik fisik maupun finansialnya. Untuk ini kita boleh mengimpikannya sambil berusaha dan berdoa agar Allah memberikan tiket antrian menujuh RumahNya yang suci.
Terlepas dari itu, kita hanya berusaha dan berdoa namun semua keputusan ada di tangan Allah. Bila Allah berkata “Kun Fayakun” (“jadilah” maka jadilah ia), dan Dia memberikannya lewat bermacam jalan.
SubhanAllah
Alhamdulillah
Laa ilaha illAllah
Allahu Akabar
Hanya itu yang mampu kuucapkan saat puteraku mengatakan dia mendapat BONUS jalan-jalan ke luar negeri.
Ini bermula dari keaktifannya mengikuti berbagai kegiatan Ektra Kurikuler di sekolahnya. Salah satunya adalah sebagai anggota PASKRIBRA di sekolahnya dan juga ditunjuk sebagai pengurus di bidang ini. Pada tahun 2012 dia dikirim mewakili sekolahnya untuk mengikuti tes sebagai anggota PASKRIBRA. Alhamdulillah…puteraku dinyatakan lulus sebagai Anggota PASKRIBRA Propinsi.
Saat masa karantina bertepatan dengan bulan puasa, jadi puteraku dan teman-temannya menjalani latihan fisik sambil berpuasa. Tapi itu tidak mengurangi semangat mereka untuk menghasilkan yang terbaik. Selama masa karantina mereka tidak diperbolehkan berhubungan dengan dunia luar sekalipun itu keluarganya.
Setelah beberapa hari digodok baik fisik maupun mentalnya, akhirnya mereka diberi kesempatan untuk menelpon dan boleh dikunjungi oleh keluarganya.
“Mama…besok kesini ya !” kata puteraku lewat telpon.
“Mama boleh datang melihat kamu ?”kataku dengan nada gembira
“Iya ma.”jawab puteraku
Keesokan harinya aku datang menemuinya dengan membawakan berbagai makanan ringan. Begitu bertemu kupeluk dan kucium puteraku karena aku sangat rindu kepadanya. Dan kami mengobrol di tempat yang telah disediakan oleh pihak panitia. Lalu puteraku bercerita selama ia menjalani masa karantina.
“Ma, mas disini ditunjuk sebagai Pak Lurah.”
“Pak Lurah !!! maksudnya bagaimana mas”kataku
“Sebagai pemimpin anggota putera.”jawabnya
Sedangkan untuk anggota puterinya dipimpin oleh “Bu Lurah”. Jadi Pak Lurah dan Bu Lurah bertugas mengkoordinir seluruh anggota pasukan.
Seluruh anggota dipersiapkan untuk melaksanakan tugas sebagai Pengibar Bendera di pagi hari dan Penurunan Bendera di sore hari, jadi seluruh anggota di seleksi untuk kedua pasukan itu.
“Mama…doakan mas jadi petugas Pengibar Bendera Ya” kata puteraku.
saat diberi kesempatan lagi menelpon orangtua dan waktunya dibatasi.
“Iya sayang.”jawabku
Dan akhirnya puteraku didaulat sebagai Penggerek Bendera pada Pengibaran Bendera Sang Merah Putih di Istana Gubernur di kotaku.
Harinya H pun tiba, tepatnya tanggal 17 Agustus 2012, para orang tua diundang untuk ikut hadir dalam acara tersebut. Sebelum acara inti dimulai, diumumkan terlebih dahulu para petugas yang bertugas.
“Muhammad Aldino Bama Anugrah, anak dari Bapak Bagus Suprihandono dan ibu Maya susanti”panitia mengumumkan.
Airmataku langsung meleleh dipipiku, perasaan haru, bahagia dan bangga berbaur menjadi satu di dalam hatiku. Ya Allah…terima kasih atas segala nikmatmu ini, hanya itu yang mampu kuucapkan dalam hati.
Sebagai rasa terima kasih dari pihak pemerintah, seluruh anggota PASKIBRA mendapat bonus jalan-jalan ke luar negeri, yaitu Thailand dan Malaysia. Disamping itu mereka juga diundang ke Istana Negara di Jakarta dan diundang juga ke acara “Empat Mata” Tukul Arwana.
Inilah Kuasa Allah yang harus kita yakini, jangan pernah berhenti berdoa dan berharap akan Nikmat dan Karunia-Nya. Selalu berpikiran positif dan menyakini bahwa “ Dibalik sebuah kejadian pasti akan ada hikmahnya”. Sabar dan ikhlas akan ketentuan-Nya.

author

Author: 

Leave a Reply