Bersabarlah Bunda

“Ayo belajar dulu, ini baca buku terus berhitung juga”. Pasti kita-kita pernah mengalami hal itu, ditarik-tarik sama Ibu dirumah buat belajar padahal kita sendiri sedang asyik bermain dengan teman. “Ayo semuanya pulang dulu nanti main lagi, ini waktunya belajar dulu”. Sampai teman-teman kita disuruh pulang dan kita nya harus masuk ke rumah dan belajar. Bagaimana ya rasanya…pasti sedih. Lebih sedih lagi kalau pas lagi belajar kitanya lagi bad mood dipaksa berhitung dan membaca, terus karena tidak fokus dan konsentrasi semuanya salah dan alhasil kita dimarahi dan di omeli,dan sedihnya lagi karena tak bisa lantas dibentak-bentak. OK… itu hanya cerita lalu yang tidak akan terulang lagi, dan hanya untung nge rewind saja.

Karena ini zaman sudah modern dan canggih pastinya para orang tua khususnya para Ibu sudah cerdas dan modern, dan pasti cara mereka bersentuhan dengan putra dan putri nya sudah tidak tidak seperti orang tua kita dahulu. Tapi beberapa waktu lalu, seorang shabatku berkunjung ke rumah dan bercerita perihal kesulitan anaknya dalam hal belajar,saking semangatnya si Ibu cantik ini juga bercerita bahwa anaknya sulit sekali untuk diajari membaca dan menulis serta berhitung. Hai Mom,satu hal yang harus selalu kita ingat ada hal lain yang mungkin membuat anak-anak sulit untuk diajak belajar cara konvensional. Apa kita telah lupa dengan cerita masa lalu? Yng selalu diomeli jika tidak bisa, jika tidak paham dan bahkan sampai dibentak-bentak.

Belajar dengan cara konvensional memang cara yang paling gampang, tetapi kita sekarang berada di zaman dimana semua serba internet, tak ada salahnya jika kita sebagai seorang Ibu atau Guru mengulik-ngulik website tentang cara belajar yang menyenangkan buat anak-anak,selain cara ini bisa membuat kita lebih dekat dengan anak-anak dan juga tidak perlu mendaftarkan anak-anak ke tempat kursus, karena Ibu dan Gurunya sudah cukup bahkan lebih hebat dari tempat kursusnya. Untuk semua Ibu-Ibu di manapun kalian berada jika kalian mendapati anak-anak sulit untuk mengingat yang kita ajarkan, bukan berarti mereka tidak bisa, hanya perlu mengubah cara belajarnya saja jadi yang lebih menyenangkan. Anak-anak tak harus diomeli bahkan sampai dibentak-bentak, bisa saja saat itu mereka sedang bosan dengan cara belajar yang begitu-begitu saja.

Jika aku berkata bahwa sabar itu tak ada batasnya, pasti semua sudah tau. Tetapi tak ada salahnya jika kita saling mengingatkan untuk semua dan khususnya untuk diri ini kembali belajar sabar, bersabar dalam mebghadapi anak-anak karena mereka pun bersabar dalam menghadapi kita, mereka pastu hanya diam ketika diomeli atau dibentak-bentak. Tapi sebenarnya semua itu tak baik karena akan meninggalkan bekas nantinya, jika luka di tubuh bisa diobati lain halnya luka di hati (cieeee…puitis). Maksudnya kondisi psikologinya nanti, mereka akan takut untuk belajar, akan lebih sulit jika terjadi hal demikian. Ibu-Ibu pasti tidak mau hal inu terjadi? Sekali lagi jangan pernah memaksakan apa yang kita inginkan pada mereka, pun jika anak-anak tidak mau memegang buku atau memegang alat tulisnya, ganti dengan mengajak mereka memegang boneka,mobil-mobilan,atau membiarkan mereka bermain bersama temannya (anak canggih biasanya lebih memilih memegang gadget…please hindari). Alihkan dengan kegiatan lain, tetap dengan pengawasan kita.

Rate this article!
Bersabarlah Bunda,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: