Bagaimana Menumbuhkan Kemandirian Anak Sejak Dini ?

“ Biii…lepasin sepatuku dong “ teriak Doni manja.  Belum lagi bibi selesai melepas sepatunya Doni sudah merengek lagi “ Bi..ambilin air dingin ya, aku haus “ ujarnya yang kehausan sepulang sekolah. Mama Doni yang mengetahui Doni sering menyuruh si bibi mengambilkan ini dan itu, atau melakukan sesuatu, terlihat gusar.

Sudah sering dia menasehati Doni agar dia melakukan sesuatu yang bisa dilakukannya. Doni sudah kelas 4 SD dan dia sering menyuruh orang lain melakukan pekerjaan yang bisa dilakukan oleh anak Tk!. Bila dinasehati Doni langsung ngambek dan mukanya merengut!. Haduh bagaimana ini ? keluh mama Doni.

Nah, anda sebagai orang tua tentu tidak ingin anak anda seperti ini bukan?. Sebagai orang tua pasti anda menginginkan anak anda mandiri. Kemandirian itu adalah salah satu aspek penting yang harus dimiliki setiap individu. Mandiri berarti dalam keadaan dan kondisi apapun, seseorang mampu berdiri sendiri tanpa harus bergantung kepada orang lain. Kemandirian sangat berkaitan dengan pencapaian tujuan hidup, prestasi dan kesuksesan di masa nanti.

Bagaimana anda sebagai orang tua bisa menumbuhkan kemandirian pada anak sedini mungkin ?

Kemandirian pada anak bisa ditumbuhkan sedini mungkin sejak bahkan sejak anak anda masih bayi. Wah bagaimana bisa? Simak penjelasan berikut ini

  • Usia Bayi 0-6 bulan

Anda pasti sering menggendong bayi anda bila dia sedang menangis atau lapar untuk menentramkannya. Nah, adakalanya anda juga sering menggendongnya ketika dia sedang bermain sendiri di boks nya. Jika bukan waktunya minum asi atau sedang diganti popoknya, biasakanlah anak anda bermain sendiri di boks nya. Periksalah sekali-kali boks nya untuk memastikan bayi anda baik-baik saja ketika sedang bermain sendiri atau mengoceh sendiri. Kalau perlu tempatkanlah boks bayi tidak terlalu jauh dengan tempat anda beraktifitas. Ini melatihnya mandiri agar tidak perlu digendong seharian yang tentunya juga akan melelahkan anda.

  • Usia Bayi 6-12 bulan

Anda bisa melatihnya mandiri makan biskuit sendiri biarpun kadang-kadang terlepas. Anda juga bisa melatih jari tangannya dengan menggenggam gelas plastik agar dia terbiasa minum sendiri.Biarkan saja meskipun kadang tumpah dan membasahi bajunya, namanya juga belajar.

  • Usia Batita
  • Sediakan makanan di piring plastik dengan porsi makanan sedikit, latihlah dia untuk menyendokkan makanan sendiri ke mulutnya.
  • Anda juga bisa melatihnya memakaikan sepatu sendiri meskipun mungkin anak masih terbalik memakainya karena belum bisa membedakan mana kiri dan kanan.
  • Ajarkan juga dia toilet training, jika anak anda ingin pipis biasakan mereka mengatakan pada anda mau pipis atau pup, jangan dibiasakan terus memakai pampers jika anak anda sudah bisa berbicara dan mengatakan sendiri ingin pipis.
  • Usia Prasekolah
  • Anda bisa mengajarkannya memakaikan baju sendiri dan mengancingkannya.
  • Mulailah belajar tidur sendiri di kamar terpisah
  • Melibatkan anak membantu pekerjaan rumah anda misalnya menaruh ke dapur piring makanannya yang sudah kosong, membereskan tempat tidur, merapikan mainannya sendiri 

 

  • Usia Sekolah
  • Biasakanlah anak melakukan aktivitas mandi, berpakaian dan mengenakan sepatu sendiri. Sudah waktunya mereka melakukan itu sendiri tanpa harus dibantu orangtua ataupun pengasuhnya lagi.
  • Libatkanlah anak anda mengerjakan tugas rumah seperti membantu anda membersihkan debu atau pun mengelap meja, menyapu dll. Meskipun kadang mereka malah membuat pekerjaan rumah anda semakin lama tetapi hal ini untuk pembiasaan anak agar terbiasa membantu orang tua

Nah , apa yang anda lakukan bila anak anda terlanjur manja seperti kasus Doni diatas? Sifat manja Doni tidak terlepas dari pola asuh anda yang sebelumnya membiasakan Doni dilayani, akibatnya Doni menjadi tidak mandiri. Untuk itu anda haru menerapkan pola yang tegas pada Doni

  • Kompak dengan semua pihak

Bekerjasamalah dengan semua anggota keluarga anda agar anak melakukan pekerjaan tersebut sendiri tanpa dibantu.Anda sendiri harus tega demi kebaikannya.  Hal ini tidak akan terwujud apabila ada salah satu anggota keluarga tidak tega.

  • Berkomunikasi dengan anak

Komunikasikan kepada anak bahwa hal ini untuk kebaikannya nanti. Berikanlah motivasi padanya bahwa anak bisa melakukannya dan bersabarlah bila anak tidak serta merta menjadi mandiri

  • Konsisten

Anda harus bersikap konsisten terus , mengajarkan kemandirian padanya . Jangan sekali waktu anak harus mandiri, tetapi dilain waktu anda membantunya. Biasakanlah hal ini agar sikap mandiri tertanam padanya

  • Berikan Penghargaan

Berikan lah mereka ciuman dan pelukan hangat apabila anak anda telah berhasil melewati masa “manjanya” dan menjadi anak yang mandiri. Pujilah mereka agar anak anda merasa bahwa kerja kerasnya selama ini tidak sia-sia.

Menjadi orangtua yang tegas dan bertanggungjawab tidaklah mudah. Melatih mereka mandiri bukanlah berarti anda tidak sayang padanya. Justru karena anda sangat menyayanginya, anda harus tega melakukannya. Kemandirian adalah salah satu kecerdasan emosi yang perlu dikembangkan sejak dini. Anak-anak yang mandiri akan mempunyai daya juang yang tinggi untuk menghadapi tantangan apapun yang akan ditemui dalam hidupnya kelak. Tugas andalah sebagai orang tua untuk membantu mengembangkannya sejak dini.

Salam,

Tita Dewi Utara

KMO 07

Sarapan Kata ke 20

Tags:
author

Author: