Anak dan Zaman

Dalam satu kesempatan saya berbincang dengan salah satu orang tua dari murid saya “Bu, di rumah saya dan suami sepakat untuk tidak menghidupkan televisi ketika ada anak-anak bersama kita. Kita tau kan Bu kalau televisi menyuguhkan acara-acara yang tidak mendidik dan banyak mudaratnya dari pada manfaatnya, jadi bagi kami anak-anak tidak harus menonton dengan begitu mereka tidak akan terkena dampaknya buruknya”. Aku paham maksud dari Ummi ini, untuk melindungi anaknya dari pengaruh buruk televisi tapi dalam kenyataannya si anak malahan jadi mencuri-curi kesempatan untuk menonton, anaknya jadi ngumpet-ngumpet untuk menonton televisi. Ketika ditanya tidak meminta izin saja denagan orang tua, dia beralasan tidak akan dikasih izin kalau bertanya. Kemudian aku mencoba berkomunikasi kembali dengan orang tuanya kembali “Ummi bagaimana kalau di rumah jika anak-anak ingin menonton televisi harus ada orang tua yang menemani agar orang tua dapat memberi penjelasan tentang apa yang dia tonton”. Setelah saya menyampaikan bercerita respon orang tua tersebut cukup baik, beliau menanggapi “Begitu ya Bu, tetapi di rumah kita komitmen untuk tidak menonton bahkan televisi di rumah kita berikan kepada adik saya supaya anak-anak tidak mempunyai kesempatan untuk menonton”. Saya lantas menceritakan bagaimana anak nya di sekolah, banyak diam ketika sedang bercerita dengan teman-teman, beberapa kesempatan ingin ikut bercerita tetapi tidak nyambung, akhirnya terlihat pada saat usai jam sekolah si anak sering menghilang, aku sempat bingung karena dia tidak izin lagi untuk pergi ketika aku bertanya dengan teman-teman nya ternyata salah satu teman sempat melihat dia pergi ikut teman yang rumah nya tak jauh dari sekolah dan dapat info dari temannya si anak ingin numpang menonton televisi karena ada acara favoritnya di jam itu.
Orang tua nya hanya diam dan berkata “Baiklah Bu, saya akan diskuskan dengan suami tentang hal ini karena kesepakatan kemarin kita berdua yang buat”. Aku hanya mengangguk dan tersenyum, pikirku saat itu karena sangat sayang nya dengan anaknya orang tua melindungi sedemikian rupa agar anaknya tidak terkena dampak buruk dari suatu hal, tapi seharusnya beliau juga melihat dampaknya bagi si anak, melihat sesuatu itu bukan hanya dari satu sisi saja bagaimana dengan sisi-sisi yang lain, jika televisi mempunyai pengeruh buruk pasti di sisi lain televisi jiga memberikan menfaat bagi perkembangan si anak. Orang tua wajib melindungi si anak dari pengaruh buruk televisi dengan mendampingi anak saat menonton, setidaknya orang tua tahu apa acara favorit anaknya, dan acara itu juga bisa jadi bahasan menarik untuk si anak. Cara lain sepakati waktu menonton, berapa lama dalam satu hari. Anak-anak akan merasa lebih fair jika dilakukan kesepakatan daripada kita melarang mereka.
Di Era globalisasi ini dimana kita menjadi bagian masyarakat dunia, dan semakin banyaknya pengaruh budaya asing yang masuk, kita selaku orang tua dan pendidik sudah pasti wajib membentengi anak-anak yang nota bene rentan dengan pengaruh itu. Namun, bukan berarti kita harus mengisolisasi anak-anak dan mensterilisasi mereka. Justru jika kita melakukan hal ini si anak akan berusaha juga untuk bisa keluar dari tempat terisolir mereka. Kembali lagi, kita harus bijak menyikapi semua itu, bukan malah mengisolir diri dari lingkungan, begitu juga dengan anak-anak kita. Televisi hanya sebuah media benda mati, bagaimana kita sendiri yang mempunyai akal menyikapi benda hal ini, menyikapi dengan bijaksana bukan malah membuatnya jadi terlarang. Anak-anak hidup di zaman yang serba canggih, jadi sebaik mungkin kita dampingi dan kita arahkan mereka untuk bijak juga dapat memilih tayangan dan menyepakati kesepakatan tentang waktu untuk menonton.

Rate this article!
Anak dan Zaman,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply