“ Bolehkah kusapa dalam diam ? ”

Bolehkah kusapa dalam diam ? ”

                              

Apa kabar duhai pujaan ?

 

Kutitip surat ini buat kita para wanita , buat para lelaki juga boleh ko.

 

Segelincir embun pagipun menoleh mendambagakan sebuah penantian, andaikan langit dan alam memberikan kebebasan terhadapku yang tak kunjung berhenti menanti sebuah angan yang tak pernah aku miliki sebelumnya, kamu tahu aku disini terkadang menginginkan kamu bersimpuh paut dalam heningan rindu yang membuat daun beserta rantingnya berguguran jatuh. Akuoun seperti daun yang mengharapkan kejayaan sebuah penantian angin yang akan membuat mengayun, menyejukan sebuah tanaman di pagi dan sore hari, kamu tahu ketika alam menyapa daun dan tanaman lain ?

Mereka bersaut-saut dalam irama yang dihadiri langit yang berwarna kelabu. Seperti itulah hati ini setiap embun menetes, mereka saling sapa dalam diam tanpa insane ketahui bahwa seluruh alampun bercakap-cakap dalam diam hanya kitapun sebagai insan hidup tak menyadari itu semua. Ingatlah mereka selalu menyapa kita seperti angin menghembus.

 

Apakah kamu yakin ?

Bahwasanya aku selalu diam dalam sapaan tatap mukamu, namun ketahuilah aku sekian hari dan dalam doaku ku sapa kamu yang selalu membuatku terhenti dalam bayangan ini, yakin tidaknya kamu aku melampaui batasan ketika aku harus member sapaan dalam diam . Apakah batasan itu ?

Batasan nya yaitu ya melamun, terhempas segala angan kebersamaan kita dalam sebuah gubuk yang menyatukan kita dalam kehalalan, jendela yang tak pernah berhenti menutup dan membuka segala kenangan, aku tersipuh dalam diam dan menyapamu hai kamu yang selalu menjadi dambaanku bagaimana kabarmu ?

 

Namun akupun mengerti tak pantas aku menuruti nafsu belaka yang hanya sekedar godaan sesaat, karena cinta sesungguhnya adalah dalam ikatan sebuah kehalalan yang Allah perintahkan terhadap kita sebagai umat ciptaaNya. Dalam diam aku merenung buat apa aku terus terdampar dalam kegalauan yang mungkin akupun tidak pernah tahu sampai kapan kita saling sapa dalamm diam.

Irama yang membuatku tersadar akan keterbatasan ini adalah hati yang sekian hari memberikan kode agar aku berhenti menyapa kamu dalam tatapan cukup lewat doa saja aku sapa kamu, berharap sih alam mengetahuinya dan menyampaikanya sapaanku ini kepada dia yang tak tahu siapakah dambaanku ini, masih rahasia dalam takdir besaut suatu hari nanti mungkin aku akan berhenti menyapamu dalam diam , adakalanya keyajinan ini menjadi nyata dalam sebuah lukisan tinta yang membuat irama hati menjadi terhenti membayangkan segalanya ya iyalah kan kita nanti akan menyatu tapi tidak tahu kapan ?

 

O, iya aku lupa kalau kitakan akan pergi jauh juga, dalam artian kita akan meninggalkan alam semesta ini. Gak mungkin dong kita akan hidup selamanya mungkinkah kita dipertemukan dalam segelincir angan saja atau dalam naungan Allah setelah kita sama-sama tiada (akhirat) . maka dari itu aku tak mau berlarut-larut dari kegalauan yang mungkin bisa di bilang gak penting kata bahasa gaulnya “siapa lo halal juga belum , ngapain cape-cape mikirin lo”. Ya itu mungkin dalam bahasa kasar nya hehe.. ingat saja kita ini buat apa sih mikirin yang belum tentu jodoh kita di bolehkanya kita untuk sapa dalam diam semata-mata Allah akan memberikan jodoh yang terbaik aamiin.

 

Jadi, Kita sebagai insan yang sempurana dari makhluk yang lain harus paham betul dan jangan  terjerumus dalam kegelapan kegelauan , mungkin saja dia datang dalam waktu yang tepat sehingga sesuai dengan harapan kita, mungkin saja dia sedang diam dalam sapaanya untuk meminang kita, diam dalam artian memperbaiki diri sebelum membimbing kita sebagai wanita solehah, apa solehah ?

Tersinggung ketika kita mendengar solehah karena makna dari kata itu luar biasa bukan semata-mata ucapan saja kan, makna yang terkandung dalam kata solehah sangat rumit di jabarkan bahkan rumusa matematikapun tak hasilnya tak terhingga aduh maksudnya apa sih ? saya juga gak ngerti hehe, ya aneh aja sih jaman sekarang wanita banyak mendambakan seseorang namun menginginkan yang terbaik dan soleh lah, tapi kita lupa bahwasanya kita juga harus memperbaiki diri tidak apa-apa sih kita tak seperti istri-istri rasulullah Saw ya seengganya kita tahu untuk menjadi solehah seperti apa, bukan hanya sekedar ucapan saja namun juga perbuatan dan tak pentas ketika kita mengumabr-umabar kalimat aku inigin solehah namun prilaku kita tak sesuai dengan kenyataan dalam status yang sering kita catat dalam medsos , widih nyambung medsos ni ah ada-ada aja ni ngebahasnya udah kemedsos segala , iya kan jaman sekarang banyak sekali yang menyalahgunakan cinta melalui medsos, saya sadar diri saja. Itu hanya pembahasan sekilas ya,

Alam beserta isinya tahu ko kalau kita sering mendambakan mereka dalam doa, menyapa dalam doa saja bagiku sudah cukup Allah maha mengetahui isi hati kita ko jadi, sanati saja ya dalam penantian.

Jangan sampai terlena nafsu dunia ya, ada batasanya dimana kita harus menyadari hal itu. Kita sebagai wanita yang mendambagan dia berharap datang secepat kilat wah ga mungkin juga kan, ada jalan tertentu yang harus kita tempuh. Gak usah galau lagi deh yang jomblo-jomblo jangan iri sama merekayang udah pacaran bahwasanya yang pacaran aja belum tentu berjodoh, lagian tidak ada bedanya antara joblo dengan yang pacaran , bayangin saja yang pacaran bolehkah mereka satu rumah ? satu kamar tidak mungkin yang pasti harus halal dulu jadi sama saja masih jomblo ciee, no baper ya.

 

Perbaiki diri saja lah Allah udah menyiapkan pujaan hati kita dengan rinci dengan jelas tapi kita harus sabar dan yang pastinya gak usah muluk-muluk di percepat karena Allah ada jadwalnya kapan kita di persatukan dengan dia. Bagi saya cukup lah bersapa dalam diam saja doa beserata menjalankan perintah Allah  menuju lebih istiqomah lagi.

 

Semoga kutipan ini bisa menggugah hati kita yang sedang galau jadi banggalah jadi seorang jomblo santai aja ya , jangan dibawa stres juga ya takut kebablasan.

semoga bermanfaat.

 

 

 

Rate this article!