Aku Menunggumu dan Kau Menjemputku Part 2

Disini kita menunggu dengan penuh keyakinan dan harapan. Yakin akan jodoh yang tidak akan tertukar apalagi menghilang. Harapan akan diberikan yang terbaik atas usaha memantaskan diri yang selalu kita jalani. Kita selalu disini, bersabar menunggu untuk menjadi teman menghabiskan sisa usia di dunia.

Proses ta’aruf’ merupakan suatu proses awal menuju proses selanjutnya, yaitu khitbah dan akhirnya sebuah pernikahan. Memang tidak semua sukses sampe tahap itu. Sang Sutradaralah yang mengatur. Semua adalah skenario dan rekayasaNya. Manusia hanya berencana dan ikhtiar, keputusan tetap dalam genggamanNya. Tapi kita manusia juga diberi pilihan. Hidup adalah pilihan. Mau baik atau buruk, mau syurga atau neraka, mau sukses ataupun gagal, semua adalah pilihan. Namun tetap Allah Yang Maha Menentukan.

Proses ta’aruf (ta’aruf yang saya ketahui jika melalui perantara atau murabbi) dimulai dengan membuat proposal (biodata diri) kemudian saling menukar biodata, mengadakan proses pertemuan disuatu tempat dengan disertai murabbi atau pelantaranya, proses percakapan dengan calon pasangan dengan hijab/tabir yang menghalangi keduanya saling bertatapan, proses melihat calon pasangan, proses meminta kepastian apakah ta’aruf akan dilanjutkan atau tidak, memberikan tenggang waktu untuk berpikir atau melakukan istikharah, kemudian jika pasangan sudah merasa cocok maka akan dilanjutkan pada proses selanjutnya yaitu kapan waktu khitbah dan proses selanjutnya.

Menerima atau menolak maka harus dengan cara yang ahsan (dengan baik) agar pihak laki- laki selama ta’aruf ditemukan kecocokan maka akan dilanjutkan kejenjang selanjutnya, namun jika selama ta’aruf tidak ditemukan kecocokan maka calon bisa menyudahi ta’aruf dengan cara yang baik dan menyatakan alasan yang masuk akal. Segera sampaikan ketidakcocokanmu, jangan sampai membuat calon menunggu lama, karena akan dikhawatirkan calon akan sangat kecewa karena telah terlalu berharap kepadamu. Dalam hal ini juga tidak ada ketetapan khusus.

Proses ta’aruf bisa dilakukan dengan berbagai cara, namun harus tetap sesuai dengan adab-adab dalam bergaul antar lawan jenis. Adapun proses yang saya ketahui yaitu melalui orang tua, saudara, sahabat dll yaitu dimulai dengan menanyakan apakah bersedia diperkenalkan dengan calon ta’aruf. Ta’aruf yang dimaksud di sini adalah proses saling mengenal antara dua orang lawan jenis yang ingin menikah. Jika di antara mereka berdua ada kecocokan maka bisa berlanjut ke jenjang pernikahan namun jika tidak maka proses pun berhenti dan tidak berlanjut.

Islam tidak melarang ta’aruf, dalam sebuah hadits disebutkan, “ Dari Anas bin Malik bahwa Al-Mughirah bin Syu’bah ingin menikah seorang wanita, maka Rasulullah Saw berkata kepadanya, “Pergi lalu lihatlah dia, sesungguhnya hal itu menimbulkan kasih sayang dan kedekatan antara kalian berdua.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah no 1938 dan dishahihkan oleh Syekh al-Albani – rahimahullah – dalam Shahih Ibnu Majah).

Jika diniatkan bahwa kita menikah untuk ibadah. Maka jalan mencari jodohnya pun harus berbentuk ibadah. “Janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Isra : 32).  Nah, pacaran itu adalah aktifitas mendekati zina. Pegangan tangan yang belum halal, sms dan telpon yang tak halal pula, boncengan yang tak halal. Karena itu, kenapa tak ada pacaran dalam Islam. Dan tak ada juga yang namanya pacaran islami. Sekali haram tetap haram. Namun, pada dasarnya fitrah manusia untuk mempunyai perasaan suka terhadap lawan jenisnya.

Islam memfasilitasi itu melalui menikah. Dan ta’aruf adalah jalan menuju pernikahan yang dianjurkan Islam. Tidak melalui pacaran. Cinta itu begitu bernilai dan suci. Karena itu, ia tidak boleh diumbar secara murahan, apalagi melanggar syariat Allah.Pasangan itu akan benar-benar terjaga dri maksiat.Ketika semua keberkahan itu sudah sejak dalam proses, insya Allah selanjutnya akan mudah.

Pacaran itu bikin resah hati karena walaupun nikmat dunia didapat ada perasaan diliputi dosa. Beda dengan ta’aruf yang berpahala. Oleh karena itu, berhati- hatilah karena pada zaman sekarang banyak penipuan dan umbaran palsu dimedia sosial. Janganlah tertipu dengan rayuan palsu. Tetapkan hati, niatkan untuk ibadah Insya Allah bertemu dalam ikatan yang sakral. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa proses ta’aruf yaitu 1-buat proposal, 2-tukeran proposal, 3-ketemu, 4-istikharah, 5-khitbah dan yang terakhir insya Allah akad. Barakallah!!!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags:
author

Author: