Adem Ayem Tentrem

Adem Ayem Tentrem

Adem, ayem, tentrem, judulnya tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar ya?

Mohon dimaafkan ya para pembaca. Intinya sih damai, tenang, tentram. Yaa begitulah kira-kira.

Tulisan saya kali ini masih terinspirasi dari peserta KMO Indonesia angkatan 6. Ada saja keseruan di sana yang kadang menggelitik jari saya untuk menuliskannya. Seru campur lucu, itu yang saya rasakan ketika melihat tingkah para peserta yang ‘ada-ada saja’.

Peraturan dari Team KMO sudah dibagikan jauh-jauh hari dan mungkin sudah berulang kali. Tapi tetap saja ada yang melanggar. Apa karena seperti kata orang-orang ya? Peraturan itu kan adanya karena untuk dilanggar. Hmm.. kalau menurut saya ini sih termasuk ke dalam golongan ajaran sesat.

Menurut saya, adanya peraturan itu agar semuanya dapat berjalan dengan baik dan lancar. Peraturan itu seharusnya benar-benar dibaca, difahami dan dilaksanakan. Seringkali kita malas membaca untuk hal-hal penting sekalipun seperti untuk membaca peraturan yang sudah ada, akhirnya yang terjadi adalah kegaduhan.

Maksud hati dengan adanya peraturan itu agar segala sesuatu hal menjadi mudah bukan malah menjadi susah. Kita bukan tidak diperbolehkan bersuara, tapi sebaiknya kita budayakan membaca dan berfikir dahulu sebelum berbicara. Apalagi semua sudah tertulis di dalam peraturan dengan sangat detail dan jelas.

Terus saya harus bagaimana kak? Diam saja, kaku mengikuti peraturan yang ada?

Hmmm.. memangnya ada ya di peraturannya seperti itu? nggak ada deh.

Taat peraturan bukan berarti kita menjadi patung dan diam saja. Kita malah harus berinteraksi, tetap berkomunikasi dengan yang lainnya, mau becanda pun silahkan saja, asal semuanya dilakukan tidak keluar dari batasan. Tetap harus santun dan memperhatikan aturan.

Bila ada teman kita yang ternyata masih belum faham aturan dan berbuat seenaknya, tetap harus diarahkan. Bukannya diajakin bertengkar, adu jotos dengan kata-kata bersenjatakan tanda seru seratus ribu. Walau maksud hati baik jika diikuti tanda seru maknanya akan terasa berbeda lho. Jadi tetap harus berhati-hati ketika berbicara. Kita harus pintar-pintar berbahasa jangan sampai ada yang terluka karena lisan kita.

Nah, itulah gunanya kita mengikuti organisasi atau komunitas. Komunitas yang secara tidak langsung akan mendidik kita menjadi pribadi yang lebih santun,  lebih bisa menghargai orang lain, lebih dewasa dan bijaksana. Semoga semua menjadi adem, ayem dan tentrem ya.. aamiin.. ^____^

#SarapanKataKMO

#1000PenulisMuda

Tety

Denpasar, 23 Mei 2016

Rate this article!
Adem Ayem Tentrem,5 / 5 ( 1votes )
Tags: