Bayi Kuning, Normalkah?

Terinspirasi dari pengalaman pribadi. Setelah melahirkan anak pertama, tidak bisa langsung dirawat gabung bersama saya. Dikarenakan infeksi terminum air ketuban dan juga hyperbilirubin yang mengharuskannya di fototherapi. Apa itu hyperbilirubin?

 

Jadi, bilirubin merupakan salah satu senyawa yang terjadi karena hasil pemecahan dari sel darah merah yang kemudian di keluarkan melalui plasenta yang ada di dalam tubuh. Bilirubin lebih dikenal dengan istilah kuning yang terjadi pada bayi yang baru lahir. Normalnya kuning pada bayi akan hilang dengan sendirinya jika dikeluarkan melalui air seni dan saat bayi buang air besar. Bila tidak dikeluarkan, maka akan menumpuk di dalam tubuh dan akan menyebabkan hiperbilirubin, yang kemudian bisa disebut dengan istilah ikterus neonatus.

Ada dua macam ikterus, ada yang tidak berbahaya dan ada yang berbahaya.

  1. Ikterus neonates fisiologis

Inilah jenis kuning yang banyak dialami oleh bayi baru lahir. Normalnya pada usia 2-4 hari, biasanya akan sembuh dengan sendirinya ketika usia 7 hari.

 

  1. Ikterus neonatus patologis

Yang ini jenis bilirubin yang berbahaya. Biasanya penyebabnya serangan bakteri atau virus. Bisa terlihat dari hasil pemeriksaan darah, yaitu kadar bilirubin dalam tubuh bayi. Bila sudah berkisar pada angka lebih dari 15 mg/dl dalam waktu 14 hari, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut pada dokter anak. Kemungkinan akan diperlukan fototherapi, selama 24 jam. Berapa lamanya waktu yang dibutuhkan, akan ditentukan dokter kemudian.

Anak saya yang pertama, ketika baru lahir, di hari kedua sudah dianjurkan untuk fototherapi. Sementara kuning berlanjut, meskipun sudah banyak diberikan ASI, maka berlanjut fototherapi hingga usianya hampir 2 minggu. Jangan ditanya bagaimana perasaan saya sebagai seorang ibu. Tapi sangatlah penting bagi ibu pasca melahirkan untuk menjaga kestabilan emosi. Selain agar tidak terkena baby blues yang bisa semakin parah menjadi depresi bila tidak ditangani; juga untuk memperlancar keluarnya ASI. Dukungan suami, keluarga dan lingkungan, sangat diperlukan.

Rate this article!
Bayi Kuning, Normalkah?,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: