Bantulah Untuk Menjaga Pandangan Liarku Cantik!!! (1)

Wanita adalah makhluk indah yang diciptakan oleh Allah. Dengan segala keindahan itu mampu membuatku ingin memandang dan bahkan ingin menikmati keindahan tersebut. Mungkin banyak yang mengatakan bahwa dimensi cinta antara lelaki dan perempuan itu beda. Dimana lelaki seringkali terpesona pada fisik dan pandangan pertama sedangkan wanita lebih kearah sifat dari laki – laki tersebut, walaupun pada kenyataan fisik laki – laki itu menjadi nilai tersendiri juga buat para wanita.

Mata merupakan anugerah yang terbesar yang diberikan Allah kepada setiap manusia. Melalui anugerah tersebut ini kita dapat melihat berbagi ciptaan Allah yang sungguh mengagumkan, termasuk wanita Melalui mata inilah jerat – jerat setan mulai menghampiriku. Bukan perkara yang mudah untuk menundukkan pandangan walaupun juga bukan perkara yang sulit untuk dilakukan. Tetapi disinilah perang yang sesungguhnya dimulai, perang untuk melawan hawa nafsu dan perang untuk bersegerah menundukkan pandangan dari hal yang diharamkan oleh Allah.

Dari mataku dosa mulai berdatangan, ketika aku tidak mampu menundukkan pandangan yang disertai dengan nafsuku. Mata yang seharusnya membuat aku lebih bersyukur dan memanfaatkannya untuk menjalankan perintah Allah, mengkaji kebesaran-kebesaran Allah dan digunakan untuk melakukan kebaikan malah aku gunakan untuk berbuat hal-hal yang diharamkan Allah.

Aku bisa segera menundukkan pandangan ketika berada ditengah keramaian tetapi hal yang cukup sulit ketika aku berduaan dengan media sosial. Disini kadang setan mulai menggoda, apalagi ketika ada seorang wanita yang mungkin aku suka dan di media sosialnya banyak terdapat foto pribadinya, bukan hanya sekedar melirik tetapi pada akhirnya malah kepo habis – habisan terhadap foto – fotonya. Disinilh keimananku bermain, setan mulai membisikkan, kamu ingin mengenalnya lebih dalam gapapalah untuk melihat foto – fotonya dan timbullah perasaan yang memang susah untuk diungkapkan dengan kata.

Bukan untuk menyalahakanmu, tetapi bisakah kamu untuk tidak  bertabarruj, tidak perlulah kamu menampakkan sebagian anggota tubuhmu atau perhiasan di hadapan laki – laki asing. Wahai saudariku dimanakah esensi dari hijabmu sebagai Al Haya’ (rasa malu)? Yang seharusnya kamu berpikir ribuan kali untuk tidak memasang wajahmu di media sosial.

Sekali lagi bukan untuk menyalahkanmu, tetapi ini juga salahku yang tidak bisa menundukkan pandangan yang seharusnya aku lakukan baik ditengah keramaian maupun di kala sendirian. Kadar imanku masih rendah maka bantulah aku untuk menundukkan pandangan liarku.

 

 

 

author

Author: