ANTARA INVESTASI DAN LIABLITAS

Di tengah diskusi hangat bersama *Sang Guru* di sebuah cafe, tiba-tiba beliau diam sejenak, lalu menarik nafas dalam-dalam.

Sambil menumpangkan kaki kanan ke kaki kiri, beliau menyandarkan tubuhnya ke kursi bergaya tahun 70-an “Ten, coba kamu jawab pertanyaan saya ini, apa bedanya bayar cicilan bulanan mobil dengan bayar cicilan emas?”

Tidak terlalu sulit pertanyaan Sang Guru ini sepertinya. Dengan mantap saya menjawab “In syaa Allah kalau yang ini saya bisa jawab suhu” dengan tampang meyakinkan. “Apa jawabannya Ten?” Sang Guru memancing.

“Mencicil bulanan mobil itu adalah liabilitas. Artinya menjadi beban bagi keuangan bulanan. Tapi mencicil emas itu investasi. Karena ia akan menjaga nilai uang kita” jawab saya dengan mantap.

“Belum tentu, Ten!” Sang Guru langsung menyerobot jawaban saya seolah nggak puas dengan jawaban yang saya utarakan.

“Cicilan mobil betul bisa menjadi liabilitas, alias beban bagi keuangan jika ia tidak menghasilkan. Namun, ia akan menjadi aset jika mobil itu mendorong untuk kemajuan bisnis atau kinerja yang lebih optimal.” Sang Guru menjelaskan dengan panjang lebar tentang cicilan mobil ini.

Lalu beliau melanjutkan “Begitu juga dengan emas. Emas betul bisa menjadi penjaga nilai uang, namun ia akan menjadi liabilitas jika emas yang dibeli adalah emas perhiasan yang setiap bulan ingin gunta ganti model. Setiap model emas perhiasan akan selalu ada biaya tambahan. Maka jadilah emas itu liabilitas, bukan lagi penjaga nilai investasi.”

Dan saya diam seribu bahasa. Diam, termenung sambil mulut sedikit menganga. “Woi, awas noh laler masuk ke mulut! Hahaha” Sang Guru sambil bercanda dan tertawa terbahak-bahak nepak kepala saya.

“Intinya adalah segala sesuatu yang kamu cicil untuk masa lalu dan tidak memengaruhi asetmu di masa depan lebih baik, maka ia adalah *liabilitas*. Dan segala sesuatu yang kamu cicil dalam rangka menambah aset di masa depan lebih baik, maka ia adalah *aset* yang layak kamu pertahankan.”

Dan saya berhasil melongo untuk yang kedua kalinya sambil mikir cicilan mana yang menjadi aset dan yang mana yang menjadi liabilitas.

#EasyFinancial

Rate this article!
author

Author: 

2 Responses

  1. author

    rusdi_elumar2 years ago

    Jadi, sepertinya liabilitas (judul di atas tertulis liablitas?) lebih kepada gaya hidup. Bukan untuk investasi atau pun aset yang lebih baik di masa yg akan datang. Lebih tragis lagi, liabilitas adalah gaya hidup yang absurd. Heee,… benar gak ya?

    Reply
  2. author

    Lukmanul HM2 years ago

    Mari kita terapkan ilmu financial yang baik. #easyfinancial

    Reply

Leave a Reply