BIDADARI BERLEMAK (Bag. 3)

Segala sesuatu itu jika ditanggapi dengan positif maka hasilnya akan positif juga, yang penting bagaimana kita bisa dengan bijak bertanya dan menjawab, jangan asal ceplos ga ada saringan…memang terkadang mulut lebih cepat bekerja dibanding otak, mulut ngomong apa beberapa detik kemudian otak baru mengirim sinyal, dan kita baru sadar dan menyesal …ups ada Aquwa ?!

Menjaga perasaan orang lain sama pentingnya dengan menjaga silaturahmi, atau sama pentingnya menjada keseimbangan antara lemak hewan dan lemak nabati… karna tubuh kita membutuhkan lemak untuk membakar kalori dan penstabil suhu tubuh.

Nah… kalau lemak yang satu ini jarang ada yg bisa menolaknya… dia adalah olahan nasi yang dimasak dengan bumbu bumbu dan menggunakan santan… yup orang melayu bilang ini nasi Lemak, di Palembang disebut nasi gemuk, di Jakarta orang bilang Nasi Uduk, di Aceh katanya disebut nasi Gurih… kaya yah Bahasa Indonesia, setiap daerah mungkin namanya berbeda beda, di daerah mu apa namaya?

Nasi Lemak mungkin sudah lama saya mengenalnya, dan akhir akhir ini sering sekali saya membuatnya, maklum selain kerja kantoran saya membuat usaha kecil kecilan didepan rumah, namanya Waroong Comel. Memasak adalah hoby saya dari kecil, saya mulai biasa memasak ketika jaman kuliah dan tinggal di kos kosan, untuk menghemat saya sering masak bersama teman teman saya, dan sampai saat ini saya masih akrab dengan peralatan dapur dan bumbu bumbu, bagi saya memasak mendatangkan kebahagian tersendiri bukan hanya sekedar seni  mencampur bumbu tapi lebih ke kepuasan batin…hehehe lebay yah…hoby saya ini cukup menghasilkan, dan mengutip kata kata om Bob  Sadino kalau tidak salah “ Pekerjaan yang paling enak itu adalah Hobby yang dibayar” sudah kita senang melakukannya…dibayar pula… asyik kan ? Jadi… apa hobby mu?

Nasi Lemak ini setelah matang dibungkus dengan daun, diberi isian ayam suwir yg sudah dimasak, diberi lagi sambal kentang balado, lalu ditambahkan ikan teri medan dan daun kemangi, setelah dibungkus dengan daun pisang lalu dibakar… kebayang ga harumnya daun pisang ditambah harumnya nasi lemak bercampur dengan harum daun kemangi menjadi satu didalam satu bungkus Nasi Bakar… yaah betul namanya Nasi Bakar dimakan selagi hangat lebih nikmat, dapat inspirasi masakan ini dari sebuah grup masak memasak yg baru berapa bulan diperkenalkan teman dekat saya, Alhamdulillah selama bergabung di grup ini banyak sekali ilmu kuliner yang saya dapat. Inilah salah satu alasan pentingnya menjaga silaturahmi… karna bisa mendatangkan rejeki.

Lemak juga terkadang harus disyukuri karna jauh disudut sana atau beberapa meter dari rumah kita, ada yg berharap ingin bisa berlemak (baca berisi), inilah hidup selalu ada dua sisi, ada yg mati matian ingin kurus, ada yg ingin sekali sedikit gendut, mungkin salah satunya kamu yang sedang membaca tulisan ini, apapun bentukmu kuruskah, gendutkah…  tetaplah bersyukur dan jangan lupa untuk bahagia, karna bahagia bukan hanya untuk mereka yg bertubuh ideal… bahagia  untuk yang gendut, untuk yg kurus, untuk yg sedang sakit, untukmu yg sedah bersedih…dan Bahagia untuk kita semua, and I choose to be Happy !! 🙂

Rate this article!
Tags:
author

Author: