CARA UNTUK MENANAMKAN MINAT MEMBACA BUKU PADA ANAK

Setelah kemaren saya telah membahas masalah rendahnya minat baca dikalangan masyarakat Indonesia, dimana negara Indonesia menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara yang disurvei UNESCO dalam hal tingkat literasinya. Masyarakat Indonesia dikategorikan sebagai masyarakat  yang malas membaca buku, mereka pada umumnya lebih menyukai menonton televisi ketimbang membaca sebuah buku. Dari 1000 anak Indonesia hanya 1 anak yang memiliki minat baca buku, dan hanya 1 anak yang berhasil membaca 1 buku selama setahun. Wow..halo halo..ibu bapak sadar yo…

Dampaknya sudah sangat jelas kita dapat perhatikan di  media sosial  saja bagaimana masyarakat Indonesia pada umumnya mudah percaya dengan berita yang belum jelas kebenarannya (hoax), kurang kritis dalam menanggapi sesuatu hal, mudah terprovokasi, dan mudah tersinggung. Lihatlah berita hoax bertebaran dimana-mana, dishare dicopas tanpa tau itu berita benar apa salah, tanpa tabayyun dulu.

Nah, supaya anak-anak bisa memiliki minat baca yang tertanam di sanubarinya dan menjadi sebuah kebiasaan, diperlukan usaha sedini mungkin dari ibu bapaknya nih. Ada beberapa faktor yang bisa membuat anak memiliki minat membaca bahkan bisa dibilang kecanduan buku, dirangkum dari berbagai sumber diantaranya sebagai berikut:

  1. Lingkungan keluarga yang mendukung

Sungguh beruntung anak yang terlahir di keluarga yang memiliki kebiasaan baik membaca buku. Biasanya keluarga yang sudah memiliki kebiasaan seperti ini akan dengan mudah menurunkan kebiasaan baiknya tersebut kepada anaknya. Keluarga yang berprinsip menjadikan buku sebagai pusat gravitasi di rumahnya akan sudah memiliki rencana-rencana yang sudah tersusun rapi untuk menyiapkan anak suka terhadap buku. Sebelum anak lahir sudah tahu apa yang harus dilakukan ketika anak lahir, bahkan ketika anak di dalam kandungan pun ibu  bapaknya sudah terbiasa mendongengkan sebuah buku.

Ketika anak lahir, kebiasaan membacakan buku dilanjutkan meskipun bayi tidak merespon. Justru ini sangat bagus sekali untuk merangsang pendengaran bayi. Yang lebih aktif membacakan buku biasanya ibu, dan memang bayi lebih senang merespon jika yang membacakan buku itu ibunya. Ibu biasanya lebih dekat dengan anaknya, dan suaranya pun lebih enak didengar anak daripada suara bapak. Ibu bisa mengatur suaranya dengan lembut sehingga mudah diterima telinga bayi. Setidaknya itu yang terjadi pada saya dan bayi saya dulu. Mendongeng atau membacakan buku memnag sangat bagus untuk perkembangan bayi atau balita anda, ada banyak keuntungan atau manfaat dari membacakan buku atau mendongeng. Lebih lengkapnya akan saya ulas di artikel selanjutnya.

Disini juga peran keluarga sangat dibutuhkan ketika anak semakin tumbuh dan mengerti, orang tua harus memberikan uswah yang baik yang membuat anak terinspirasi dan termotivasi untuk melakukan hal yang sama. Buatlah jadwal “wajib baca buku” di rumah yang berlaku untuk semua anggota rumah. Sehingga anak tidak asing bahkan mungkin menjadikan membaca buku sebagai kesenangan yang mengasyikan. Yah memang semuanya kembali ke visi misi keluarga, anak-anak tergantung kedua orang tuanya. Jadi buat orang tua dimanapun berada yang masih belum menerapkan wajib baca di rumah, bisa dimulai sekarang juga. Lakukan dengan ketegasan dan konsisten, in sha Allah bisa..!

 

  1. Ketersediaan buku di rumah
  2. Konsisten

(bersambung)

12 januari 2017

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply