Episode 3. Berhijab

Bismillahirrahmaanirrahim.
“ Katakanlah (wahai Nabi Muhammad) kepada wanita-wanita mukminah, hendaklah mereka menahan pandangan mereka , dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan hiasan (pakaian atau bagian tubuh) mereka kecuali yang (biasa) nampak darinya dan hendaklah mereka menutupkan kerudung mereka ke dada mereka.”
(QS. An-Nur[24]:31)
“ Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka (keseluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Hal ini menjadikan mereka lebih mudah dikenal (sebagai para wanita muslimah yang terhormat dan merdeka) sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Ahzab ayat 59)

Dua ayat diatas adalah seruan kepada kaum wanita muslimah untuk menutup aurat mereka dengan mengenakan jilbab, pakaian longgar yang menutupi baju mereka, keseluruh tubuh mereka. Aurat adalah suatu anggota badan yang tidak boleh ditampakkan dan diperlihatkan oleh lelaki atau perempuan kepada orang lain.
Menutup aurat hukumnya wajib bagi kaum muslimah dan merupakan perintah langsung dari Allah yang disampaikan melalui Wahyu-Nya kepada Nabi Muhammad SAW. Jadi setelah aqil baligh atau setelah mendapat menstruasi yang pertama anak-anak perempuan diharuskan menutup aurat atau mengenakan jilbab.
Alhamdulillah…sekarang para remaja dan ibu-ibu muda beramai-ramai memakai hijab dan boleh dikatakan lagi trendy. Para desainer juga berlomba-lomba menciptakan baju-baju muslimah dan jilbab. Bahkan para artis tidak mau ketinggalan ikut berhijrah mengenakan hijab.
Seperti yang dijelaskan di episode pertama bahwa aku mendapat hidayah merubah penampilanku dengan menggunakan jilbab, setelah kelahiran puteriku. Pada saat itu masih langka wanita yang mengenakan jilbab bahkan dianggap kuno sebab jilbab itu identik dengan Pondok Pesantren.
Niatku saat itu selain ingin menjadi wanita yang lebih baik lagi juga ingin memberikan contoh yang baik kepada puteriku. Ternyata niatku itu diijabahi Allah, puteri mulai tertarik ingin memakai jilbab. Saat itu puteriku baru berumur 9 tahun, menyampaikan keinginannya mengenakan hijab.
“ Ma, adik mau pakai jilbab kayak mama.” Kata puteriku
“ Nanti saja, nunggu adik tamat SD.” jawabku
Aku menganggap itu hanya keinginan yang sepintas karena dia masih kecil.
Ketika dia mulai ikut TPA, aku membelikannya busana muslim anak yang satu set sama jilbabnya. Putriku begitu senang memakainya hingga pulang TPA dia tetap memakainya sambil bermain. Sedari kecil putriku memang tidak suka memakai pakaian yang pendek dan tanpa lengan.
Keinginan putriku untuk mengenakan jilbab tidak dapat dibendung lagi, saat duduk di kelas VI SD lagi-lagi dia mengutarakan niatnya memakai jilbab dan sekarang itu juga.
“ Adik malu bila berjalan sama mama dan tante.” Kata putriku.
Aku terkejut dengan perkataannya itu dan menanyakan alasannya.
“ Memang kenapa dik ? tanyaku
“ Mama dan tante pakai jilbab sedangkan adik tidak.”jawab putriku.
Aku sangat terharu dengan jawaban putriku, tidak menyangka anak seumur dia sudah bisa berpikir tentang itu. Memang 2 orang adik perempuanku sudah lebih dulu memakai jilbab sebab yang satu tamatan sekolah agama (MAN) dan satunya lagi keluaran Pondok Pesantren.
Setiap bulan suci Ramadhan setiap sekolah selalu mengadakan “Pesantren Kilat”, begitu juga dengan SD tempat putriku bersekolah. Kegiatan itu diadakan selama 1 minggu, setelah itu sekolah diliburkan dan masuk lagi sehabis lebaran. Setelah mengikuti Pesantren kilat ini putriku tidak mau melepas jilbabnya lagi.
Kenapa kita harus melarang perbuatan yang mengarah pada kebaikan, malah seharusnya kita mendukungnya.
“ Apa adik sudah mantap untuk mengenakan jilbab.” Tanyaku.
“ Iya ma, adik mau pakai jilbab terus.”jawab putriku
Aku ingin memastikan kesungguhan putriku sebab aku tidak mau beberapa saat nanti dia akan melepasnya.
Dengan keputusaannya itu, aku harus mengganti seragam sekolahnya dengan yang panjang, padahal aku baru saja membelikan seragam baru. Saat kembali masuk sekolah semua teman-temannya heran dengan penampilan baru putriku.
Alhamdulillah…putriku sudah mendapat hidayah untuk mengenakan jilbab. Dan yang lebih membahagiakan lagi itu karena kemauan dari dirinya sendiri bukan karena disuruh ataupun paksaan.
“ Mari berhijrah menuju kebaikan.”

Rate this article!
Episode 3. Berhijab,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Leave a Reply