bolehkah menyuguhkan video untuk anak?

Saya dan suami sering berbeda pendapat tentang masalah ini, suami pro video dan saya tidak, saya lebih memilih nyemplung langsung dengan anak dalam bermain, sedangkan suami lebih asyik menyodorkan video dan dia bisa main hp sesuka dia. Ini yang saya kurang suka.
Sejujurnya saya nggak fanatik banget anti tv dan video/tv. Mereka kadang bisa jadi asisten saya di saat saya lagi riweuh dan harus mengerjakan pekerjaan domestik saya. Intinya sih dalam semua kehidupan harus di jalankan sesuai takarannya. Tidak lebih dan kurang.

Bermain bersama anak tanpa mengikut sertakan anak jauh lebih baik dari memberikannya tayangan tv dan video. Karena selain merangsang daya imajinasinya, terjadi bonding yang kuat anatara orang tua, saya pribadi dan anak.  saya bisa melihat binar -binar matanya, apakah dia happy atau tidak. Dan sejauh ini dia selalu senang bermain bersama, sekalipun itu hanya main kelitikan, petak umpet pake selimut, saling bercerita, atau nernyanyi sambil tepuk tangan.  Berbeda ketika dia saya suguhkan tayangan tv atau video,, seklipun itu tayangan layak tonton bagi anak dan balita, matanya fokus satu titik, bahkan kepalanya ikutan miring. Bener-bener itu mata nggak berkedip. Saya sering gangguin dia.. Serius amat nontonnya. Hehe..
Apalagi kalau berlama-lama dia suka mengeluh pusing mah.. Pertanda dia mengantuk.

Namun, saya juga tidak menyalahkan video, yang salah orang tua nya ya.. Nggak mau meluangkan sedikit waktu bareng anak. Tapii.. Pekerjaan kita nggak melulu soal anak,apalagi ibu rumah tangga atau working mom yang tidak pakai jasa ART.  Semua di pegang sendiri, kalau begini caranya gimana bisa kita melakukan semua tugas rumah sekaligus mengasuh anak.
Jadi.. Biasanya saya libatkan anak dalam membantu saya, anak saya umur 2,5 th, jadi sudah bisa di ajak kerja sama walapun moody dan membuat pekerjaan saya nambah menjadi 2x kerja. Biasanya saya ngajak isya metik sayur aambil ngebalin jenis sayur atau warnanya, apapun yang bisa saya kenalkan. Nah.. Kalau sudah mau masak biasanya dia ingin ikut masak. Jadi Saya akan memilih video untuk menemaninya bermain, di saat saya sedang riweuh memasak atau pekerjaan rumah lainnya. Ini menjadi option kedua. Sebenarnya sudah ada pernainan anak seperti quite book, tapi.. Saya belum sempat buat. Nnti lah ya..
Jadi bagi saya video juga membantu saya, selain itu saat saya benar-benar drop, dan anak nggak mau main sendiri, say juga suka kasih video.

Pada intinya boleh  kok memberikan video untuk anak, sebelumnya papahnya donlot dulu di kantor, saya udah pesan video anak yang menurut saya bagus untuk edukasi dan bahasa isya. Nanti di rumah tinggal di sambungin ke tv.
Dan waktu yang di berikan dalam sehari pun tidak boleh lebih dari 2 jam.

Beberapa tayangan tv juga ada yang baik seperti cloud bread, diva
Dan walapun sudah di sajikan tb atau vido tetap dampingi anak, biar ada interkasi. Jadi anak nggak menyerap semua informasi.

Sekian cerita keluarga saya

 

Tags: