5 Tanda Anak Tidak Nyaman

Musim mudik dan liburan akan memberikan kesempatan anak untuk belajar bersilaturahmi. Mereka akan mendapat pengalaman baru dalam perjalanan dan di tempat tujuan.

Namun, tidak semua anak bisa langsung nyaman saat bertemu dengan wajah dan lingkungan baru. Orangtua harus berperan sebagai orang yang membantu agar anak dapat beradaptasi dan nyaman dengan lingkungannya.

Apa saja ya tanda-tanda anak merasa tidak nyaman dan bagaimana mengatasinya?

1. Tiba-tiba memeluk orangtua
Berpelukan dapat mengeluarkan hormon endomorphine yang bermanfaat memperlambat detak jantung dan mengurangi ketegangan.

Jika anak tiba-tiba memeluk, berarti dia butuh penenang. Balaslah pelukan anak dan usap punggungnya perlahan untuk membantu anak agar tenang dan nyaman.

2. Menangis
Anak usia balita ketika merasa tidak nyaman, kerapkali menangis tiba-tiba. Hal ini terjadi anak merasa cemas, takut dan gelisah saat berada di antara orang yang tidak terlalu dikenal.

Untuk menenangkan anak, berilah pelukan hangat. Selain itu, orangtua juga dapat menginformasikan jika akan menjauh dari anak supaya anak tidak cemas dan takut ditinggalkan orangtua.

3. Mengemut jari atau menggigit kuku
Mengemut jari atau menggigit kuku dapat menjadi kegiatan yang memberikan rasa nyaman pada anak. Terlebih saat anak merasa lelah, cemas, takut, bosan atau sedang berusaha menyesuaikan diri.

Jika anak terlihat sedang mengemut jari atau menggigit kuku, orangtua dapat alihkan perhatian mereka dengan aktivitas lain. Misalnya bernyanyi bersama sambil menggerakan anggota tubuh.

4. Bersembunyi di balik tubuh orangtua
Ini adalah refleks rata-rata anak yang tidak nyaman saat bertemu dengan orang baru.

Untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak, ajaklah anak agar berinteraksi dengan anak seumurannya.

Dengan catatan, orangtua tidak mendorong-dorong anak agar mau berinteraksi. Dukung anak dari jauh dan muncul jika anak anak butuh bantuan, akan lebih baik.

Jangan lupa apresiasi keberanian anak saat mengalahkan rasa malu dan takut ketika berkumpul dengan anak seusianya. Berilah pelukan hangat, acungan jempol atau pujian. Ini juga dapat meningkatkan rasa percaya diri anak.

5. Mencari benda pengganti orangtua
Anak usia 1-3 tahun adalah usia anak butuh benda kesayangan. Benda ini membantu anak sebagai pengganti orangtua atau orang lain yang bisa dipercaya membantu anak mengatasi rasa cemas dan tidak nyaman.

Untuk mengatasi ketergantungan, coba tawarkan aktivitas lain yang lebih menyenangkan. Misalnya bernyanyi, bermain kejar-kejaran dan sebagainya.

Semua hal diatas akan membantu anak melewati masa sulit saat beradaptasi dengan orang dan lingkungan baru serta meningkatkan rasa percaya dirinya.

(Ayas Ayuningtias)
#SahurKata #KMO27

Rate this article!
5 Tanda Anak Tidak Nyaman,5 / 5 ( 1votes )
Tags: