5 Alasan Mengapa Harus Menulis?

Kegiatan menulis dapat dilakukan oleh siapa saja, seperti anak-anak, orang dewasa, bahkan orang yang sudah berumur (lanjut usia). Menulis merupakan jurus ampuh untuk memperdayakan otak kita selalu terpakai dan bermanfaat. Dengan menulis, orang bisa mengekpresikan dirinya, meluapkan emosi, sebagai pengingat sesuatu hal, sebagi media berbagi dan sebagainya. Saya termasuk orang yang suka menulis dari kecil, menulis diary adalah kegiatan saya waktu kecil, seneng, bahagia, semua tertuang dalam diary . Dan saya mempunyai banyak diary, karena setiap tahun harus ganti diary. Menginjak remaja, saya lebih suka menulis puisi dan di saat saya sedang sendiri, sunyi, sedang menunggu, otak akan bekerja berpikir merangkai kata dalam sebuah puisi.

Pada akhirnya dalam kehidupan saya selalu berdekatan dengan menulis. Saya bekerja sebagai pengajar mahasiswa (Dosen). Tugas Dosen selalu berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pembelajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Semua Tri Dharma tersebut jika dikerjakan selalu berhubungan dengan menulis. Pertama saat mengajar, seorang pengajar harus menyiapkan materi yang akan diajarkan, sehingga sadar atau tidak sadar, senagaj atau tidak sengaja ketrampilan menulis harus dimiliki Dosen. Kedua saat penelitian, ini jelas sekali setelah melakukan penelitian, akan dibuat laporan hasil penelitian yang berbentuk karya ilmiah. Hal ini pun menuntut seorang Dosen untuk bisa menulis karya ilmiah. Ketiga saat melakukan pengabdian kepada masyarkat, sebagai pertanggungjawaban telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepad masyarkat perlu dituangkan dalam sebuah Laporan Pertanggungjawaban. Sangat bersyukur sekali, saya selalu didekatkan dengan kegiatan menulis di kehidupan saya.

Secara pribadi saya ingin menceritakan mengapa manusia itu perlu menulis?

  1. Kegiatan menulis sebagai media untuk berbagi ilmu. Profesi apapun Anda dan jika Anda adalah seseorang yang mempunyai ilmu, walaupun hanya satu ilmu, tulislah. Karena dengan ditulisnya ilmu Anda akan menjadikan ladang ibadah Anda. Jika ilmu Anda tulis dan dibaca orang lain dan orang lain tersebut merasa mendapatkan “sesuatu” ilmu baru yang bermanfaat dari tulisan Anda, berarti Anda sudah menebar manfaat dari ilmu Anda.
  2. Kegiatan menulis sebagai kegiatan yang menunjang karier Anda. Setiap profesi di dunia ini, pasti akan bergulat dengan pembelajaran, pengalaman dan sebagainya. Hal ini bisa dituangkan dalam sebuah tulisan, asal Anda mau melakukannya. Sebagai contoh profesi Dosen (kebetulan saya Dosen), walaupun hanya menulis modul pembelajaran itu sudah mendapat point untuk kenaikkan jabatan fungsional. Apalagi menulis buku baru Bab Pendahuluan (Bab I) ternyata mendapatkan point juga dalam angka kredit jabatan fungsional. Subhanallah, ternyata kegiatan menulis sangat diapresiasi pada profesi Dosen ini.
  3. Kegiatan menulis dapat digunakan sebagai media untuk mewariskan ilmu kepada anak-anak atau orang lain. Jika Anda sudah meninggalkan dunia, dan Anda menulis sebuah buku tentang ilmu, pengalaman dan sebagainya, buku tersebut beserta isinya akan abadi di dunia ini, akan selalu bermanfaat dan bisa diwariskan tujuh turunan.
  4. Kegiatan menulis sebagai media untuk menampung pikiran positif. Menurut saya, menulis adalah kegiatan bawah sadar. Jika pikiran kita positif dalam otak bawah sadar, maka secara keseluruhan aura dan energy hidup kita juga akan positif dan hal ini bisa mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Sebagai contoh seorang wanita mampu membuang kata-kata setiap hari kurang lebih 20.000 kata dari pikiran melalui mulutnya. Jika ini dilakukan terus menerus melalui mulut, lingkungan sekitar akan terpengaruh buruknya, karena mulut wanita lebih tajam, sehingga akan lebih baik dan elegant, seorang wanita membuang kata-katanya lewat tulisan. Ini akan lebih bermanfaat dan sebagai penyembuh stress dan frustasi.
  5. Kebiasaan menulis, akan mengasah ketrampilan menulis, akan terwujud sebuah rangkaian kata yang membentuk cerita yang bisa berguna untuk didri sendiri, keluarga dan orang lain. Karena menulis bukanlah bakat seseorang, menulis adalah ketrampilan yang bisa diasah jika konsisten dan niat.

Sebagai penutup “Jadikan menulis sebagai kegiatan untuk terapi berpikir positif, karena menulis adalah kegiatan otak bawah sadar Anda”.

15 Desember 2016

Dian Ikha P

KMO 08A (08)

Rate this article!
Tags:
author

Author: