Ajari Aku untuk Ikhlas

Luka yang masih melekat dalam heningan, terasa letih,gundah bahkan galau terbesit kesal,marah,rasanya tak kunjung padam dalam rindu melanda kegelisahan ini.

andai engkau masih berdiri tegak dan menunggu aku kembali, andaikan saja saat itu aku mengetahui adalah pertemuan terahir kita ayah, andaikan aku lebih awal kalu engkau akan meniggalkan aku pergi jauh, jauh dan tak pernah kembali lagi. Betapa penyesalan melanda hati ini yang tak pernah mengerti perasaan mu saat engkau dilanda rindu, aku tidak berkesempatan untuk melihatmu di saat sakaratul maut menjemptmu ayah, ijinkan aku untuk memelukmu lagi, ijinkan aku untuk membisikan ketelingamu bahwa aku mencintaimu ayah dan ajari aku selalu untuk mengikhlaskan kepergianmu. Dalam lubuk hati yang dalam aku menjerit , kenapa di saat itu aku tidak ada keberanian untuk menemui dan menemanimu, dimana rasa sakit yang engkau derita. Maafkan putrimu ini ayah yang belum sempat menjadi anak berbakti sepenuhnya.

Jika cemoohan dan cacimaki adalah takdirku aku terima, namun tahu apa mereka tentang kehidupanku selama jauh darimu ayah, aku bingung dissaat mendengar engkau sakit sedangkan aku harus bekerja siang malam untuk adik-adiku setelah ibu dan ayah bercerai, jujur hampa dan dilema yang tak pernah aku bayangkan, berat memikul segala cobaan ini namun apalah daya ku aku harus berjuang dan semangat, aku tahu ayah engkau masih mencintai ibu dan tidak mau kehilangan ibu sehingga engkaupun jatuh sakit. Inilah takdir kita ayah, dalam waktu berjalan akupun mulai tumbuh dewasa dan bisa memahami setiap keadaan sehingga aku bisa percaya diri dalam menghadapi semua takdir Allah.

Kenangan selalu membuat aku stress akan mengingat masa kecil bersamamu ayah aku terima setiap hujatan mereka terhadap keadaanku, tak peduli apa yang mereka ucapkan. Terbesit segala keinginan bersamamu namun itu hanyalah rencana saja tak sampai.

Masih terbayang akan nasehatmu walaupun tidak secara langsung dengan ucapan namun engkau memberi pesan lewat perbuatanmu, engkau mengajari aku dan keluargamu agar selalu taat beribadah sehingga engkau selalu ibadah shalat 5 waktu dengan tepat waktu subhanalloh itu nilai yang tak pernah aku bisa raih dengan mudah ada proses dimana harus menjalankannya, sering sekali engkau mengajari aku agar menjauhi rasa benci kepada orang lain, pernah aku melihat dan mendengar cacimakian terhadapmu namun engkau tak pernah memedulikanya sehingga tak ada dendam di hatimu ayah. Aku bangga atas kelebihan itu sehingga ketika engkau meninggalpun dalam keadaan tersenyum dan di lancarkan pemakamanya, Aku memang belum sempat melihat mayatmu karena saat itu aku ada di perjalanan dan takut kesorean samapai rumah aku ijinkan saja engkau segera di makamkan.

Ayah aku menyadari rasa sayang terhadap aku dan keluarga melebihi segalnya semoga pelajaran ini dapat selalu aku kenang dan aku petik dari setiap kejadian. Semoga Allah menempatimu di tempat terbaik, dilapangkan segala urusanya, di cerahkan dari kegelapan kuburanya. Semoga saja berjalanya waktu aku bisa mengikhlaskanmu. Doa yang akan mengantarkan rindu kepadamu ayah aamiin.

Bagi kalian semua yang masih lengkap ayah dan ibu nya jangan sampai kalian tinggalkan mereka dalam keadaan sakit temui mereka dikala mereka jauh dari kalian , jangan sia-siakan kehadiran mereaka karena penyesalan akan mengahantui kalian dikala mereka sudah tiada.

Semoga bermanfaat.

 

Rate this article!
Ajari Aku untuk Ikhlas,5 / 5 ( 1votes )
Tags: