7 cara sederhana agar anak balita berani bercerita

“De…kok diem aja, tadi ade mau cerita apa sama bunda?”

“Kenapa tiba-tiba diem sih de, tadi di mobil banyak cerita, katanya kalau sampe rumah om, mau tanya-tanya”

Pernah punya pengalaman seperti itu kah bunda?. Pasti gregetan ya rasanya. Anak kita kalau di rumah, banyaaak sekali cerita dan ocehannya, tapi begitu keluar rumah, ketemu dengan orang baru, mulutnya terkunci rapat. Atau pernah melihat anak yang dieeem aja saat diajak bicara, kalau menjawab, hanya iya, gelengan kepala atau sesekali menjawab dengan kalimat singkat.

Sebenarnya, banyak faktor yang mempengaruhi mengapa anak kita menjadi berbeda di rumah dan di luar rumah. Mengapa hanya menjawab dengan kalimat pendek saja. Namun, tidak ada salahnya mencoba cara-cara sederhana berikut bukaan :

  1. Telusuri akar permasalahannya. Perlu dicari tahu penyebabnya. Karena mungkin, anak pernah mengalami perlakuan atau jawaban yang tidak menyenangkan saat berinteraksi dengan orang dewasa. Dan itu membuatnya merasa, “oh, kalau bicara dengan orang dewasa itu seperti ini jawabannya”.
  2. Lakukan secara rutin, setiap hari di waktu-waktu tertentu, untuk membacakan cerita bergambar pada anak. Pilih buku yang sedikit tulisannya. Berimprovisasilah bersama anak dengan memancing pertanyaan sesuai gambar yang ada di buku.
  3. Sesekali, minta anak anda mengambilkan buku yang pernah dibaca bersama dengan menyebutkan ciri-ciri buku tersebut.
  4. Perbanyak kosa kata anak dengan mengajaknya bercerita. Misalnya, lakukan saat anda memasak dengan menyebutkan benda yang sedang anda pegang dan tunjukkan pada anak anda. Minta ia untuk mengulang.
  5. Setelah pola pembiasaan itu konsisten, libatkan anak sebaya sekitar rumah untuk berkunjung ke rumah anda. Siapkan berbagai macam jenis buku cerita dan mainan di rumah.
  6. Bila anak sudah mulai nyaman dengan kunjungan orang banyak ke rumah, saatnya anda mulai ajak keluar rumah. Kenalkan dengan orang terdekat anda atau rekan anda
  7. Lakukan kegiatan semua itu secara berulang sampai anak mau bercerita dalam kalimat yang panjang dengan percaya diri. Karena percaya diri itu bisa muncul, salah satunya, dari proses aktifitas pengulangan.

Kuncinya hanya satu, konsisten dan terus melakukan hal yang sama secara berulang minimal tiga bulan. Bila belum menampakkkan hasil yang signifikan, tidak ada salahnya anda berkonsultasi dengan ahli yang mumpuni dibidangnya.

Selamat mencoba

author

Author: 

Leave a Reply