AKU NYINYIR

AKU NYINYIR

Di kantorku ada istilah “ekspedisi I” atau “ekspedisi II” dan seterusnya. Itu dicantumkan di bagian atas surat, di bawah tanggal surat. Artinya, sebuah surat sudah dikirim sekian kali yaitu pertama tanggal sekian, kedua tanggal sekian dan seterusnya.

Dengan jujur aku mengakui inilah salah satu bentuk kenyinyiranku, sebagai hasil dari hobi menulis dan karakter persisten.

Kadang kala, nyinyirku itu semata untuk memenuhi tugas supervisiku. Namun tidak jarang, cerewetku dalam surat menyurat juga disertai emosi, sehingga aku pernah mengirim surat hingga ekspedisi VI. Lucunya bossku enjoy saja dengan hobiku berkirim surat berulang ulang itu.

Aku juga tidak hanya nyinyir dalam surat dan email. Aku suka bertanya secara lisan by phone sampai ke ujung ujung. Jika pertanyaanku tidak terjawab di satu bagian atau satu orang, aku akan bertanya ke bagian lain. Aku jg tak merasa gengsi untuk mendatangi kolegaku untuk minta penjelasan lisan ketimbang berbicara di telepon.

Aku juga hobi menyelenggarakan rapat jika surat atau email dan penjelasan lisan per bagian, tidak memuaskanku. Kalau sudah seperti itu aku akan dengan senang hati mengumpulkan orang orang dengan pendapat atau informasi berbeda, mengomentari info atau pendapat mereka, dan, menuliskannya di risalah rapat.

Lagi lagi aku nyinyir, kali ini di risalah rapat. Risalah rapat itu jika tidak selesai, atau kurang bagus redaksinya sementara aku sangat sibuk, maka risalah rapat akan aku bereskan di akhir hari dan ku_emailkan kepada para peserta rapat berikut embel embel kenyinyiranku “mohon perbaikan atau saran untuk MoM terlampir”. Jika yang menulis MoM adalah rekan lain maka aku akan dengan semangat mendiktekan redaksi MoM. Apa boleh buat, itu harus kulakukan agar MoM ringkas namun padat.

Berdasarkan pengalamanku belum ada yang komplain tentang perilakuku yang mengarah ke kepo itu. Entah memang semua merasa oke oke saja, atau mereka tidak mau bicara, sebagaimana budaya orang Indonesia. Hanya satu hal yang aku tetap harus belajar, cara memyampaikan informasi lebih penting daripada isi informasi itu sendiri. Semoga.

Bandung, sambil rapat, 02 12 2015
Lisa Tinaria

Rate this article!
AKU NYINYIR,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Leave a Reply