Episode 2. Ramadhan Penuh Berkah

Ramadhan tiba …Ramadhan tiba…Ramadhan tiba
Marhaban ya Ramadhan…Marhaban ya Ramadhan…Marhaban ya Ramadhan…Marhaban ya Ramadhan
Ramadhan tiba semua bahagia
Tua dan muda bersuka cita
Bulan ampunan bulan yang berkah
Bulan terbebas api neraka
( Sebait lagu Opick : Ramadhan tiba)

Ramadhan adalah “ Penghulu bulan “.
“ Ramadhan adalah (bulan) diturunkannya Al-Qur’an,sebagai panduan untuk umat islam, juga tanda yang jelas untuk bimbingan dan penilaian ( antara benar dan salah ). Selanjutnya jika salah seorang dari kamu mencapai bulan itu, maka ia harus berpuasa.” ( Al-Baqarah : 185 )
Ramadhan adalah bulan ke 9 dalam kalender islam. Dan merupakan bulan yang penting dan suci karena ayat pertama Al-Qur’an diturunkan pada bulan ini. Ramadhan adalah salah satu nama Allah, jadi bulan ini disebut sebagai “ Shahr-I Ramadhan ( bulan Ramadhan )
Selama bulan suci Ramadhan kita diwajibkan puasa 1 bulan penuh. Diharuskan makan sahur walau hanya dengan seteguk air, juga disunahkan berbuka puasa dengan yang manis-manis dan shalat Taraweh.
Dalam keluarga kecilku, bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kebersamaan. Selalu melakukan semua hal secara bersama-sama dan penuh dengan kegembiraan. Mulai dari mencari menu untuk berbuka dan sahur, membantu memasak, sholat maghrib berjama’ah dan pergi ke masjid bersama untuk sholat taraweh.
Dalam hal menu mereka ingin yang istimewa sehingga buku-buku resep masakanku diobrak-abrik oleh mereka. Setelah bertemu langsung menyuruhku untuk mencoba memasaknya dan bila tidak ada bahannya di rumah, suami dan anak-anak pergi kepasar untuk membelinya.
Dalam bulan Ramadhan ini adalah ajang untuk membekali anak dengan ilmu agama. Sedari kecil kami sudah mengajarkan shalat 5 waktu dan membaca Al-Qur’an, di bulan Ramadhan ini kami mengajari mereka untuk berpuasa dan sholat Taraweh.
Jadi setiap bulan ramadhan putra putriku selalu berlomba-lomba dalam membaca Al-Qur’an.
“ Adik sudah juz berapa ?’ Tanya putraku
“ Mas sudah juz berapa ? Tanya putriku
Begitulah setiap hari yang selalu kudengar dari mulut mereka, aku sangat bersyukur atas karunia ini.
Ada satu kejadian yang membuat diriku merasa bersalah. Satu hari aku sibuk di dapur mempersiapkan menu untuk berbuka puasa, kulihat jam sudah menunjukkan jam 5 sore. Puteraku sedang menonton TV dan aku tidak melihat putriku, lalu aku menanyakan kepada puteraku.
“ Mas, adik kemana ? tanyaku
“ Tidak tahu ma.” Jawab puteraku
“ Inikan sudah sore, kenapa belum pulang dan belum sholat Ashar lagi.”omelku
Saat hendak ke kamar tidur, aku tertegun di pintu kamar. Subhanallah…ternyata puteriku sedang sholat. Aku tunggu hingga puteriku selesai sholat, lalu kuhampiri dan kupeluk serta kucium sambil berkata,
“ Maafkan mama ya.”
“ Iya, maafkan adik juga.”jawab puteriku
Memang kami selalu mengajarkan kepada anak-anak untuk bersalaman, berpelukan dan diiringi kata maaf setiap selesai sholat, walaupun sholatnya tidak berjama’ah.
Dengan mengajarkan ilmu agama dan memberi contoh perbuatan-perbuatan yang baik kepada anak-anak, insya’allah dengan sendirinya akan melekat dalam ingatan mereka. Berusaha dan berdoa adalah kunci kesuksesan dunia dan akhirat.

Rate this article!
author

Author: 

Leave a Reply