5 Kekejaman Minuman Beralkohol

Minuman keras yang mengadung alkohol dan memabukkan orang hingga kehilangan akal sehatnya, baik secara sengaja atau tidak, baik hilang kesadaran sebagian, sedikit, atau sepenuhnya yang menyebabkan tindakan diluar batas sehat akal dan nalar. Minuman – minuman seperti ini telah menjadi masalah di belahan dunia mana saja manusia hidup dan tinggal. Tak hanya itu, bahkan juga di antara suku – suku bangsa primitive di pulau terpencil juga mengalami keresahan berati akibat dari minuman keras ini.

Minuman beralkohol atau kadang disingkat minol sendiri adalah minuman yang mengandung etanol, yaitu bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran. Di berbagai negara, penjualan minuman beralkohol dibatasi ke sejumlah kalangan saja, umumnya dipebolehkan bertransaksi hanya untuk orang-orang yang telah melewati batas usia tertentu. Konsumsi berlebihan pada minuman beralkohol dapat menimbulkan berbagai macam efek samping dan bahaya. Diantara nya yaitu:

  1. Ganggguan mental organik (GMO) dimana menyebabkan gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berperilaku. Timbulnya GMO itu disebabkan reaksi langsung alkohol pada sel-sel saraf Karena sifat adiktif alkohol itu, orang yang meminumnya lama-kelamaan tanpa sadar akan menambah takaran/dosis sampai pada dosis keracunan atau mabuk.

Mereka yang terkena GMO biasanya mengalami perubahan perilaku, seperti misalnya ingin berkelahi atau melakukan tindakan kekerasan lainnya, tidak mampu menilai realitas, terganggu fungsi sosialnya, dan terganggu pekerjaannya. Perubahan fisiologis juga terjadi, seperti cara berjalan yang tidak mantap, muka merah, atau mata juling.  Sedangkan perubahan psikologis yang dialami oleh konsumen pecandu alcohol antara lain : mudah tersinggung, bicara mengawur, atau kehilangan konsentrasi.

  1. Menumpulkan sistem kekebalan tubuh. Alkoholik kronis membuat jauh lebih rentan terhadap virus termasuk HIV.
  2. Mereka yang sudah ketagihan biasanya mengalami suatu gejala yang disebut sindrom putus alkohol, yaitu rasa takut diberhentikan minum alkohol. Mereka akan sering gemetar dan jantung berdebar-debar, cemas, gelisah, murung, dan banyak berhalusinasi.
  3. Kandungan alkohol di atas 40 gram untuk pria setiap hari atau di atas 30 gram untuk wanita setiap hari dapat berakibat kerusakan pada organ/bagian tubuh peminumnya. Misalnya, kerusakan jaringan lunak yang ada di dalam rongga mulut, seputar tenggorokan, dan di dalam sistem pencernaan (di dalam perut).
  4. Bahaya untuk Liver dan organ lainnya. Organ tubuh manusia yang paling rawan akibat minuman keras adalah hati atau liver. Seseorang yang sudah terbiasa meminum minuman beralkohol, apalagi dengan takaran yang melebihi batas, setahap demi setahap kadar lemak di dalam hatinya akan meningkat. Akibatnya, hati harus bekerja lebih dari semestinya untuk mengatasi kelebihan lemak yang tidak larut di dalam darah. Dampak lebih lanjut dari kelebihan timbunan lemak di dalam hati tersebut akan memakan hati sehingga selnya akan mati. Kalau tidak cepat diobati akan terjadi sirosis (pembentukan perut) yang akan menyebabkan fungsi hati berkurang dan menghalangi aliran darah ke dalam hati. Kalau tidak segera diobati akan berkembang menjadi kanker hati. Hingga berujung pada kematian.
Rate this article!
Tags:
author

Author: