Episode 16. Sebuah Lelucon

Menciptakan sebuah lelucon dapat menyegarkan suasana, menurunkan ketegangan/setres dan juga dapat mengakrabkan keluarga. Lelucon dapat berupa perkataan atau perbuatan yang membuat orang tertawa dan membuat suasana jadi bahagia.
Kita dapat menciptakan sebuah lelucon dari kehidupan kita sehari-hari dan kita kemas menjadi sesuatu yang menarik dan menghibur. Dan yang penting jangan menyinggung atau menyakiti perasaan orang lain
Akupun membuat sebuah lelucon untuk menggoda adik-adikku, dengan memanfaatkan ayahku dan puteriku. Ayahku sudah tua umurnya 76 tahun tapi masih kelihatan segar dan sehat. Ibuku meninggal setahun yang lalu, maka ayahku kadang merasa kesepian dan sering teringat pada ibuku. Jadi aku memanfaatkan moment ini dan ayahkupun menyetujuinya.
Ini bermula saat aku pergi ke Jakarta untuk melihat dan membantu adik perempuanku yang baru melahirkan anak keduanya. Karena aku adalah anak perempuan tertua jadi aku harus berperan sebagai ibu untuk adik-adikku.
Setelah satu bulan lebih di Jakarta, kemudian ayahku menyusul karena ingin melihat cucu-cucunya. Ayahku berangkat sendiri dengan menggunakan jasa penerbangan dan aku menjemputnya di Bandara
Saat aku di Jakarta puteriku menelpon dan memberitahu kalau dia akan mengikuti lomba drumband. Puteriku dan anggota drumband lainnya mengikuti dua kali lomba namun di tempat yang berbeda. Sebagai seorang ibu, aku ingin sekali melihat melihat putriku bermain drumband (keinginan masa kecilnya dulu), tapi karena posisiku jauh darinya dan tidak memungkin untukku pulang segera jadi aku hanya bisa mendengar ceritanya saja.
Aku meminta puteriku mengirimkan foto-foto saat dia mengikuti lomba drumband itu. sebagai seorang mayoret tentu dia harus tampil beda dari yang lainnya sebab mayoret itu iconnya sebuah pasukan drumband. Puteriku pun dirias dan disulap bak peragawati. Saat aku melihat fotonya, akupun mengomentari dengan mengirim sms kepada puteriku.
“Adik…alisnya tebal betul !”kataku
“Iya ma, biar cetaaaarrr.”jawab puteriku
Aku hanya tersenyum sendiri dengan jawaban puteriku.
Dari salah satu foto, ada satu foto yang membuat aku, ayahku dan adikku tercengang. Foto itu seakan-akan bukan puteriku, dengan memakai kacamata hitam dan fose bak foto model (hehehe…memuji sendiri). Kata ayahku, kalau bertemu di jalan pasti tidak mengenalinya.
Ayahku meminta untuk menyimpan di handphonenya foto puteriku dan foto puteraku. Lalu muncul dibenakku sebuah ide untuk memasang foto puteriku sebagai gambar depan di Handphone ayahku untuk menggoda adik-adikku yang lain. Aku sampaikan ide itu kepada ayahku dan adik perempuanku dan mereka menyetujuinya. Kamipun tertawa membayangkan apa yang akan terjadi nanti.
Aku memutuskan untuk pulang karena kondisi adikku sudah baik dan bayinya juga sehat. Selain itu aku juga sudah rindu ingin bertemu dengan puteriku. Aku pulang sendiri sebab ayahku ingin berada di sana satu minggu lagi. Sedangkan aku sudah punya rencana bersama putriku.
Saat ayahku pulang, aku menelpon adik perempuanku yang bungsu untuk menjemputnya di Bandara..Adikku datang bersama suaminya, lalu suaminya pergi untuk menjemput ayah kami. Aku meminta adikku menginap di rumah agar bisa kumpul bersama ayah. Setelah ayahku sampai di rumah, tak lama kemudian ada adik iparku lainnya datang dan kamipun ngobrol bersama. Lalu aku masuk kamar untuk istirahat dan ayahku bersama menantunya melanjutkan mengobrol.
Tiba-tiba terdengar suara ayahku memanggilku, akupun keluar dan menanyakan ada apa.
“Adik kamu menanyakan foto cewek yang ada di hp ayah.”kata ayahku
Kulihat memang adikku sedang memegang Hp ayahku dan melihat-lihat foto yang ada di dalamnya. Aku dengan memasang wajah serius menjelaskannya.
“Oh…itu foto pramugari.”jawabku
Ayah mengambil foto itu saat di Bandara Jakarta kemarin, kataku menjelaskan lagi.
“Kenapa harus di pasang di hp ayah ?”Tanya adikku
“Ya tidak masalah, hanya sebuah foto.”jawabku
Kedua suami adik-adikku hanya diam dan memasang wajah tanda tanya tapi tidak berani berkomentar.
Melihat adikku yang masih penasaran, aku jadi tidak tahan untuk tertawa. Merekapun memasang wajah heran melihat aku tertawa. Lalu aku mengambil handphoneku dan membuka foto-foto yang dikirim oleh puteriku dan kuperlihatkan kepada adikku. Tapi adikku masih tidak percaya kalau itu foto puteriku, setelah lama melihatnya adikkupun tersenyum. Akhirnya kami tertawa bersama.
Keesokan harinya, aku mengantarkan ayahku pulang ke kampung ke rumahnya sendiri. Setelah kepergian ibuku, salah satu adik perempuanku memutuskan pindah ke kampung untuk menjaga dan menemani ayah kami. Setelah sampai kamipun mengobrol bersama dan menceritakan tentang adikku yang di Jakarta serta kelucuan anaknya yang baru lahir.
Ayahku lalu mengeluarkan handphonenya untuk memperlihat foto-foto selama di Jakarta, lalu diberikannya handphone tersebut kepada adikku. Dan rupanya adikku ini juga tertipu saat melihat foto puteriku yang kemarin dipermasalahkan oleh adik bungsuku.
“Ayah, ini foto siapa ?”Tanya adikku
Ayahku hanya diam saja dan membiarkan aku yang menjawab.
“Itu foto pramugari, ayah memotretnya saat di Bandara.”jawabku dengan mimik serius
“Ayah menyukainya.”kataku lagi
Kulihat wajah adikku menampakkan ketidaksukaannya dan sedikit marah. Aku jadi semakin ingin menggodanya.
“Tidak masalahkan kalau ayah suka.”kataku
“Tidak pantas, terlalu muda.”jawab adikku setengah emosi
Adikku ini juga tidak mengenali wajah puteriku ini dan karena tidak tahan dengan kebohonganku ini, Lalu aku menjelaskan kalau itu foto puteriku saat ikut lomba drumband dan dia jadi mayoretnya. Semula adikku tidak percaya tapi setelah lama memperhatikannya, baru adikku mengenalinya. diapun tersenyum dan akhirnya kami tertawa bersama.
Jadi sebuah lelucon ringan dapat membuat sebuah kegembiraan dan menghidupkan keakraban di dalam keluarga.

Rate this article!
author

Author: