Eits…Ijin Dulu!

“Ummi, ini permen siapa?” tanya anakku. “Permen itu punya Abi, Nak” begitu jawabku. “Aku makan ya Mi?” pinta anakku. “Boleh, tapi bilang dulu ya sama Abi, boleh tidak permennya dimakan adik” begitu perintahku. Secuplik percakapan antara aku dan anakku.

Pernah mengalami hal yang serupa Mak?

Ketika anak-anak menginginkan sesuatu seperti mengambil barang atau mainan kakaknya, mengambil makanan seperti permen, roti, atau minuman serta snack kecil yang tergeletak di meja. Mereka terkadang langsung main ambil saja. Langsung makan dan minum saja tanpa mengetahui siapa yang memilikinya. Akibatnya sering terjadi kasus rebutan mainan, makanan dan merasa kehilangan barang karena sudah tak ada lagi di tempatnya.

Dari kejadian-kejadian itu, maka perlulah kiranya kita mengajarkan anak untuk selalu meminta ijin atau bilang duluan jika ingin meminjam atau mengambil atau memakan barang milik orang lain. “Ah, itu tidak perlulah, kan mereka masih kecil.” “Jadi anggap maklum aja kalau mereka tidak minta ujin dulu.” Terkadang ada yang berkata begitu. Namun jangan disepelekan, karena hal itu justru yang harus kita ajarkan kepada anak-anak kita.

Mengajari anak untuk selalu minta ijin jika mau melakukan atau berbuat sesuatu itu so pasti bakal banyak pengaruhnya. Seperti apakah itu?

1. Mengajarkan anak untuk tahu kepemilikan suatu hal atau barang.

Dengan meminta ijin anak akan tahu barang mana saja yang dipunyainya, barang mana saja yang bukan miliknya, serta hal apa saja yang tak boleh dilakukannya dengan barang milik orang lain. Sehingga timbul sikap tidak main ambil aja atau sikap semaunya sendiri.

2. Mengajarkan Anak untuk Berhati-hati

Ketika anak sudah tahu tentang barang apa saja yang jadi miliknya, barang mana yang bukan miliknya, serta apa saja yang tak boleh dilakukan secara sembarangan seperti main selonong masuk kamar orang lain, maka anak akan cenderung lebih berhati-hati untuk berbuat sesuatu. Misal ada makanan yang tergeletak begitu saja, anak jadi tak main comot aja. Ada mainan nganggur tak langsung main pinjam aja.

3. Mengajarkan anak untuk bisa Menerima konsekuensi

Meminjam atau memakai jika tidak diijinkan sama yang empunya pastinya akan membuat kecewa anak. Hal itu akan membentuk mindsetnya bahwa ketika anak meminta ijin maka bakalan ada dua kemungkinan yaitu diperbolehkan serta ditolak. Jadi anak sudah tahu konsekuensinya.

4. Mengajarkan anak untuk membuat keputusan sendiri

“Mi, aku pergi sendiri ya!”. “Tolong dong Mi, bantu ambilkan tasku”, adalah beberapa contoh meminta ijin. Ketika anak sudah meminta ijin berarti dia telah siap untuk melakukan hal itu dengan caranya. Mana yang bisa dilakukan sendiri atau mana yang butuh bantuan atau pertolongan orang lain.

5. Mengajarkan anak untuk menghormati privasi atau daerah pribadi orang lain

“Adik, nanti kalau mau masuk kamar orang lain, ketuk pintu dulu, ya!”. Dengan contoh itu menegaskan bahwa anak perlu belajar mengenali dan mengetahui daerah atau wilayah mana saja yang boleh dan tidak boleh dia sentuh atau masuki. Karena hal itu berhubungan dengan privasi orang lain. Sehingga timbul sikap sopan ketika mereka berada di suatu tempat.

Membiasakan meminta ijin pada anak merupakan sebuah awal pembentukan karakter yang positif. Hal yang harus terus kita tanamkan kepada mereka agar tercipta generasi yang mempunyai adab serta sopan santun dalam kesehariannya.

Mari kita mulai hari ini ya Mak!

Rate this article!
Eits…Ijin Dulu!,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply