Baca Yuk!

“Bacalah dengan menyebut Nama TuhanMu yang menciptakan (1)Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah(2) Bacalah , dan Tuhanmulah yang Maha pemurah (3) Yang mengajar manusia dengan perantara kalam (4) Dia mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya” Q.S. Al ‘Alaq:1-5

Dari ayat Al Qur’an diatas sangat jelas bahwa membaca dan menulis sangatlah penting, dengan menbaca dan menulis akan bertambah pengetahuan kita atas apa yang tidak kita tahu. Sebagai seorang Muslim yang memiliki pedoman yang jelas dan nyata berarti bukan sesuatu yang harus di perdebatkan baik membaca dan menulis adalah hal yang sangat penting. Kegiatan yang sangat sederhana namun bermakna yang luar biasa. Tapi sangat di sayangkan pada kenyataannya, tak banyak dari kita yang menyadari akan hal itu. Imbas yang nampak terjadi di kalangan generasi sekarang yang semakin jauh dari kedua aktivitas ini.

Seperti sebuah slogan “Buku adalah jendela dunia”, maksudnya disini adalah buku jika kita membacanya akan bertambah pengetahuan kita tentang apa saja yang ada di dunia ini. Dengan buku kita jadi banyak tahu, bertambahlah pengetahuan kita. Namun, ternyata di negara kita ini sangat rendah minat baca masyarakatnya. Tak usah aku membahas tentang masyarakat satu negara, dari yang terdekat denganku saja anak-anak muridku yang selalu bersamaku setiap hari.

Pernah aku membuat suatu agenda di kelas ‘pekan literasi’, semua awalnya sangat antusias untuk tahu apa itu ‘pekan literasi’. Ketika aku jelaskan, bahwa dalam satu pekan mereka harus membaca satu buku, dan itu buku yang disukai. Kalimat yang muncul setelah itu “Bu, satu saja ya bukunmya?”. Tanya Tsabit . “Iya, tapi kalau mau lebih juga boleh. Lebih bagus” Jawabku. Wah! hiruk pikuk mereka di depan rak buku, memilih dan mencari buku yang mereka ingin baca. Aku terpukau ketika mereka melapor buku yang mereka pinjam lebih dari satu, bahkan ada yang sampai 3 buku. “Itu dibaca dalam satu hari semua ya?”. Semakin terpukau ketika mereka semua mengangguk. Bahagia sekali mengetahui antusias mereka untuk membaca, rasanya tak salah aku mengadakan agenda pekan literasi.

Dalam agenda kelas biasanya waktu dibatasi untuk satu kegiatan, kegiatan membaca ini dilakukan di awal waktu, di pagi hari yang cerah. Dengan harapan semuja masih fresh dan mengawali hari dengan suatu yang baik. Waktu yang aku rencanakan hanya 1 jam untuk membaca itu, dan boleh dilanjutkan pada saat waktu senggang antara istirahat danmenunggu waktu zuhur serta setelah tutup kelas. Tak terbayang bahagianya aku dengan melihat mereka memegang buku dan membaca baris perbaris buku itu. Tapi rasa bahagia itu tak berlangsung lama, mungkin sekitar 10 menit dan aku mendengar sayup-sayup berkata “ngantuk…” “capek…” “pegal…” Kutengokan kepala ke arah mereka, sungguh kopntras sekali kejadian saat itu dan saat 10 menit yang lalu. Beberapa diantara mereka tidak lagi dengan posisi duduk tetapi dalam posisi tiarap dengan kepala menelungkup dan buku di timpakan di atas kepala, ada juga dengan posisi berbaring dengan buku menutup wajah, ada lagi dengan masih duduk tetapi sambil mengantuk.

(Tepok jidat), semangat yang luar biasa ternyata hanya diawal saja. Ambil positifnya mereka ada rasa antusias untuk membaca walaupun hanya beberapa saat, berpositif lagi mungkin bisa jadi besok mereka lebih semangat lagi. Setelah itu, mereka mulai memelas untuk meminta pengampunan (seolah-olah) untuk menyelesaikan agenda membaca pagi itu. Mau dipaksakan juga percuma karena dari diri mereka sudah tidak mau. Ok, hari itu agenda membaca diselesaikan.

Dalam hal ini, aku mencari cara lain untuk memancing minat mereka untuk membaca. Salah satu yang biasa aku lakukan mengajak mereka ke perpustakaan daerah, dengan koleksi buku yang lebih banyak kemungkinan mereka akan lebih berminat. Cara lain, biasanya aku mengajak mereka ke toko buku. Mencari buku yang mereka inginkan dan menjadi milik pribadi mereka, itung-itung sebagai koleksi pribadi. Ternyata, kedua cara itu memang berpengaruh walau tak banyak, dalam satu minggu mereka rutin membaca walau sebentar.

Dan sekarang yang rutin aku lakukan adalah bercerita untuk mereka setiap pagi., apa itu cerita dongeng, artikel-artikel menarik juga sering aku bacakan. dan aktivitas ini ternyata ditunggu mereka setiap hari. Untuk saat ini mungkin mereka cukup hanya mendengarkan cerita dulu, dan berharap akan berlanjut dengan ingin mencari tahu sendiri dengan membaca.

Ini cerita dari kelompok kecil saja, dari sekelompok anak-anak. Bagaimana dengan yang lebih besar lagi, apa harus di beri solusi yang sama dengan anak-anak muridku ‘dibacakan cerita’. Sekarang banyak sudah program, membaca untuk daerah-daerah, perpustakaan keliling, dari perorangan pun banyak, demi masyarakat yang gemar membaca.

Rate this article!
Baca Yuk!,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: