Episode 14. Rindu Pertengkaran

Tidak seorangpun yang menginginkan terjadinya sebuah pertengkaran, semua berharap selalu damai agar hidup bisa tenang dan tenteram. Bahkan duniapun mencanang sebuah “Perdamaian”.
Namun tidak sedikit orang-orang yang menjadi biang keributan atau provokator memicu terjadinya keributan yang akan memecah belah sebuah hubungan ataupun sebuah golongan. Begitu keributan terjadi si provokator akan tersenyum bahagia karena usahanya sudah berhasil.
Kadang dalam keluarga perselisihan sering terjadi hanya karena hal-hal yang sepele. Pertengkaran terjadi karena kita tidak bisa mengatur/mengontrol emosi sehingga mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan.
Namun pertengkaran tidak akan terjadi bila diantara kita bisa saling memahami, saling menghargai dan saling menyayangi. Sulit memang tapi berusahalah dan tanamkanlah rasa saling memiliki, saling membutuhkan dan saling memaafkan diantara kita. Ajarkanlah sedini mungkin kepada anak-anak untuk tidak melakukan pertengkaran.
Judul “Rindu Pertengkaran” yang kubuat hanyalah kiasan untuk menggambarkan kerukunan diantara anak-anakku. Hampir tidak pernah terdengar pertengkaran antara putera dan puteriku, mulai kecil hingga mereka remaja seperti sekarang. Sifat asih dan asuh yang kami tanamkan sejak mereka kecil sangat melekat dihati mereka.
Aku selalu menekankan kepada mereka untuk saling menjaga dan saling mengasihi sebab mereka hanya dua bersaudara. Jadi mereka harus selalu rukun, saling berbagi bila ada masalah dan saling membantu bila kesusahan.
Mungkin jarak umur diantara mereka juga berperan dalam hal ini. Kami memprogramkan jarak diantara mereka 5 tahun dengan harapan putera kami sudah bisa mandiri setelah adiknya lahir. Dengan begitu kerepotan saat melahirkan adiknya sedikit berkurang dan juga tidak akan menimbulkan kecemburuan pada diri putera kami.

14.1. Layaknya Teman

Sejak mulai dalam kandungan, kami sudah mengajarkan putera kami untuk menyayangi adiknya. Puteraku berharap adiknya laki-laki agar dia punya teman bermain di rumah. Tapi saat tahu adiknya perempuan rasa sayangnya tidak berkurang.
Setelah adiknya besar mereka selalu main bersama-sama,baik itu di dalam rumah maupun di luar rumah. Nonton tv bersama, main Play Station bersama dan lain-lainnya. Karena puteraku hobinya bermain sepak bola, adiknyapun diajak menendang bola. Kadang di dalam rumah mereka main tendang-tendangan bola karena dapur dan garasi jadi satu hingga luas, membuat mereka leluasa untuk bermain.
Kadang puteraku suka menggoda adiknya tapi adiknya tidak marah paling-paling minta bantuan aku untuk memarahi kakaknya. Tapi aku tidak pernah memarahi mereka, hanya berkata sedikit tapi mengena di hatinya. Paling aku berkata “aduh pusing mama dengarnya”, setelah mendengar itu merekaakan berhenti bermain dan puteraku tidak lagi menggoda adiknya.
Dan yang lebih menggembirakan lagi mereka selalu berlomba dalam hal kebaikan. Bahkan saat kecil mereka suka sholat bersama, puteraku jadi Imamnya dan puteriku mengikuti di belakangnya.

14.2. Layaknya sepasang Kekasih

Setelah mereka menginjak remaja, keakraban mereka semakin nampak. Puteraku selalu menyemangati adiknya dalam hal apapun. Walaupun mereka berjauhan tapi selalu berkomunikasi, saling menanyakan khabar masing-masing dan bercanda lewat telpon. Kadang saya heran kalau mereka bertelponan lama sekali, entah apa yang mereka bicarakan.
Bila ada kesempatan libur kuliah, puteraku menyempatkan pulang untuk bertemu adiknya. Sebelum kepulangannya mereka sudah merencanakan berbagai acara, seperti jalan-jalan, menonton cinema dan makan-makan.
Akupun membiarkan mereka pergi berdua karena aku tahu perasaan mereka. Bagaimana kerinduan seorang kakak kepada adik satu-satunya karena keadaan menyebabkan mereka harus hidup berjauhan. Kadang aku yang tidak kuat dan selalu mengeluhkan hal ini tapi mereka menyemangatiku dan mengatakan ini karena mereka lagi menuntu ilmu.
Bila mereka berjalan berdua kelihatan seperti sepasang kekasih, bercanda dan tertawa berdua. Bahkan saat puteraku mengupload foto bersama adiknya, temannya mengira itu pacarnya.
“ Gebetan baru ya.” Kata temannya
“ Adikku Bro.” jawab puteraku
Aku hanya tersenyum sendiri dan bahagia melihat itu.
Aku selalu berdoa dan berharap agar mereka tetap seperti ini, selalu bersama, saling menjaga, saling menyayangi, saling mengasihi hingga mereka tua nanti. Aamiin.

Rate this article!
author

Author: 

Leave a Reply