Episode 12. SURPRISE

Seorang ibu tidak akan pernah mau berpisah dan selalu ingin berada di samping anak-anaknya. Dia selalu ingin menjaga, merawat, membesarkan dan memanjakan anak-anaknya. Seorang ibu akan mengorbankan seluruh hidupnya untuk kepentingan dan kebahagiaan anak-anaknya.
Anak merupakan titipan, Allah mempercayakan seorang ibu untuk mengandung, melahirkan, membesarkan dan menjaganya dengan penuh kasih sayang. Titipan Allah itu merupakan sebuah amanah, jadi seorang ibu harus bisa menjalankan amanah itu dengan baik. Baik buruknya sifat anak, itu tergantung bagaimana cara seorang ibu mendidiknya dan memberikan panutan kepada anak-anaknya.
Anak juga merupakan anugerah dan kebahagiaan terbesar dalam hidup kita. Kehadiran seorang anak mampu merubah kehidupan kita, memberikan banyak warna dan mengajarkan kita akan makna hidup.
Dan anak juga merupakan ujian untuk kita, mampukah kita menjalani ujian tersebut. Seorang ibu diuji kesehatannya saat dia mengandung, diuji nyawanya saat dia melahirkan, diuji kesabarannya saat dia harus merawat bayinya, bangun di tengah malam saat anak menangis dan memberikan ASInya, diuji dengan perubahan bentuk tubuhnya dan lain sebagainya.
Kesedihan terbesar adalah saat kita harus hidup berpisah dengan anak-anak, entah itu sebuah kematian atau karena hal lainnya. Di sini seorang ibu benar-benar diuji mentalnya, sanggupkah dia mengikhlaskan kepergiannya anaknya.
Begitu juga dengan yang kuhadapi, aku harus sabar dan ikhlas saat anak-anak jauh dariku untuk menuntut ilmu. Aku harus mendukung keputusan mereka, demi masa depan dan untuk menggapai cita-cita mereka. Hanya doa dan restu yang mampu aku berikan kepada anak-anakku.
Kebersamaan adalah hal yang langka bagiku dan anak-anak, untuk itu saat ada kesempatan berkumpul bersama kami selalu memanfaatkannya sebaik mungkin. Begitu juga dengan anak-anakku, mereka selalu memanfaatkan kebersamaan dengan ingin membahagiakan aku. Di tahun 2016 kemarin begitu banyak kejutan-kejutan yang mereka berikan untukku.

12.1. Hari kelahiran
Mulai mereka kecil, kami tidak pernah merayakan ulang tahun mereka dan mereka juga mengerti kalau itu tidak diperbolehkan di dalam agama. Untuk membahagiakan mereka kami hanya jalan-jalan dan makan bersama. Tapi aku selalu memberikan mereka hadiah-hadiah kecil yang mereka inginkan.
Saat hari kelahiranku tiba, puteraku memberi kejutan dengan kepulangannya ke rumah dan saat itu bukan waktunya libur kuliah. Keesokan harinya dia pamit keluar rumah sebentar untuk bertemu temannya. Tidak berapa lama kemudian puteraku pulang dengan membawa kue Ulang Tahun dan sebuah kado. Aku sangat terharu dengan perhatiannya itu, kupeluk dan kucium saat dia menyalamiku.
“Ayo ma, dibuka kadonya.”kata puteraku
Perlahan-lahan kubuka kado tersebut, dan ternyata isinya sebuah tas kesukaanku.
“Terima kasih sayang.”kataku dengan linangan airmata
Dan yang lebih mengharukan lagi semua itu dia lakukan dari hasil menabungnya.

12.2. Hari Ibu
Setiap tanggal 22 Desember yang dinyatakan sebagai hari ibu, anak-anakku selalu memberikan ucapan kepadaku. Tahun kemarin mereka berdua memberikan sebuah kejutan.
Saat bangun pagi putera menyuruh aku dan puteriku untuk bersiap-siap. Dia ingin mengajak kami jalan-jalan.
“Mama kepingin jalan kemana?”Tanya puteraku
“Terserah Mas sama Adik, mama ikut aja.”jawabku
Lalu puteraku memutuskan untuk pergi ke rumah bibiku yang tinggal satu kota. Setelah sampai dan bertemu bibiku dan anak-anaknya, puteraku mengajak adiknya untuk pergi.
“Mama, kami keluar sebentar.”kata puteraku
“Mama ditinggal.”jawabku dengan nada sedih
“Sebentar kok ma.”jawabnya
Begitu mereka kembali ternyata mereka membeli sebuah kue tart, lagi-lagi aku terharu dan bahagia dengan perhatian mereka.

12.3. Akhir Tahun
Kami menghabiskan akhir tahun dengan berkumpul bersama di rumah. Tidak ada acara apapun karena mereka juga tahu itu tidak diperbolehkan. Saat pagi hari seperti biasa aku membuatkan mereka sarapan pagi, setelah itu aku bermain dengan percaku. Tiba-tiba kudengar ada keributan kecil di dapur, kudengar suara anak-anakku bercakap-cakap dan kadang tertawa.
Lalu aku melihat asap mengepul dari arah teras dapurku dan masuk ke dalam rumah. Karena penasaran aku mencoba mengintip apa yang mereka kerjakan, ternyata mereka membuat ikan bakar. Karena terisap asap aku jadi terbatuk-terbatuk.
“ Mama di depan aja.”kata puteraku
“Ma…bumbu cocolan kecap apa ? Tanya puteriku
Jadi puteraku bertugas membakar ikan dan puteriku membuat cocolan kecapnya. Setelah matang mereka menghidangkannya dan kami menikmati bersama-sama sambil bersenda gurau. Kami lahap semua ikan bakar itu hingga ludes, yang tinggal hanya tulang belulangnya.
Setelah itu puteraku menyuruh kami mandi dan bersiap-siap untuk pergi. Kami pergi ke sebuah mall dan ternyata mereka mengajak nonton cinema. Tak hentinya aku bersyukur atas perhatian dan kebahagiaan yang mereka berikan.
Jadikanlah kebersamaan sebagai pengikat kasih sayang dengan menciptakan hal-hal yang membahagiakan.

Rate this article!
Episode 12. SURPRISE,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Leave a Reply