Ada Apa Dengan Rantau?

Pikirannya terus berjalan menyusuri garis khatulistiwa. Hatinya mulai tertegun ketika melewati ladang aksara. Dan entah mengapa pagi ini jiwanya mulai menerka-nerka pada satu kata. Rantau.
Ada apa dengan rantau?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan bahwa rantau adalah kata dasar yang memiliki arti daerah (negeri) di luar daerah (negeri) sendiri atau daerah (negeri) di luar kampung halaman; negeri asing. Jika kata dasar “rantau” ditambahkan dengan imbuhan “pe-an”, maka menjadi “perantauan”. Artinya adalah negeri lain tempat mencari penghidupan dan sebagainya atau daerah yang didiami oleh orang yang berasal dari daerah lain.

Lalu bagaimana dengan orang yang melakukan perjalanan atau mencari penghidupan di daerah lain tersebut? Nah, orang ini dikenal dengan sebutan sebagai “Perantau”. Kemudian jika Perantau sudah melakukan perjalanan dan menempati daerah lain untuk mencari penghidupan, maka disebut dengan kata “Merantau”.

Kita lanjut ya…? Hehehe

Di zaman seperti sekarang merantau tidak lagi dilakukan oleh anak laki-laki sebagaimana tradisi yang berlangsung di tanah Minang, Sumatera Barat. Merantau boleh dilakukan oleh semua generasi. Yang penting ada kemauan dan tekad untuk sebuah perubahan. Apalagi di zaman ini adalah orde emansipasi wanita katanya. Semua berlomba-lomba untuk menggerakkan perubahan. Membuat visi misi kehidupan. Menciptakan trending baru. Lebih cepat lebih baik. Yes, lanjutkan!
Eh… Kok malah terseret kesini?
Hahaha…
Tenang…tenang kita tidak melakukan pembahasan sperti itu kok. Kita remove dulu yang mengandung unsur-unsur seperti itu.

Ok. kita balik lagi ke pokok pembahasan diatas ya?

Ada apa dengan Rantau?
Mengapa harus merantau?

Menjadi seorang perantau itu harus siap galau teman!

Seperti petikan kalimat pada postingan sebelumnnya “Misteri Rantau”.
Hidup dirantau berarti harus hidup mandiri.
Dan… Harus siap untuk galau juga ya… 😀

Emangnya perantau boleh galau?
Ya iyaalah jenkk…
Emang galau untuk serikat alay aja?
Cuss…

Ehmm.
Kehidupan rantau itu penuh lika-liku. Ada suka duka yang tidak akan pernah bisa dilupakan begitu saja. Untuk anak rantau Indonesia saja, jika semua kisah dan benang merahnya dituliskan dalam lembaran berbentuk buku, pasti akan menghabiskan ribuan eksemplar setiap hari. Kemudian diterbitkan. Wah-wah… Negara kita bisa menjadi penerbit buku nomor satu di dunia donk? mengalahkan Inggris!
Aamiin.

Tapi sayangnya, minat baca dan menulis masih sangat kurang untuk anak-anak Indonesia. Dan teman-teman seperantauanpun sepertinya sibuk mensiasati kegalauan mereka agar tidak kambuh lagi.

Yups!
Karena bola aksara sudah memancarkan cahayanya menembus jendela kaca. Menandakan sudah baiknya untuk tunduk dulu dan Dhuha sejenak kepada-Nya.

Sebelum mengakhiri sarapan kata pagi ini, terkait judul Ada Apa Dengan Rantau, teman-teman boleh baca sebentar syair dibawah ini.

…Syair Imam Syafi’i tentang Keutamaan Merantau.
“Pergilah merantau untuk mencari kemulyaan karena dlm perjalanan itu ada lima kegunaan, yaitu menghilangkan kesedihan, mendapatkan penghidupan, mengagungkan jiwa, dan bergaul dengan orang banyak.”

Cmiiw^^

#Sarapankata2
#1000penulismuda
#KmoIndonesia

Rate this article!
Ada Apa Dengan Rantau?,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: