7 alasan mengapa harus menulis

Menulis itu merupakan keterampilan asik yang bisa diasah. Dengan menulis, proses dan kreatifitas penulis dituangkan dalam bentuk gagasan, ide dan menerjemahkannya dalam bentuk tulisan. Memang sih, ga semua orang bisa ‘menulis’. Karena menulis itu butuh kosentrasi tinggi. Perlu banyak mencari referensi juga biar mendapatkan tulisan yang utuh akan sesuatu. Diperlukan minimal 10.000 jam terbang menulis untuk menghasilkan tulisan-tulisan yang keren, mendalam dan inspiratif. Nnaaah, kalau mau mendapatkan tulisan-tulisan keren kan butuh perubahan kebiasaan. Selangkah demi selangkah harus segera dimulai. Harus mau konsisten dan fokus. Karena menulis juga bisa disebut sebagai alat berkomunikasi, maka, semakin baik pemilihan kata-katanya, semakin piawailah penulis mengungkapkan apa yang ingin dia bagi melalui tulisannya. 

Buat saya, menulis itu menyenangkan. Menulis itu bikin ke-kepo-an saya terselesaikan dengan baik. Ga cuma itu, dengan menulis, saya banyak mendapatkan juga memberikan kebaikan seperti:

1. Tebar manfaat yang lebih luas kepada orang lain mengenai banyak hal kebaikan. Apalagi saat ini pola pergeseran pencarian informasi banyak menggunakan internet. Begitu mudahnya mendapatkan aneka ulasan, berita bahkan resep-resep memasak melalui smartphone. Karena ilmu itu adalah buruan, dan tulisan itu adalah pengikatnya.  Maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat (al hadist).

2. Melatih pola pikir

Secara tidak langsung, saat kita menulis, kita sedang merangkai kata-kata yang ingin kita sampaikan pada pembaca. Penggunaan tata bahasa, alur cerita tulisan yang harus sampai dan tentu saja melatih otak kita untuk terus berfikir.

3. Mengurangi stres

Yup! buat saya, walau hanya menulis satu lembar tentang apapun bisa mengurangi stres yang ada. Dengan menulis, semua uneg-uneg dan cerita bisa tertuang bebas disitu. Berbagi kebaikanlah melalui tulisan tentang apapun yang memang ingin ada sampaikan. 

4.  Menjadi agent of changes

Saat menulis, ide-ide yang kita kemukanan melalui tulisan dapat mempengaruhi pemikiran pembaca loh. Tulisan juga membentuk opini publik, sehingga bisa dengan mudah sekali menggiring pembaca untuk mau melakukan sesuatu seperti yang disampaikan di tulisannya.

5. Personal Branding yang kuat

Dengan menulis, anda bisa membuat diri anda seperti apa yang ingin anda tampilkan. Sebuah refleksi tentang siapa diri kita, apa yang kita percayai dan diekspresikan dengan apa dan bagaimana cara kita menuliskannya, bahkan kita lakukan.

6. Melatih problem solving

Dengan menulis, segala permasalahan bisa dilihat dengan kepala dingin karena butuh pengendapan, pencarian informasi yang akurat terkait sebuah masalah. Dari sini, kita belajar memetakan informasi yang kita dapat untuk disederhanakan dan dicarikan solusinya. 

7. Belajar introspeksi diri

Sebagai seorang penulis, sebelum tulisannya dipublikasikan, tentu harus melewati minimal  empat proses kegiatan. 

  1. Yang pertama mengembangkan ide yang didapat. 
  2. Kedua penulisan draft dan 
  3. ketiga proses editing. Biasanya, pada proses editing, bisa dilakukan berkali-kali, menggunakan posting olah rasa dan olah fikir. Disinilah letak memikirkan kembali semua isi tulisan kita sebelum sampai pada proses terakhir, yaitu
  4. Proses posting, mempublikasikan tulisan kita 

 

Imam Asy Syaibi rohimahullah pernah berkata, “Jika dirimu mendengar faidah ilmu, maka catatlah meskipun di tembok”. Karena manusai tu tempatnya lupa, maka betapa pentingnya mencatatkan manfaat ilmu yang telah kita dapat. Akan jauh lebih baik lagi bila kebaikan itu kemudian kita bagikan kepada orang lain. karena sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat untuk orang lain. 

 

Bogor, Kamis, 15 Desember 2016

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply