BERCERMIN PADA HUKUM SEBAB AKIBAT

BERCERMIN  PADA HUKUM SEBAB AKIBAT

Kenapa saya katakan mengapa ada istilah bercermin pada hukum sebab akibat, percaya atau tidak didunia ini berlaku hukum seperti itu (sebab-akibat)yang tidak kita sadari. Hukum yang membuat kita harus berpikir dahulu sebelum melakukan sesuatu didunia ini, apa hal itu adalah kebaikan atau keburukan yang kita lakukan. Karena dunia mempunyai konsekuensi terhadap hukum ini suka ataupun tidak, hukum itulah yang terjadi. Setidaknya kita bisa memilih hal-hal apa yang kita lakukan dalam hidup ini baik atau jeleknya.

Karena alam tak pernah tidur meski alam terlihat bisu tapi alam selalu mencatat perbuatan apapun yang kita lakukan, apa-apa disekitar  kita menjadi saksi atas segala perbuatan kita didunia. Sifat alam yang diam bukan menandakan kita bisa berbuat semena-mena kepadanya. Tapi setidaknya kita berpikir merusak alam sama dengan merusak kehidupan dibumi ini. Karena kita adalah bagian dari segolongan mahluk yang bernyawa dibumi ini. Misalnya akibat ulah manusia yang berani dengan alam menebang pohon sembarangan akhirnya alam sendiri yang menghantarkan banjir sebagai akibat ulah manusia itu sendiri.

Ketika kita berbicara dengan orang lain dengan berniat menyinggung perasaannya secara tidak sengajapun akan kembali pada diri kita. Itulah dunia laksana tempat bola yang dipantulkan kembali pada diri kita sendiri. Sehingga ketika kita berbuat sesuatu apapun kembali kepantulan diri sendiri. Itulah kenapa tinggal diri ini mau ingin menjalani hal yang mana kebaikan atau keburukan andalah sendiri yang memilih.

Dunia ibarat kertas putih mau kau corat apa warna terserah kamu, karena diri sendirilah yang memilih apa warna yang digunakan untuk menjalani kehidupan kita. Allah selalu mendengar apa yang kita pikirkan atau niatkan, karena Dia (Allah) maha tau. Apalagi seperti melakukan kejelekan perbuatannya inilah yang kembali padanya lewat arah dari mana saja. Itulah yang selalu dibilang dalam sabda Nabi yang berbunyi “kalau engkau tidak bisa berbicara dengan baik lebih baik diam”. Karena sama saja kita menggunjing kejelekan keorang lain sama saja engkau menyakiti diri sendiri. Kita mau protes sama Allah yang seperti apa, ini adalah sebuah resiko kehidupan yang kita pilih sendiri. Ketika mau berbuat baik sama saja membuat dirimu baik tapi bila kau berbuat jelek sama saja dirimulah yang bersikap jelek.Karena semua adalah cermin dari hukum sebab dan akibat. Jadi selalu sadar, eling, waspada dalam menjalani hidup ini kita mau tunjukkin kartu kita berwarna apa. Semoga kita semua menjadi mahluk yang tercerahkan dan selalu sadar sehingga tidak mengidap hukum perubahan (sebab-akibat) itu.

Teratai

Rate this article!
author

Author: