episode 20. Sebuah Kepercayaan

Kepercayaan adalah hal yang termahal dan sangat langka untuk didapatkan. Perlu waktu dan perjuangan yang panjang untuk mendapatkannya. Sekali diberi kepercayaan, jagalah jangan sampai kepercayaan itu hilang sia-sia. Kepercayaan akan hilang dalam sekejap bila kita dapat menjaganya. Dan sekali saja kepercayaan itu ternodai, akan sangat sulit untuk menghilangkan noda tersebut bahkan yang lebih buruk lagi kita tidak akan mendapatkan kepercayaan itu untuk selamanya.
Modal utama untuk medapatkan kepercayaan adalah dari pribadi kita sendiri. Bila pribadi kita baik akan sangat mudah untuk mendapatkan kepercayaan. Kepercayaan berawal dari cara komunikasi kita yang baik dengan orang-orang disekililing kita. Setelah melihat bagaimana cara bicara kita, bagaimana sikap kita, bagaimana pribadi kita dan kemampuan kita, tentu tidak akan sulit untuk mendapatkan sebuah kepercayaan dari seseorang.
Sama halnya saat kita belajar untuk mempercayai seseorang, tentu kita akan sangat berhati-hati untuk memberikan kepercayaan tersebut. Dan akan lebih sulit lagi memberikan kepercayaan tersebut bila kita merasa pernah dikhianati.
Dan saat kita diberi kepercayaan, laksanakanlah kepercayaan itu dengan sebaik-baiknya. Bertanggung jawablah dalam melaksanakan kepercayaan tersebut. insyaAllah semua akan berjalan dengan baik dan akan menghasilkan sesuatu yang baik juga.
Akupun pernah mendapatkan sedikit kepercayaan yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Saat itu itu puteriku duduk di kelas VI Sekolah Dasar (semester akhir), tentu banyak yang harus dipersiapkan. Sehingga sering diadakan rapat para wali murid dan guru-guru guna membahas apa-apa yang harus dipersiapkan orangtua dalam membantu anaknya. Mulai dari menghadapi Ujian nasional, kelulusan dan persiapan untuk melanjutkan ke tingkat Sekolah Menengah Pertama.
Suatu hari setelah Ujian nasional selesai, para wali murid dikumpulkan untuk membahas persiapan masuk Sekolah Menengah Pertama. Setelah Kepala Sekolah menjelaskan tentang apa-apa yang harus dipersiapkan dan ke Sekolah mana anak-anak didiknya disalurkan sesuai dengan Rayon yang telah ditetapkan. Disamping itu para wali murid disarankan untuk mencari sekolah cadangan persiapan seandainya anak mereka tidak diterima di sekolah tersebut.
Kebetulan aku sudah mendaftarkan puteriku ke Sekolah yang bermutu yaitu SMP Negeri Unggulan yang bertaraf Internasinol (sekarang sudah dihapuskan). Tentu tidaklah mudah untuk memasuki sekolah tersebut karena begitu banyak yang berminat, sehingga persaingan sangat berat. Selain harus mempunyai hasil Nilai Ebtanas Murni (NEM) yang tinggi juga harus mengikuti berbagai tes.
Saat sesi tanya jawab antara para wali murid dan Kepala sekolah, tidak banyak yang bertanya karena anak mereka menurut prosedur dari sekolah. Akulah yang paling banyak bertanya karena puteri diluar dari prosedur, jadi banyak yang harus aku persiapkan dan harus mengurus beberapa surat dari sekolah asal. Tentu aku juga memikirkan bagaimana seandainya puteriku tidak diterima di sekolah yang dituju. Akupun bertanya beberapa hal yang berkaitan dengan itu, antara lain apakah puteriku masih bisa mengikuti tes di sekolah yang telah ditunjuk apabila puteri gagal tes di sekolah yang aku pilih.
“Anak ibu masih bisa mengikuti tes karena tesnya tidak bersamaan.”jawab Kepala sekolah
Memang aku juga menyampaikan kepada Kepala Sekolah bahwa Sekolah Yang kami tuju lebih awal mengadakan tesnya dari sekolah-sekolah lainnya. Aku merasa tenang dengan jawaban Kepala Sekolah tersebut.
Setelah sesi tanya jawab selesai, acarapun dilanjutkan dengan pembahasan tentang “ Acara Perpisahan “ sebab ini sudah menjadi sebuah tradisi di setiap sekolah. Hal pertama yang dilakukan adalah pemilihan “Ketua” untuk mengkoordinir acara tersebut. Kebetulan saat itu hadir seorang “Rektor” dari sebuah Universitas yang ternama, dimana anaknya juga bersekolah di sekolah tersebut dan satu kelas dengan puteri saya.
Atas permintaan Kepala Sekolah dan disetujui oleh para wali murid, maka ditunjuklah Bapak Rektor tersebut untuk menjadi Ketua dalam Acara Perpisahan Sekolah tersebut. Lalu Beliau menanggapi permintaan tersebut, Beliau mengatakan sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan tapi Beliau bukannya tidak mau ataupun tidak menyukai melainkan kegiatan Beliau sangat padat di Universitas yang di pimpinnya.
Dengan itu Beliau memberi saran agar dipilih saja salah satu dari wali murid yang hadir. Lalu Beliau menanyakan siapa yang kira-kira mau dan sanggup untuk menjadi Ketua Panitia tersebut. Kami para wali murid hanya diam dan tidak ada yang bersedia. Tiba-tiba beliau berkata dan membuat aku sangat kaget.
“ Baiklah…karena tidak ada yang bersedia, saya akan menunjuk Ibu Maya Sebagai Ketua.”kata Beliau
Dengan setengah kaget, aku mencoba menolak secara halus dan mengatakan mungkin ada yang lebih pantas dari aku. Lalu Beliau menyerahkan ke forum rapat setuju apa tidak dengan hal ini dan ternyata forum menyetujuinya. Jadi dengan terpaksa dan berpikiran kenapa aku harus menolak sebuah Kepercayaan yang diberikan, akupun menyetujui keputusan tersebut.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan InsyaAllah saya bisa menjalankan amanah ini” jawabku
“Ibu tidak perlu takut, sebab saya akan membantu ibu dari belakang.” Kata Beliau
Kekhawatiran aku akhirnya sedikit berkurang dengan perkataan Beliau tersebut.
Alhamdulillah…berkat dukungan dan kerjasama yang antara Bapak Rektor, Kepala Sekolah, Para Guru, Para Wali Murid dan Seluruh Panitia, Acara Perpisahan tersebut berjalan dengan lancar dan sukses.
Hal ini juga aku terapkan kepada putera dan puteriku, jika kita diberikan sebuah Kepercayaan dalam hal apapun jangan takut untuk mencobanya. Disamping itu harus bertanggung jawab dalam menjalankannya dan memberikan hasil yang terbaik.
saat puteriku melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA), begitu banyak kepercayaan yang diberikan kepadanya. Awalnya puteriku mengeluhkan tentang hal itu kepadaku.
“Mama, adik kadang merasa malas disuruh jadi ini dan itu.”kata puteriku
“Adik, kamu harusnya bangga karena sudah mendapat kepercayaan.”kataku menyemangati.
“Jangan takut dan laksanakan amanah itu sebaik mungkin.”kataku lagi
“Kadang ada teman yang iri Mama.”kata puteriku lagi
“Tidak usah kamu pikirkan, anggap saja itu sebagai pemicu untuk maju”jawabku
“Yang penting adik tetap bersikap baik pada siapapun dan rendah hati.”kataku lagi
Puteriku menerima semua yang aku katakan dan menerapkannya dalam kegiatan di sekolah. Kini puteriku mempunyai seabrek kegiatan, antara lain :
1. Gadis SMAnya (sebagai duta bermacam kegiatan baik di dalam maupun di luar sekolah)
2. Bu Lurah (mengkoordinir seluruh sswi di sekolahnya)
3. Sie. PASKIBRA (Di dalam kegiatan OSIS di sekolahnya)
4. Mayoret ( di dalam DRUMBAND sekolahnya)

Karena sibuk dengan kegiatannya itu, puteriku jadi jarang pulang ke rumah dan untuk melepaskan rindu kami hanya saling bicara lewat telpon.
“ Jagalah sebuah kepercayaan “

Rate this article!
author

Author: