Be a Happy Mom, Not Super Mom

Ada yang bilang, seorang ibu harus menguasai semua ilmu. Harus bisa masak, harus pintar segala ilmu pengetahuan agar bisa mengajari anak-anaknya, harus pakar psikologi biar jadi tempat curhat anak-anaknya, harus pakar agama biar bisa mengajari anaknya beribadah. Sekilas memang ada benarnya. Mengingat besar sekali tanggungjawab seorang ibu. Hingga terlupakan, bahwa ibu juga seorang manusia biasa. Jadi, sebaiknya bagaimana? Apa yang harus dimiliki seorang ibu?

Saya akan berbagi berdasarkan pengalaman saya sebagai seorang ibu yang memulai dengan kacau. Hingga akhirnya tersadarkan akan beberapa point penting berikut ini.

  1. Bahagiakan diri sebelum membahagiakan anak. Sudah fitrahnya seorang ibu akan selalu mengutamakan anaknya. Hingga tak jarang mengabaikan kebutuhan dirinya sendiri. Namun, yang sebenarnya, seorang ibu hanya bisa memberikan apa yang dia miliki. Sebelum sang ibu bisa membahagiakan anak-anaknya, selayaknya temukan terlebih dulu apa makna kebahagiaan itu. Dan itu sifatnya personal, dalam artian semua orang bisa berbeda. Yang pasti bahagia adalah tanggungjawab diri sendiri. Maka jangan menggantungkannya pada orang lain. Anak pun akan mengikuti apa yang dirasakan oleh orangtuanya, terutama ibunya.

 

  1. Manajemen waktu, tentukan skala prioritas. Begitu banyaknya kewajiban seorang ibu, sehingga kadang 24 jam sehari terasa tidak cukup. Makanya sangat penting bagi seorang ibu menentukan skala prioritas. Mana yang harus dikerjakan segera, mana yang bisa ditunda, dan mana yang bisa didelegasikan kepada orang lain.

 

 

  1. Jangan mencoba melakukan segalanya, sadar keterbatasan diri. Yup! Jangan sungkan mengakui bahwa kita butuh bantuan orang lain. Tidak ada yang menuntut seorang ibu harus tampil sempurna. Justru harus memikirkan kebutuhan diri sendiri. Termasuk kesehatan, harus dinomorsatukan. Justru bila ibu memaksakan diri, yang berakibat ambruk nantinya, akan timbul masalah. Bagaimana bisa mengerjakan kewajiban sehari-hari, dan hadir penuh untuk anak-anak. Karena kehadiran ibu begitu dibutuhkan anak-anaknya.

 

  1. Mempunyai hobi di tengah rutinitas. Jangan karena terjebak rutinitas sehari-hari, jadi tidak sempat lagi meluangkan waktu untuk melakukan hobi. Atau istilah kerennya “me time”. Milikilah hobi sesuai dengan passion masing-masing. Tidak harus hobi yang “keibuan” seperti memasak, membuat kue, mengatur dekor rumah. Tapi juga bisa hobi seperti membaca buku, menyanyi, mendengarkan musik. Pilih hobi yang bisa dikerjakan bersamaan dengan mengurus rumah. Dan juga atur waktu untuk “me time” kita. Setelah menentukan skala prioritas, masukkan “hobi”  sebagai salah satu “to do list” yang harus dilakukan.

 

 

  1. Maksimalkan family time, benar-benar hadir bersama anak. Biasakan apapun yang kita kerjakan, hadirlah secara penuh, atau mindfulness. Jangan karena terlalu banyak yang harus dikerjakan, membuat kita jadi tidak fokus. Saat mengerjakan satu hal, langsung terpikir hal selanjutnya yang harus dikerjakan. Ini akan menjadikan kita tidak maksimal. Termasuk saat mengasuh anak-anak. Meskipun anak-anak masih kecil sekalipun, mereka akan tahu bedanya, saat orangtuanya benar-benar memperhatikan atau tidak. Meski waktu kita tak banyak, dengan fokus saat mengerjakan suatu hal, akan meminimalisir hal yang tak diinginkan dan memperbaiki kualitas. Baik kualitas pengerjaan tugas-tugas domestik, maupun kualitas hubungan antara ibu dan anak.
Rate this article!
author

Author: 

Leave a Reply