ANAK ISTIMEWA

ANAK ISTIMEWA

 

Hari ini suasana kelas agak berbeda.  Biasanya hanya ada 5 siswa putri dan 3 siswa putra. Tapi hari ini siswa putra bertambah 1 orang. Siswa baru itu bernama  Ardi.  Melihat tampilannya yang agak berbeda, sempat terbetik tanya dalam hati. “Siswa yang satu ini kok agak lain, ya?”  Benar saja. Dari informasi yang disampaikan ibunya, rupanya Ardi memang anak istimewa.

Ibunya bercerita bahwa saat kecil, Ardi mengalami lambat bicara. Di usia 2 tahun, orangtuanya memeriksakan ke dokter ahli anak. Ternyata ia terdeteksi mengalami ganngguan yang disebut ADHD  dan bisa mengarah ke autisme jika tidak ditangani dengan baik. ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder  adalah suatu kondisi yang dikenal sulit memusatkan perhatian. Bahasa mudahnya adalah gangguan konsentrasi. Informasi ini menjadi pukulan berat bagi kedua orangtuanya. Tanpa membuang waktu, sang Ibupun  segera mencarikan tempat terapi yang cocok buat Ardy.

Terapi dijalaninya hingga usia 10 tahun. Bahkan sang Ibu harus berhenti bekerja sebagai seorang tenaga medis, demi mengurus anak laki-laki satu-satunya itu. Terapi yang umumnya dilakukan hanya 2 atau 3 kali sepekan, tapi bagi Ardi dilakukan setiap hari. Sang ibu memang betul-betul fokus untuk Ardi. Al hasil, rAdi mengalami banyak kemajuan. Bukan hanya sudah mampu berbicara dengan baik, tapi kemampuan akademiknya juga sudah hampir menyamai anak-anak lain seusianya. Bahkan tata bahasanya sangat jelas dan teratur. Satu hal yang masih sulit dilakukannya adalah menulis dengan rapi. Motorik halusnya kurang berkembang dengan baik. Makanya sampai sekarang ia masih terus dilatih untuk mengembangkan motorik halus maupun kasarnya.

Itulah seorang anak. Seperti apapun kondisinya, tetaplah menjadi permata hati orangtuanya. Selama 12 tahun menjadi guru,  beberapa anak dengan kondisi seperti ini pernah mengisi hari-hariku di sekolah. Dari ADHD ringan sampai yang berat, hingga anak-anak yang mengalami autis. Pengalaman yang luar biasa menangani anak-anak istimewa seperti mereka. Sungguh, sebuah kesyukuran tersendiri dapat menjadi guru mereka. Dibutuhkan kesabaran dan keuletan yang lebih dalam mengajar,  jika ingin mendapatkan hasil yang diinginkan.

Diperkirakan ada 3 – 5 % anak usia sekolah menderita ADHD. Hmmm… banyak juga, ya. Kok bisa? Apa iya, ada hubungannya dengan makanan yang dikonsumsi pada saat hamil? Bisa jadi!  Selain itu, mungkin ada juga pengaruh dari hal-hal lain, seperti stress ketika hamil atau adanya virus tertentu yang menyerang ibu saat hamil.

Terlepas dari berbagai faktor penyebabnya, anak yang menderita ADHD, ADD, Autis dan semacamnya adalah anak-anak yang istimewa. Mereka unik. Mereka beda, tapi keberadaannya memberi warna tersendiri.  Suatu hari beberapa teman Ardi bertanya, kenapa Ardi nampak berbeda? Saya pun menjelaskan panjang lebar tentang riwayat kesehatannya. Syukurlah, teman-temannya bisa memahami. Ardi adalah ladang amal buat teman dan gurunya. Ardi adalah permata hati, bukan hanya bagi orangtuanya tapi juga bagi teman dan gurunya. Karena dia Anak Istimewa.

Rate this article!
ANAK ISTIMEWA,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: 

One Response

  1. author

    NajmaLimonu1 year ago

    KERENNNN

    Reply

Leave a Reply