Biarkan Aku BerCita-cita

Mau jadi apa teman?Apa cita-citamu? Jika ditanya soal cita-cita pada anak-anak pasti jawabannya banyak sekali, mau jadi pilot, mau jadi dokter, astronot, pak ustadz, koki, pesepak bola tapi juga pengusaha (double cita-cita). Apapun cita-cita mereka yang pasti bagaimana mereka mencapainya, tugas kita sebagai guru dan orang tua adalah mengantar mereka mencapai cita-citw itu.

Bicara soal cita-cita sendiri menjadi bagian penting dalam proses belajar mereka (anak-anak), ada sebagian orang beranggapan bahwa cita-cita hanya ada ketika masih kecil saja, nanti setelah mereka beranjak besar dan dewasa cita-cita itu akan berubah bahkan ada yang lupa apa cita-cita mereka dahulu ketika masih anak-anak. Sebenarnya statusnya si cita-cita itu adalah sebagai motivasi buat mereka, berusaha untuk menggapainya, mempunyai semangat setiap harinya.

Ketika membahas soal cita-cita, anak-anak akan panjang menjelaskannya, mereka akan bercerita sangat antusias tentang cita-cita mereka masing-masing sampai kita diajak membayangkan dan mengkhayalkan tentang cita-citanya. Kita diajak berimajinasi bersama mereka. Dalam posisi seperti ini, hal yang perlu kita lakukan hanya diam dan mendengarkan sesekali kita menanggapi tapi jangan kaget kalau nanti kita disuruh berhenti berkomentar “Nanti Bu, dengerin dulu belum selesai ceritanya”. Sebaiknya kita benar-benar menyimak.

Cita-cita, harapan, impian sepertinya sama ya? Semua itu adalah keinginan untuk diraih. Anak-anak pun demikian, bagaimana kita selaku guru dan orang tua mengarahkan mereka mencapai apa yang menjadi cita-citanya itu. Masih terlalu dini memang membahas cita-cita mereka tapi tak ada salahnya kita membicarakannya karena nanti memang seiring waktu dengan semakin bertambah dewasanya anak-anak pun akan menemukan apakah cita-citanya itu memang sesuai dengan dirinya. Yang penting kita mengarahkan mereka dan memfasilitasinya, perihal nanti kemudian mereka berubah atau tidak dengan cita-citanya bukan masalah karena bisa jadi mereka menemukan sendiri yang pas buat mereka.

Kita jangan sekali-sekali mematahkan semangat mereka untuk mengejar cita-citanya, bukan membuat mereka jadi patah arang dan tak mau lagi bercita-cita, mempunyai mimpi dan harapan. Anak-anak tanpa cita-cita seperti ‘zombie’ hidup tapi tak bernyawa, jangan sekali-sekali mengatur cita-cita mereka karena kita tak sama dengan mereka. Zaman kita dan mereka pun berbeda, niarkan mereka bercita-cita tinggi karena semua itu bukan hanya angan-angan mereka saja, bagi mereka cita-cita itu luar biasa , jika itu terpatri dalam diri mereka tidak menutup kemungkinan cita-cita itu akan mereka raih. ‘Aku ingin jadi Presiden, biar semua tidak ada yang kesusahan’. Apa kita harus larang mereka bercita-cita seperti itu? ‘Ketinggian nak, jadi pegawai saja’. Wahai orang tua, wahai guru … anak-anak kita memang yang nantinya jadi penerus bangsa, merekalah yang memang jadi pemimpin negeri. Jangan putuskan harapan mereka, jangan jatuhkan mimpi mereka, biarkan cita-cita mereka setinggi-tingginya, kita yang akan membantu mereka menapaki tangga menuju harapan dan cita-cita mereka itu.

Rate this article!
Biarkan Aku BerCita-cita,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Leave a Reply