Apa Saja yang Mesti Dibawa saat Melahirkan?

Kehamilan sudah mendekati perkiraan kelahiran? Wah! Tentunya sudah harus bersiap-siap ya, mengemasi berbagai keperluan. Tapi untuk yang baru pertama kali akan menyambut kelahiran tak jarang ada kebingungan mau mempersiapkan apa. Ini pun sempat saya alami dulu. Nah, mungkin tips berikut ini bisa membantu.

  1. Pastikan dulu mau melahirkan di mana. Ini penting. Karena kita juga harus tahu fasilitas apa saja yang disediakan di tempat bersalin nanti. Ada yang menyediakan pakaian untuk pasien. Ada yang sudah menyiapkan pakaian bayi.
  2. Kelahirannya spontan ataukah sesar. Ini juga akan mempengaruhi berama lama kita dirawat. Dan tentunya mempengaruhi seberapa banyak bawaan kita. Untuk yang melahirkan spontan, ada yang tak perlu menginap bila memang lancar dan aman prosesnya. Biasanya paling lama dirawat dua hari. Dan untuk ibu yang operasi sesar, dirawat 3-7 hari. Tergantung dari cepat atau lambat pemulihannya.
  3. Seberapa jauh jarak lokasi tempat melahirkan. Tentu sangat disarankan semakin dekat lokasinya semakin baik. Bila ada barang-barang yang tertinggal sekalipun, bisa minta tolong diambilkan sewaktu-waktu.
  4. Kartu BPJS suami istri (untuk yang menggunakan BPJS), kartu identitas, kartu periksa kehamilan. Ini tentunya benda wajib yang tak boleh sampai tertinggal. Melahirkan tak sama dengan dirawat karena sakit. Kita harus memberitahukan nama lengkap, jangan sampai salah penulisan. Karena akan berpengaruh pada pembuatan surat lahir nantinya. Dan bagi yang menggunakan BPJS, juga
  5. Pakaian kancing depan, pakaian dalam, sarung, gurita untuk ibu. Biasanya ini perlengkapan untuk ibu, yang akan ditanyakan di tempat bersalin. Untuk yang melahirkan melalui operasi sesar, ditambah kain panjang. Berapa banyaknya yang perlu dibawa? Tergantung apakah di tempat melahirkan memfasilitasi perlengkapan ini. Tapi tetap kita harus mempersiapkan juga. Setidaknya untuk pulang ke rumah, sudah tahu mana yang mau dipakai. J
  6. Perlengkapan mandi. Ya iyalah. Ini wajib. J Untuk yang melahirkan spontan, setelah 2 jam biasanya sudah diperbolehkan mobilisasi. Untuk yang operasi sesar, biasanya setelah 24 jam. Jangan lupa pastikan kalau perban yang dipakai sudah anti air, sebelum mandi. Menjaga personal hygiene akan mengurangi kemungkinan terkena infeksi nifas.
  7. Perlengkapan bayi. Dilihat kembali apa yang sudah disediakan di tempat melahirkan. Tentu, kita juga ikut menyiapkan, minimal dua set untuk pulang ke rumah.
  8. Minuman, cemilan sehat, suplemen busui, atau susu. Tidak wajib memang. Apalagi pasti sudah disediakan makanan bergizi sesuai kebutuhan di tempat bersalin. Tapi jangan kaget, setelah melahirkan nanti, ibu akan menjadi cepat merasa lapar. Terutama ibu yang menyusui anaknya. Pastikan juga asupan yang bermanfaat menderaskan ASI.
  9. Breast pump dan wadah ASI. Sudah banyak tempat melahirkan yang menganjurkan rawat gabung, untuk mempermudah ibu memberikan ASI. Namun, bila kondisi belum memungkinkan untuk rawat gabung, jangan menjadi alasan untuk tidak menyusui bayinya. Saya pun setelah melahirkan anak pertama tidak bisa rawat gabung, dikarenakan kondisi anak waktu itu hiperbilirubin yang mengharuskan dia difototerapi. Maka, saya rutin memberikan ASI perah, setiap harinya.
  10. Jangan terlalu banyak membawa barang. Apalagi bila tempat kita dirawat, luas kamarnya tidak seberapa dan berbagi dengan pasien yang lainnya. Bawalah hanya yang diperlukan saja. Ini juga akan mengurangi resiko kehilangan barang.

author

Author: