Berbagi Kisah Lewat Tulisan

Sebenarnya bakat menulis saya sudah ada sejak masih SD.  Saya jago sekali kalau disuruh membuat karangan dalam pelajaran Bahasa Indonesia.  Selain itu, sejak kelas 5 saya sudah mulai menulis aktivitas harian saya di buku harian.  Dengan kalimat pembuka, Buku Diariku…

Beranjak dewasa, saya mulai suka menulis cerita fiksi.  Beberapa sumbernya dari kisah-kisah pribadi saya dan orang-orang di sekitar saya.  Salah satunya para sahabat yang pernah menjadi bagian dari masa-masa sekolah saya. Bahkan mereka secara khusus pernah meminta saya membuatkan sebuah kisah cinta antara mereka dan sang pangeran yang mereka taksir.  Cinta monyet tuh! Hehehe…

Waktu berlalu, hingga akhirnya saya mulai berkeluarga.  Sepertinya sudah lama sejak terakhir kali saya menulis sebuah cerpen.  Yah! Banyak sekali kisah-kisah yang sudah saya tulis.  Namun, tak satupun tulisan-tulisan itu saya publikasikan.  Selain kurang percaya diri, saya juga merasa bahwa kisah yang saya tulis adalah kisah nyata dari orang-orang yang mempercayakan ceritanya untuk saya dengar.  Dan sepertinya saya harus meminta ijin kepada mereka jika harus mempubilkasikannya.

Keinginan untuk kembali menulis semakin menggebu, ketika saya bergabung dengan beberapa grup kepenulisan. Salah satunya Grup KMO yang dimentori oleh Mas Tendi Murti.  Pertama kali masuk grup ini, kami para peserta diminta untuk mengikrarkan sebuah kalimat yang membuat saya terdorong kembali untuk menulis.  Sebuah ikrar yang membuat saya harus mencari jawaban atas tugas yang telah beliau berikan kepada kami para peserta KMO.

“Kenapa harus menulis?”

Ya! Kenapa saya harus menulis? Kenapa saya tidak cukup mendengarkan saja? Toh, menjadi pendengar itu lebih mudah daripada menjadi penulis.

Otak saya terus berputar seiring deadline yang diberikan kepada kami untuk segera mengumpulkan tugas.  Hingga sayapun teringat sebuah buku yang pernah dituliskan oleh salah satu penulis favorit saya,  Andrea Hirata.  Dimana melalui bukunya yang berjudul Laskar Pelangi, beliau berhasil membakar semangat para generasi bangsa untuk tak pernah takut bermimpi, untuk tak pernah menyerah menggapai cita.  Sekalipun berasal dari pedalaman, dari keluarga yang kekurangan, namun mimpi akan tetap bisa diraih.

Dan hari ini, saya tahu alasan dibalik kenapa saya harus menulis.  Karena saya ingin berbagi kisah tentang perjalanan hidup, tentang cinta, tentang harapan, dan semua kisah yang mungkin bisa membuat orang-orang termotivasi dan juga terinspirasi.  Saya ingin membagikan kisah tersebut lewat tulisan, lewat karya yang kelak akan bisa menjadi sejarah.

Dan sekali lagi, pada hari ini, saya mengijinkan diri saya untuk menjadi seorang penulis dengan menerbitkan minimal satu buku dan menjadikannya best seller atau lebih baik dari itu.  Semoga Allah meridhoi langkah saya untuk terus bisa berbagi lewat sebuah karya tulis.  Aamiin… Insya Allah!

Rate this article!
Tags:
author

Author: