Berbohong Kepada Anak, Bahayakah?

Terkadang orang tua masih membujuk anak dengan cara berbohong. Misalnya anak tak mau mandi sore, maka biasanya orang tua akan membujuknya untuk mandi nanti setelah mandi akan dibelikan mainan. Ternyata setelah mandi orang tua malah sibuk sendiri dengan pekerjaannya sehingga mengabaikan janji dan bahkan parahnya perasaan anak.

Biasanya anak akan menagih janji tersebut. Lanjutannya ya tergantung orang tuanya masing-masing. Ada yang memenuhinya, ada yang justru memarahi anaknya, bahkan ada juga yang menambah dengan kebohongan berikutnya. Sadarkah kita bahwa berbohong kepada anak dapat memiliki dampak negatif?

  1. Berdosa

Berbohong walaupun hanya kepada anak tetap tercatat sebagai dosa lho, karena apa yang kita katakana tidak sesuai dengan kenyataan. Rasulullah bersabda:

“hendaklah kamu selalu benar. Sesungguhnya kebenaran membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa ke surga. Selama seorang benar dan selalu memilih kebenaran, dia tercatat di sisi allah sebagai orang yang benar. Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa ke neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta, dia tercatat di sisi allah SWT sebagai pendusta.” (HR. Bukhari)

 

Jadi mulai sekarang berhati-hati jika membujuk anak, jangan sampai ada unsur kebohongan di dalamnya.

 

  1. Membuat anak kecewa

Bagaimana perasaan kit ajika dibohongi? Kecewa bukan? Begitu juga dengan perasaan anak yang dibohongi. Walaupun anak tersebut belum bisa berbicara, tapi tetap ada pancaran kekecewaan dari dalam dirinya. Apalagi anak yang lebih besar, biasanya akan menunjukkan ekpresi yang lebih seperti marah dan lain sebagainya.

 

Ada sebuah cerita menarik, sebut saja Andi yang pagi itu akan berangkat sekolah. Setahu Andi hari itu ibunya akan pergi wisata religi dengan teman-teman pengajian. Andi ingin ikut, tapi ibunya tidak mengizinkan. Andi marah tak mau sekolah, kemudian sang Ibu membujuk Andi supaya sekolah dulu nanti pulang sekolah akan diajak ikut berwisata.

 

Andi mau dibujuk, dan akhirnya mau pergi sekolah. Tapi apa yang terjadi ketika Andi pulang sekolah? Mendapati ibunya tidak ada dan sudah pergi Andi sangat kecewa. Dia marah dan menangis berjam-jam tanpa mau dibujuk oleh siapapun. Fatal bukan akibat dari berbohong ini?

 

  1. Tanpa sadar telah mengajari anak berbohong.

Anak adalah peniru terbaik. Dia menirukan apa yang orang tua perlihatkan maupun ucapkan kepadanya. Termasuk berbohong. Ketika dia sadar dia telah dibohongi dia kemudian akan melakukannya. Entah kepada temannya, adiknya, orang tuanya, kakek dan neneknya dan lain sebagainya. Karena menurutnya apa yang dilakukan orang tuanya adalah benar.

 

Jadi ketika berkali-kali dibohongi respon otak anak akan menandai bahwa berbohong bukanlah perbuatan yang salah karena baik orang tua maupun orang dewasa siekelilingnya melakukan itu.

  1. Merusak nalar berfikir anak.

Ketika anak menanyakan sesuatu, pernahkah kita menjawab dengan kebohongan? Misalnya menanyakan adik di dalam perut ibu nanti keluar lewat mana? Seringnya jawaban yang kita berikan adalah kebohongan, karena menganggap hal tersebut tabu untuk diketahui anak. Padahal dengan menjawab yang tidak sebenarnya, akan merusak nalar befikir anak.

Jujur memang tidak mudah, tapi berbohong lebih fatal akibatnya. Yuk mulai sekarang kita biasakan berkata jujur kepada anak-anak kita. Membujuk anak dengan cara yang jujur kita bahas besok ya.

 

Rate this article!
Tags:
author

Author: