Apa Tujuan Hakiki Kita?

Apa Tujuan Hakiki kita?

 

Tak dipungkiri jika manusia memang tempatnya salah dan khilaf.

Maka dari itu setiap diri diperintahkan untuk senantiasa memperbaiki niat dalam segala aktivitas.

Setiap detik memperbaharui keikhlasan setiap amal -amalnya.

Para salafush shaleh senantiasa memperbaiki keikhlasannya karena Allah Swt di setiap amal mereka. Kita pun demikian seharusnya. Saat takbiratul ihram kita berniat shalat karena Allah Swt dan bukan karena yang lain. Lalu ketika di tengah-tengah rukuk terbersit riya yang mengotori hati kita, maka perbaiki lagi niat itu.

Demikian seterusnya setiap detiknya kita perbaiki hingga salam terakhir dan doa yang kita panjatkan.

Hidup ini pun demikian adanya. Setiap detik dan setiap kesempatan, selalu kita ingatkan diri kita bahwa hanya Allah tujuan kita, bukan pujian ataupun dunia dan seluruh isinya.

Iblis akan senantiasa menggoda kita dari segala arah, depan, belakang, kanan, kiri, atas, bawah, bahkan di saat kita beribadah pun ia akan selalu menggoda kita. Ia akan bekerja keras untuk menjadikan kita sebagai pengikutnya. Dalam sebuah hikmah dari seorang Fudhail bin Iyadh, salah seorang tokoh salafush shaleh dikatakan bahwa Iblis akan unggul atas manusia bila berhasil memunculkan salah satu dari tiga sifat berikut, yakni :

»»Kekaguman (ujub) pada diri sendiri,

»»Melebih-lebihkan amal diri sendiri, dan

»»Kealpaan atas dosa-dosa yang pernah dilakukan.”

Sifat senang dipuji menjadi salah satu langkah iblis untuk menjatuhkan  manusia ke lembah yang hina.

Berhati-hatilah dalam setiap langkah hidup kita.

Selalulah peka terhadap perubahan kondisi hati kita. Jangan terlalu cepat senang ketika orang lain memuji kita, karena bisa jadi Allah masih menyembunyikan aib diri kita.

Dalam sebuah hikmah yang lain dikatakan bahwa andai saja manusia dapat mencium aib diri kita, maka mereka akan merasa sangat terganggu dikarenakan betapa baunya diri kita karena banyaknya aib yang kita miliki.

Oleh karena itu selalulah memohon kepada Allah agar Dia selalu menyembunyikan aib kita sembari kita memperbaiki semua kesalahan yang ada. Jika hanya Allah tujuanmu, maka dunia dan seluruh kemuliaan akan mengikutimu, namun jika hanya kemuliaan yang engkau tuju, maka yakinlah Allah Swt akan meninggalkanmu, dan tak ada arti apapun jika Allah meninggalkan kita.

Marilah kita luruskan niat kembali dan senantiasa berdoa agar Allah Swt menjaga kelurusan niat kita hanya tertuju padaNya.

Allah ghayatuna.

Wallahu A’lam bishawab

Rate this article!
Apa Tujuan Hakiki Kita?,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Leave a Reply