Cemburu Terkadang Diperlukan

“Gila, ganteng banget ya….”
“Iya, ototnya itu lho sampe kelihatan.”
“Mau dong, digendong….”

Itu adalah sebagian kecil obrolan wanita-wanita yang mengomentari foto pria pujaan. Mereka mengupload foto tersebut di grup wanita sambil memuji-muji fisik lelaki tersebut. Tak jarang, mereka juga mengupload foto tersebut di medsos yang lebih luas lagi. Bisa jadi, suaminya akan melihat postingan tersebut.

Di sisi lain, para pria juga begitu. Mengupload foto wanita. Dari yang seksi sampai yang berhijab. Lalu dikomentari berjamaah.

Melihat fenomena di jagad medsos itu, ingin sekali hati ini menyapa. Namun apa daya, saya hanya punya selemah-lemah iman. Saya hanya bisa membatin dalam hati, menafikan apa yang terjadi. Kemudian, menuliskan keresahan diri.

“Ah, biasa aja kali. Gak ada yang aneh tuh.”
Nah, itu dia! Melakukannya bukan lagi dianggap sebagai sesuatu yang aneh. Hal ini karena masyarakat kompak menerima fenomena ini sebagai bentuk ekspresi diri. Tak perlu melakukannya sembunyi-sembunyi, karena terang-terangan pun banyak yang mendukung, banyak yang ngelike dan berkomentar seru.

“Ga usah dianggep serius deh. Itu buat seseruan aja kali.”
Iya kah? Duhai wanita bernama istri … Misalnya hal serupa juga dilakukan oleh suamimu. Ia mengupload foto wanita cantik. Suamimu memuji wanita itu dalam captionnya, “Duh si Eneng solihah nian.”

Postingannya memancing teman-teman suami untuk ikut berkomentar. Mulai dari dandanan yang katanya sholihah itu sampai fisik yang menonjol menjadi bahan obrolan. Kalimat tidak senonoh pun terlontar. Lalu mereka berhaha-hihi menikmati pemandangan indah yang ada pada wanita tersebut. Astaghfirullah ….

Tolong tanyakan pada hati kecilmu, Cantik … Cemburu kah kamu?

1. Jika jawabannya iya, bersyukurlah. Sesungguhnya itu adalah cinta.

Cinta yang membuatmu dan suami bertahan dalam bahtera. Jika kamu tak suka suamimu melakukan itu, hindarilah kamu melakukan hal serupa. Jaga kehormatanmu baik di depan maupun di belakang suamimu.

Alkisah, lantaran Rasulullah suka menyebut nama dan memuji Khadijah, ‘Aisyah sangat cemburu pada istri pertama beliau itu.

Dari ‘Aisyah: “Aku tidak cemburu kepada seorang wanita terhadap Rasulullah sebesar cemburuku kepada Khadijah sebab beliau selalu menyebut namanya dan memujinya.” [Hadits Riwayat Bukhori (5/2004)]

Ini pengakuan Aisyah. Suatu hal yang wajar bila ia cemburu karena suaminya memuji wanita lain selain dirinya, walau ia adalah madunya. Bila suami kita memuji wanita lain, apalagi wanita itu bukan siapa-siapa, seharusnya kita lebih cemburu dari Aisyah. Maka janganlah kita melakukan hal yang sama. Sengaja menghadirkan sosok pria lain di antara kamu dan suami. Hormatilah suamimu, duhai istri. Jadikan ia satu-satunya yang kamu puja.

2. Jika jawabannya tidak, waspadalah!

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar rodhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Ada tiga golongan manusia yang tidak akan dilihat oleh Allah (dengan pandangan kasih sayang) pada hari kiamat nanti, yaitu: orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki, dan ad-dayyuts…” (HR. An-Nasa-i, no. 2562, Ahmad, 2/134)

Ad-dayyuts adalah seorang suami atau ayah yang membiarkan terjadinya perbuatan buruk dalam keluarganya karena lemah atau hilangnya sifat ghirah (cemburu) dalam hati suami/ayah.

Imam Ibnul Qayyim berkata, “… Ad-dayyuts adalah makhluk Allah yang paling buruk dan diharamkan baginya masuk surga. Demikian juga orang yang membolehkan dan menganggap baik perbuatan zhalim dan melampaui batas bagi orang lain.” (Kitab Ad-Da-u wad Dawaa’, hal. 84)

Oleh karena itu, para suami, Cemburulah! Cemburumu mengantarkan kebaikan bagi istri dan keluargamu.

Begitu juga denganmu, Saudariku …. Mahalkan harga dirimu. Jagalah perasaan suamimu. Perlakukan ia sebagai pangeranmu yang tak ada pria lain yang menyainginya.

Ketahuilah …. Bagaimana kita bersikap pada orang lain, maka seperti itulah yang kita inginkan agar orang lain bersikap pada kita.

Rate this article!
Tags:

Leave a Reply