CARA MENANAMKAN MINAT MEMBACA PADA ANAK (PART 2)

Setelah kemarin saya memposting tentang cara meningkatkan minat membaca buku pada anak, yaitu salah satu faktor pendukungnya atau faktor penentu keberhasilan anak memiliki minat membaca buku adalah lingkungan keluarga. Ya lingkungan terdekat anak jelas keluarganya. Sebagaimana kita ketahui anak terlahir bagai kertas putih, kita orang tuanya yang akan melukisnya, membentuknya menjadi seperti apa yang kita inginkan.  Semestinya mendidik anak sesuai dengan fitrah yang Allah SWT karuniakan bersama lahirnya anak kita.

Setelah keluarga oke, artinya sudah memiliki konsep dan pemahaman yang jelas tentang pentingnya menanamkan minat membaca pada anak sejak lahir, sehingga anak memiliki pengalaman premembaca yang mengasyikan. Ini akan jadi modal dasar anak di  masa tahapan hidup selanjutnya. Selanjutnya yang tak kalah pentingnya adalah ketersediaan buku di rumah. Keluarga sudah oke, sudah punya semangat untuk menanamkan minat baca kepada anak sejak lahir, tetapi tidak memiliki fasilitasnya! Sama saja dengan bohong hehe..ibarat kata mau memasak tetapi tidak ada peralatan masaknya, gak mungkin bisa jadi masakannya ya kan?

Nah untuk menunjang semangat kita yang membara, dan untuk membiasakan anak cinta buku jelas ketersediaan buku di rumah menjadi faktor wajib yang diperlukan. Pertanyaannya adalah buku yang seperti apa yang baik untuk anak kita di awal perkenalan mereka terhadap buku? Apakah sembarang yang penting buku bacaan? Apakah yang penting bentuknya buku? Tentu TIDAK. Yang paling utama kita harus memberikan kesan pertama yang “menggoda”, selanjutnya terserah anda ya haha kaya iklan aja..maksudnya begini kita akan memberikan pengetahuan dan pengalaman baru kepada anak yang notabene kita ingin anak kita mencintai kegiatan tersebut hingga dewasa nanti. Tentunya memberikan fasilitas yang bagus, yang khusus, yang spesial jelas merupakan sesuatu yang semestinya disediakan.

Bagaimana sih ciri-ciri buku yang bagus untuk anak-anak terutama balita?

Ciri-ciri buku yang baik untuk balita menurut ustad Muhammad Fauzhil Adhim dalam bukunya yang berjudul “membuat anak gila membaca” sebaiknya buku untuk bayi (baby book) menggunakan bahan kertas yang cukup tebal seperti karton (board book), tidak mudah sobek, kaya warna, dan tidak banyak tulisan, idealnya satu buku memuat tidak lebih dari 300 kata. Atau, kalau memang harus menggunakan banyak kata, kemasannya dirancang agar menarik dilihat. Jika boleh saya tambahkan sebagai ibu seorang balita juga, sebaiknya buku untuk balita selain yang disebutkan tadi adalah memiliki sisi-sisi yang tumpul sehingga aman jika dipegang anak, tidak menyerap cairan juga, artinya jika si balita menumpahkan minuman atau cairan apapun bisa dengan mudah dilap dengan tissue. Jika hal tersebut terpenuhi tentunya akan lebih hemat bagi para ibu tidak perlu beli lagi dan lagi karena bukunya mudah rusak atau sobek. Selain dari kualitas fisik bukunya, konten atau isi buku juga harus yang “bergizi” bagi jiwa, hati dan pikiran anak. kita sebagai orang tua harus pandai-pandai memilih buku yang isinya bermanfaat untuk anak, yang jelas isinya harus yang mengedukasi anak, menyemangati anak, merangsang anak berbuat baik. Sebaiknya kita waspada terhadap buku-buku yang notabene buku anak tetapi bila dikaji lagi kontennya jelas bukan untuk anak atau bahkan memuat cerita yang tidak baik dibaca anak-anak.

Alhamdulillah sekarang sudah banyak penerbit buku Indonesia yang menerbitkan buku khusus balita, jadi kita tidak perlu impor lagi dari luar untuk mendapatkan buku balita yang berkualitas. Kontennya pun sungguh sangat bermanfaat dan bergizi untuk mengisi hati, jiwa dan pikiran anak, secara fisiknya pun sangat menarik, aman dan awet itu yang penting hehe..maklum emak ya.

Jadi, kesimpulannya sediakan buku-buku yang cocok dengan usia anak di rumah, yang kontennya memberikan efek positif untuk anak. karena apa yang dibaca atau dibacakan kepada anak akan memberikan dampak yang luar biasa baik dalam perilaku, dan ucapannya. Anak akan menjadikan sosok di dalam cerita buku tersebut menjadi tokoh idolanya bahkan ingin menjadi sosok tersebut! Coba buktikan!

Alangkah lebih baiknya jika sebelum memiliki anak kita sendiri dan suami memiliki kebiasaan baik suka membaca buku. Tiada hari tanpa buku, apalagi jika berprinsip one day one book, wow akan dipastikan di rumah akan sudah tersedia buku untuk menyambut si kecil lahir. Buat lah perpustakaan mini di rumah, yang mudah dijangkau anak. Buku bisa di taruh dimana saja supaya anak terbiasa melihat buku, jika anak memainkan buku dengan cara dia, tolong sekali kali jangan memarahinya jangan pernah membuat kaget sehingga anak menjadi trauma berdekatan dengan buku. Ini  akan membuat psikologis anak menjadi negatif terhadap buku, apalagi tuh ibu-ibu yang tau harga bukunya mahal, kuncinya duduk lah dengan anak, bimbinglah ketika dia sedang memainkan buku, sehingga kita dapat meminimalisir kerusakan yang akan terjadi pada buku tersebut.

Yuk mari bacakakan buku sejak anak lahir! Jangan menunggu..!

Lakukan sekarang juga!

Untuk generasi bangsa Indonesia Cinta Buku!

20 januari 2017,

Sidoarjo

About the Author

Yetinurma

No Comments

Leave a Reply