Berkarir Lewat Tulisan? Siapa Takut

Beberapa tahun terakhir, dunia menulis semakin berwarna. Banyak muncul penulis baru yang ikut berpartisipasi meramaikan dunia literasi. Bagi saya peribadi, menulis adalah hal yang menyenangkan. Bisa memberi manfaat bagi orang lain lewat karya. Bukan hanya itu, jika dijalani dengan serius, dunia literasi ini juga bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan. Entah itu dengan menulis buku, artikel berbayar, atau menulis untuk kepentingan orang lain.

Beberapa penulis terkenal sudah membuktikan bahwa tidak ada ruginya berkarir lewat tulisan. Sebut saja Asma Nadia, Ahmad Rifai Rifan, Tere Liye. Karya dari ketiga penulis ini selalu menghuni rak best seller di toko buku. Kalau sudah seperti itu, bisa dipastikan berapa jumlah rupiah yang mereka terima dari hasil penjualan karyanya. Itu baru penulis yang masih bisa dibilang muda, lalu bagaimana dengan penulus senior? Banyak penulis yang bahkan sudah meninggal tapi karyanya masih terus dicari dan diperjualbelikan. Bukan saja menjadi karir di dunia, tapi menjadi pahala jariyah.

Bekerja sekali, hasilnya bisa bermanfaat berkali-kali. Itulah kekuatan sebuah tulisan.

Lalu apa yang harus dilakukan jika ingin serius berkarir dalam dunia kepenulisan ini?

1. Konsisten menulis

Apapun aktivitas yang dipilih, jika tidak dijalani dengan konsisten, akan sulit membuahkan hasil. Mahasiswa yang tidak konsisten mengikuti perkuliahan, mustahil menjadi sarjana, yang ada justru dikeluarkan dari kampus. Pedagang yang tidak konsisten jualan, bisnisnya tidak akan maju, tapi bisa bangkrut. Begitu juga dengan menulis, jika tidak dilakukan dengan konsisten, mustahil bisa menghasilkan karya. Apalagi menjadi karir yang menjanjikan.
Buatlah target untuk menulis berapa kata atau berapa halaman dalam sehari. Berikan punishment pada diri sendiri jika gagal memenuhi target tersebut. Ini salah satu cara mengkonsistenkan diri sendiri.

2. Masuk komunitas kepenulisan

Ini berkaitan dengan poin pertama. Salah satu cara agar kita konsisten menulis, yaitu dengan mengikuti komunitas kepenulisan. Dalam suatu komunitas, biasanya ada tantangan untuk menulis yang ditentukan waktunya. Setiap peserta harus mengikuti, karena menjadi syarat untuk jadi member tetap, misalnya. Nah, tujuan challenge seperti ini adalah melatih kita agar konsisten membuat karya. Selain itu, dalam komunitas juga biasanya banyak info kepenulisan yang bisa dimanfaatkan untuk mencapai karir yang diinginkan.

3. Ikut lomba kepenulisan yang terpercaya

Tak ada salahnya menguji kemampuan diri dengan mengikuti lomba. Jika terpilih sebagai pemenang, bisa menjadi ukuran bahwa karya kita sudah layak dibaca. Selain itu, ada yang lebih gurih tentunya. Hadiah sebagai pemenang hehe. Jika belum menang, bisa dijadikan motivasi untuk berkarya dengan lebih baik. Jangan langsung berputus asa. Ingat juga, jangan sembarang ikut lomba, cek terlebih dahulu apakah terpercaya atau tidak. Jangan sampai karya kita disalahgunakan oleh orang lain.

Itu langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk berkarir lewat tulisan.

Satu yang harus diingat, walaupun kita mengejar karir dunia lewat tulisan. Jangan pernah lupa bahwa apapun yang kita tulis, akan menjadi tanggung jawab setelah kehidupan ini selesai. Tulislah kebaikan, agar bukan hanya dunia yang kita raih, tapi kebaikan akhirat juga menyertai.

Rate this article!
author

Author: 

Leave a Reply