Episode 18. “ROBALUR”

Sejak kecil aku sudah terbiasa memasak, itu dikarenakan aku adalah puteri tertua di keluargaku. Jadi aku harus membantu ibuku dalam mengurus rumah tangga karena aku mempunyai banyak saudara. Saat masih duduk di bangku SD aku sudah diajarkan untuk memasak dan juga membuat kue kering setiap Hari Lebaran. Kue wajibku setiap kali lebaran adalah : Kue Nastar, Kue Putri Salju dan Kue Skipy.
Setelah berkeluarga dan punya anak, aku semakin suka memasak. Kumanjakan keluarga kecilku dengan masakan-masakan kesukaan mereka. Mereka menyantap habis semua yang aku masak di siang hari, terpaksa sore harinya aku harus masak lagi untuk makan malamnya. Apalagi jika saya memasak “Kepiting bumbu kari”, mereka bisa beberapa kali makan dalam sehari.
Setiap sore aku selalu membuat makanan kecil/snack dan kue bolu. Kue bolu satu Loyang bisa habis dalam sehari semalam oleh mereka. Dan yang paling menyenangkan saat membuat “Risoles”, disini sangat terjalin kebersamaan aku dan anak-anakku. Puteraku yang mendadar kulitnya, puteriku yang memasukan isi dan menggulungnya dan aku bagian menggorengnya. Kami melakukan itu sambil bersenda gurau.
Kesukaanku memasak ini menurun sedikit pada puteraku dan menjadikannya sebuah usaha kecil di asrama tempatnya kuliah. Menu makanan yang dia jual terinspirasi dari makanan yang kubuat saat mereka kecil dulu.
Setiap kali liburan dan pulang kerumah, puteraku selalu memanjakanku. Dia suka membuatkan sarapan pagi, mencuci piring dan belanja ke pasar. Di suatu pagi dia akan membuat sarapan pagi, kebetulan ayahku sedang menginap di rumah kami. Puteraku menawarkan sarapan kepada kakeknya.
“ Pakde, mau minum dan makan apa?”Tanya puteraku
(Pakde adalah panggilan kakek dari cucu-cucunya)
“Buatkan Pakde kopi dan makanannya terserah.”jawab ayahku
Lalu puteraku membuatkan kakeknya kopi dan pizza/omelet mie, ayahku sangat menyukainya dan menanyakan cara membuatnya. Kebetulan ayahku juga suka memasak.
Setelah membuat sarapan, puteraku pamit pergi keluar entah mau beli apa dia. Begitu pulang dia membawa sebuah kantong yang penuh dengan belanjaan dan dia belanja dengan uangnya sendiri (uang saku dari beasiswa yang dia terima). Aku lihat belanjaannya ada : telur, roti tawar, blue band, sambel dan saos tomat, mayones dan sebungkus greentea.
Saat puteraku di dapur, aku mendekatinya dengan maksud ingin membantunya tapi tidak dibolehkan oleh dia.
“Sudah, mama duduk aja biar Mas yang masak.”kata puteraku
Akupun keluar dari dapur dan mendekati ayahku lalu kami mengobrol. Tak lama setelah itu puteraku membawa dua buah piring yang berisi makanan.
“Apa ini Mas?”tanyaku dengan nada heran
“Robalur namanya.”jawab puteraku
“Apa itu Robalur?”tanyaku sedikit penasaran
Lalu puteraku menjelaskan kalau itu menu makanan saat dia dan teman-temannya membuka café kecil-kecilan. Robalur itu singkatan dari “ Roti Balut Telur”, yaitu Roti tawar yang dicelupkan ke kocokan telur dan digoreng di Teflon dengan menggunakan blue band. Di atasnya diberi saos tomat ,saos sambel dan mayones.
Saat melihatnya terasa aneh, sebab biasanya roti tawar di makan dengan aneka ragam selai, cokelat, susu dan keju. Tapi setelah aku mencicipinya ternyata enak dan makannya harus selagi panas. Dan juga dia membuat minuman green tea instant. Putraku menjelaskan kalau Robalur dan green tea ini mereka jual dalam satu paket.
Itulah puteraku, dia selalu ingin menyenangkan dan membahagiakan aku. Dan yang lebih membuatku haru adalah saat dia mau kembali ke kota tepatnya kuliah. Sebelum berangkat terlebih dahulu puteraku belanja keperluan dapur untukku dan dengan uang sakunya sendiri. Aku sangat bersyukur karena putera dan puteriku tidak pernah menyusahkan bahkan selalu ingin membahagiaka aku.
“Anak adalah harta yang tidak ternilai harganya”

Rate this article!
Episode 18. “ROBALUR”,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Leave a Reply