episode 19. Ojek Pribadi

Untuk mempermudah sarana transportsi, seperti mengatasi masalah kemacetan dan bisa mencapai tujuan dengan tepat waktu, sepeda motor adalah pilihan yang tepat. Dengan menggunakan sepeda motor saat ada kemacetan kita bisa menyalip di antara mobil-mobil dan juga bisa mengambil jalan alternatif yang tidak bisa dilalui mobil agar terbebas dari kemacetan. Memang resikonya kita harus kepanasan, kena debu dan kehujanan.
Bagi orang yang tidak bisa mengendarai atau tidak punya sepeda motor, sekarang sudah banyak jasa-jasa yang menawarkan transportasi ini. Baik secara pribadi maupun di bawah naungan sebuah perusahaan seperti gojek,grab dan masih banyak yang lainnya.
Tapi kalau dilihat dari segi ekonomi, lebih baik kita mempunyai motor sendiri. Selain mengirit pengeluaran kita juga setiap saat bisa menggunakannya tanpa harus menunggu dulu. Sebab untuk menggunakan jasa ojek, kita harus memesan dulu (harus ada pulsa telpon) lewat kantornya, dari kantornya baru mereka menugaskankan petugasnya. Tentu memerlukan waktu yang agak lama untuk sampai ke tempat kita.
Bagi yang tidak bisa atau tidak punya keberanian mengendarai sepeda motor, memang ojek adalah pilihan yang tepat jika kita pergi sendirian. Tapi kita harus menyesuaikan pakaian yang kita pakai, gunakanlah pakaian yang sederhana dan tidak memakai perhiasan yang berlebihan. Sebab dengan memakai pakaian seperti gaun panjang kemungkinan besar baju tersebut akan terlilit jeriji ban motor, ini akan menyebabkan kecelakaan. Begitu juga jika memakai perhiasan yang berlebihan ini akan mengundang mata jahat hingga terjadilah penjambretan.
Dan juga harus disesuaikan dengan kondisi, lebih baik kita menggunakan jasa ojek ini hanya untuk di dalam kota dan disiang hari saja. Ini untuk menjaga keselamatan diri kita dari sebuah kejahatan.
Selama ini akupun menggunakan sepeda motor untuk antar jemput anak sekolah dan kebutuhan lainnya. Dulu aku juga tidak bisa mengendarai sepeda motor bahkan juga tidak bisa menggunakan sepeda onthel tapi dengan kemauan dan usaha yang keras akhirnya aku bisa.
Pertama aku belajar sepeda onthel dulu, setelah mahir baru aku belajar sepeda motor. Saat itu aku masih tinggal di sebuah desa, jadi mempermudah untuk belajarnya. Lalu aku memberanikan diri mengendarai sepeda motor ke desa lain yang dekat, terus agak jauh lagi ke kecamatan. Dan pernah aku dan teman nekat pergi ke kota dengan sepeda motor, padahal jarak tempuhnya sekitar 2-3 jam dan jalannya ramai penuh dengan kendaraan lain dan truk yang besar-besar. Ini nyali benar-benar diuji.
Saat memutuskan untuk pindah ke kota berdua dengan puteriku karena puteraku saat itu tinggal di asrama sekolahnya dan satu bulan sekali baru pulang. Mau tidak mau aku harus berani menggunakan sepeda motor di kota besar yang penuh dengan kendaraan dan terkadang sering terjadi kemacetan. Tapi ini harus aku jalani untuk mengantar dan menjemput putriku sekolah.
Selama lebih kurang enam tahun aku melalui banyak suka duka bersama putriku. Demi menjaga putriku aku ikhlas melakukan semua itu walaupun bermacam cobaan kuhadapi. Prinsipku biarlah aku yang pontang panting ke sana kemari yang penting puteri aman dan senang.
Setiap hari setiap jam 5.30 aku sudah keluar rumah untuk mengantar putriku ke Sekolah karena jarak yang cukup jauh dan sering terjadi kemacetan. Yang menyedihkan saat pagi hari hujan deras, terpaksa harus menunggu hujan berhenti dulu dan mengakibat puteriku telat masuk sekolah. Terkadang pihak sekolah tidak mau memahami itu dan akhirnya puteriku harus menerima hukuman karena keterlambatannya.
Kadang juga mengalami ban motor pecah sedangkan pagi hari tempat tampal ban belum buka, terpaksa aku dan puteriku mendorong motor mencari tempat tampal ban dan sekalian mencari ojek untuk mengantar puteriku. Itupun aku was-was melepas puteriku dan aku berpesan bila sudah sampai kesekolah harus memberitahu aku.
Kalau masalah kepanasan dan kena debu itu sudah hal yang biasa, ini menyebabkan tangan dan mukaku jadi hitam akibat terkena terik matahari. Bahkan aku dan puteriku beberapa kali mengalami kecelakaan. Tapi itu tidak menciutkan nyaliku berkendaraan demi tugas sebagai seorang ibu yang harus siaga (siap antar jaga).
Kadang aku harus mencari alamat yang aku tidak tahu saat puteriku pamit kerumah temannya sepulang sekolah untuk mengerjakan sebuah tugas sekolah. Hanya dengan panduan puteriku lewat telpon akhirnya aku bisa menemukan alamat rumah temannya. Terkadang ada yang rumahnya jauh masuk kepelosok dan jauh dari keramaian. Untuk itu aku hanya berdoa memohon agar aku dan puteriku dilindungi dan selamat sampai di rumah.
Atau saat mereka ada acara seperti ulang tahun temannya yang kadang dirayakan di rumah ataupun di mall. Akupun harus mengantarnya dan setelah selesai akupun harus menjemputnya. Karena itu terkadang puteriku disebut sebagai “Anak Mama” oleh teman-temannya. Aku juga kenal dan dekat dengan teman-temannya dan juga suka bergurau dengan mereka. Jika aku menjemput putriku pulang sekolah pasti akan terjadi keramaian.
“Tante maya.” Jerit teman-temannya
Aku hanya tersenyum melihat tingkah laku teman-temannya itu. dan saat kami akan pulang teman-temannya selalu berkata
“Hati-hati Tante.”kata mereka
“Iya sayang.”jawabku
Sebagai orangtua kita harus mengenal teman-teman dari putera-puteri kita, bagaimana pergaulan mereka dan kemana mereka pergi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“ Jadilah orangtua yang siaga untuk anak-anaknya”

Rate this article!
episode 19. Ojek Pribadi,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: