7 tips mencari tempat magang untuk anak

“Apa? anak remaja disuruh magang?”

“Ngapain juga disuruh magang, belajar aja yang bener deh di sekolah, ga usah segala kerja-kerja di tempat-tempat ke gitu.”

“Kasian anaknya disuruh magang, tempatnya jauh, iya kalau orang-orang di tempat magangnya mau nerima dan baik-baik, lah kalau engga?”

“Maaf bu, Kami belum pernah menerima anak usia SMP magang, jadi bingung apa yang mau diajarin.”

“Gaya banget seh segala anak di magangin.”

Itu adalah beberapa komentar dari orang yang tahu kalau kami akan memberikan perjalanan hidup berharga kepada anak kami. Usianya saat itu masih SMP. Tapi, karena saya, paksu, dan anak-anak sudah berdiskusi panjang sebelumnya, ditambah lagi memang sekolahnya juga memiliki program magang, maka kami percaya dan menitipkan anak kami selama perjalanan belajar sesuatu yang baru hanya kepada Allah.

 Sebagai seorang manusia, tentu tidak semua hal dan kemampuan bisa kita kuasai bukan, ini lah mengapa diperlukannya kita mengenalkan berbagai pengalaman lain di luar lingkungan keluarga dan sekolah kepada anak-anak. Keterbatasan kemampuan kita sebagai orang tua, tentu harusnya memacu kita untuk terus bergerak dan mengenalkan berbagai macam pengalaman-pengalaman baru untuk anak-anak. Temukan dan pertajam apa yang dikuasai anak dengan belajar langsung pada ahlinya. Namun, sebelum mencari tempat anak magang atau belajar, baiknya kita sudah mengetahui apa kelebihan, kesukaan dan kecintaan anak terlebih dahulu, sehingga saat kemudian menentukan tempat belajarnya, anak benar-benar bisa menikmati apa yang akan ia alami selama magang di lingkungan baru. 
Kalau kita mau melihat lebih dalam, sebenarnya banyak sekali pengalaman yang bisa diperoleh anak-anak saat belajar kehidupan yang sesungguhnya di tempat magang. Anak akan melihat dari kacamata berbeda, bahwa untuk mendapatkan sesuatu itu ia harus berusaha. Bahwa ada kebaikan yang bisa ditularkan saat kita sudah memiliki apa yang orang lain belum tentu bisa miliki. Anak bisa mengambil banyak inspirasi dari perjalanan hidup pemilik tempat magang. 

Efek dari beberapa kali kami harus mencarikan pilihan tempat magang, tiba-tiba terbesit di kepala, sepertinya harus dituliskan dan dishare, mungkin saja berguna untuk orang lain yang ingin mencoba. 

 Berikut 7 tips yang bisa dilakukan dalam memilihkan lokasi belajar kehidupan untuk anak :

1. Ajak anak berdiskusi mengapa perlu belajar langsung dengan orang lain. Apa manfaat dan tujuan yang bisa diperoleh. Mendekatlah pada lingkungan yang sejalan dengan apa yang disukai anak. Misalnya, anak anda suka sekali dengan binatang. Maka cari dan temukan lingkungan atau komunitas penyayang binatang.

 2. Kenalkan dan libatkan anak saat kita melakukan proses pencarian lokasi belajarnya. 
 3. Karena tidak semua tempat mau dititipkan anak magang, maka ada baiknya diawali dulu dengan tempat-tempat terdekat, seperti saudara atau rekan terdekat kita yang memiliki usaha rumahan atau tempat penitipan hewan misalnya. Informasikan sedetil mungkin mengapa kita ingin menitipkan anak kita belajar/magang di tempat itu, sampaikan kelebihan si anak yang bisa disinergikan dengan tempat magangnya.
4. Buatkan semacam guideline dan sedikit worksheet untuk anak saat ia berada di tempat magang. Berikan lembar checklist-nya pada pemilik atau mentor tempat magangnya.
 5. Ingatkan anak kita, bahwa apa yang ia dapatkan harus dibagikan ilmunya kepada orang lain. Maka, setiap selesai magang, ia berkewajiban mempresentasikan apa yang didapatkannya selama magang, minimal pada anggota keluarga.

6. Datang dan kunjungilah sesekali di waktu-waktu tertentu saat anak anak magang. Lihat bagaimana ekspresinya saat anak berada dalam lingkungan tersebut. Karena, ini bisa jadi bahan diskusi nanti saat anak kembali ke rumah.

 7. Bila sekolah tidak memiliki program magang, maka kita bisa memanfaatkan waktu long weekend anak untuk belajar di tempat dan lingkungan yang dekat dengan kesukaan anak anda.

Selamat belajar…

Semoga bermanfaat

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply