7 waktu asyik ngobrol dengan anak ala emak rempong


Yup, betul banget quote di atas. Ngenaaa banget di hati. Betapa waktu benar-benar tidak bisa diulang, penyesalanlah yang akan kita temui bila tidak pandai-pandai menggunakan waktu dengan baik. Dalam melihat dan menikmati kebersamaan dengan keluarga, terutama dengan anak, akan menjadi memori yang akan terus dikenang sepanjang hayat. Oleh ayah, ibu dan anak-anak.


Ritunitas pekerjaan kadang menjadi penghalang kita untuk sekedar ngobrol dengan keluarga. Belum lagi bila kita, sebagai ibu, juga memiliki tanggung jawab public. Tugas kantor kadang dibawa ke rumah atau mungkin di rumah pun saat dengan anak-anak, masih menerima panggilan urusan kantoor. Bukan tidak mungkin hanya hari Minggu saja kita bisa luangkan waktu full dengan anak dan keluarga. Namun, apa itu cukup memberikan mereka warna kita sebagi orang tuanya?. 


Berikut 7 waktu yang berharga yang juga bisa kita gunakan untuk ngobrol, bercanda dan mungkin diskusi serius dengan anak.


1. Saat anak baru bangun tidur.

Manfaatkan waktu ini dengan menyentuh, membelai dan membisikkan kalimat sayang saat anda membangunkannya untuk sholat shubuh. Ajak sholat shubuh berjamaah.


2. Sarapan bersama di meja makan atau di satu ruangan.

Obrolan ringan seputar kegiatan hari ini dan kemarin, bisa menjadi topik asyik saat sarapan bersama. 


3. Mengantar atau menjemput anak-anak sekolah.

Bila memungkinkan, antar atau jemput sendiri anak-anak anda. Atau bila anak anda menggunakan fasilitas jemputan, sediakan hari khusus yang memang anda bisa mengantarkan atau menjemputnya sendiri, minimal seminggu sekali. Waktu yang ada selama perjalanan bisa dimanfaatkan untuk berdiskusi lanjutan dari sarapan tadi dan menanamkan nilai-nilai keluarga yang anda pilih pada saat itu. 


4. Gunakan sesekali, bahasa tulisan (bagi anak yang sudah bisa membaca, dan dalam bentuk gambar bagi anak yang belum bisa membaca) untuk menyampaikan rasa sayang, bangga dan syukur anda pada anak anda. Selipkan tulisan tangan atau gambar anda sendiri di kartu ucapan atau media lainnya, simpan di tempat yang bisa dilihat oleh anak di atas meja belajarnya, misalnya. Anda akan sangaat menikmati prosesnya dari hari ke hari bila hal ini dilakukan dalam beberapa hari sekali, setiap anak melakukan sesuatu yang baik. Puji dia dalam sebuah tulisan/gambar. Itu akan terus diingatnya sampai kapan pun.


5. Untuk anak usia remaja yang sudah anda ijinkan memiliki handphone, buat grup WA khusus keluarga. Ceritakan di jam-jam tertentu tentang kegiatan anda di luar rumah. Bila ayah atau ibu mau  terbuka menceritakan minimal apa yag sedang dilakukan, anak pun akan melakukan hal sama. Bahwa, kepada orang tuanya dululah mereka akan bercerita tentang apapun.


6. Sore hari hingga menjelang sholat berjamaah. 

Biasakan sebelum adzan magrib, anak-anak dan kita, orang tuanya, sudah duduk siap sholat kira-kira 30′ sebelum adzan berkumandang. Nah, manfaatkan waktu ini untuk mendapatkan informasi darii pengalaman belajar anak hari ini.


7. Saat hendak tidur

Ini adalah saat yang paling dinanti, saat mau tidur itu, fikiran dan kondisi tubuh dalam kondisi santai. Semua percakapan, obrolan ringan atau apapun yang dibicarakan, akan terasa sekali kebersamaannya saat menjelang tidur. Buat saja rutinitas atau ‘ritual’ kecil jelang tidur seperti saling lempar pertanyaan untuk memulai bercerita.


Setiap kita butuh aliran rasa guna menyalurkan apa yang ingin kita sampaikan. Memilih waktu yang tepat saat aliran itu dikeluarkan, insya allah membuat tali kekeluargaan semakin erat dan saling menyatu.


Selamat mencoba.

author

Author: 

Leave a Reply