Allah Berkehendak Atas Segala MahlukNya

Kadang kita berfikir, mungkinkah semua yang terjadi pada diri setiap manusia atau ciptaannya terjadi begitu saja? Tanpa ada sebab musababnya? Hanya sekedar terjadi tanpa ada makna? Bahkan daun jatuhpun? Jatuh begitu saja?

Tidak ada satu pun di alam ini yang terjadi secara kebetulan, sebagaimana tertuang dalam Al-Qur`an, “… Allah mengatur urusan (makhluk-Nya)….” (ar-Ra’d: 2). Dan sifat jaiz atau mubah bagi Allah jumlahnya hanya satu, yaitu Allah SWT berkehendak sesuatu atau tidak berkehendak. Allah mempunyai sifat-sifat yang wajib kita imani, dengan mengimani sifat-sifat Allah SWT itu, kita akan lebih mengenal Allah SWT yang telah menciptakan semua makhluk dan ciptaanNya yang ada di bumi dan di langit. Kita akan lebih dekat dengan Allah dalam artian dekat secara batin yaitu hati kita akan selalu mengingat Allah dimanapun dan kapan pun kita berada.

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur, Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” (al-Baqarah: 255)

Allah maha berkehendak atas apapun termasuk juga atas takdir manusia. Jika Allah telah berkehendak terhadap nasib atau takdir seseorang maka kita tidak dapat mengelak atau menolaknya. Manusia hanya dapat berusaha dan berdoa, dan hanya Allahlah yang menentukan. Dan kehendak Allah ini juga atas kehendakNya sendiri, tanpa ada campur tangan manusia atau hal-hal yang lain. Seperti dalam firmanNya dalam surat Hud ayat 107 yang artinya, “sesungguhnya tuhanmu maha pelaksana atas apa Ia kehendaki.” (QS. Hud: 107)

Jika Allah sudah berkehendak maka tak ada suatu apapun yang bisa menghalangi kehendakNya. Kehendak Allah muncul dariNya sendiri tidak ada unsur dorongan atau paksaan pihak lain. Karena Allah maha berkehendak dan kita harus ridho atas kehendak yang telah Allah berikan untuk kita. Misalnya, dalam satu keluarga sedang diberikan ujian dari Allah salah satu anggota keluarga dipanggil Allah SWT. Maka kita sebagai keluarga yang ditinggalkan harus ridho atas kehendak Allah itu, kita harus mendoakan keluarga yang telah dipanggil Allah dan sebagai keluarga yang ditinggalkan mesti bersabar, dan ikhlas menerima takdir Allah SWT.

Yakinlah karena di balik kehendak Allah ini, Allah telah merencanakan Sesuatu. Bisa jadi Allah mengambil sesuatu yang paling berharga dari kita dan akan memberikan suatu pengganti yang lebih indah untuk kita. Jadi kita mesti ikhlas dan ridho atas kehendak dan ketentuan Allah SWT. Begitu juga bila seorang wanita telah berusaha untuk mengubah takdirnya dengan berdoa, agar jodoh yang diberikan lebih baik menurut ukurannya. Tidak bisa, ukurannya adalah ukuran Allah. Baik kata kita belum tentu baik kata Allah. Allah lebih tahu yang terbaik bagi hambanya.

Dalam ayat lain dikatakan, “… dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula)….” (al-An’aam: 59). Dialah Allah Yang menciptakan dan mengatur semua peristiwa, bagaimana mereka berawal dan berakhir. Dia pulalah yang menentukan setiap gerakan bintang-bintang di jagat raya, kondisi setiap yang hidup di bumi, cara hidup seseorang, apa yang akan dikatakannya, apa yang akan dihadapinya, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur`an.

Wahai saudariku wanita yang dimulyakan Allah, yakinlah atas kehendak Allah terhadap kita mahlukNya. Segala apa yang terjadi pada setiap manusia sudah ada dan tertulis dalam lahul manfuzNya. Jalani dengan keikhlasan hati yang maksimal sebagai bentuk ketaqwaan. Karena Allah Maha berkehendak atas mahlukNya.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply