10 Tanda Bahaya pada Ibu Hamil dan Melahirkan

Sebagai seorang yang baru menjadi calon ibu setelah tiga tahun lamanya, saya dulunya sangat berhati-hati menjaga kehamilan pertama saya. Ada perasaan cemas, khawatir, padahal sebenarnya tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya. Yang penting kita berhati-hati dan mendengarkan apa kata dokter kandungan. Berikut akan saya uraikan 10 tanda bahaya yang perlu diperhatikan bagi ibu hamil dan melahirkan, semoga bermanfaat.

  1. Perdarahan dari jalan lahir sebelum melahirkan. Perdarahan, apabila keluar dari jalan lahir, selama masa kehamilan, dan bukan pada saat akan melahirkan, pastilah harus diperiksakan sesegera mungkin ke dokter. Baik itu di awal kehamilan ( yang berkemungkinan keguguran ), juga di pertengahan hamil. Bila yang keluar darah segar, dikhawatirkan solusio plasenta (ari-ari yang lepas sebelum waktunya) yang akan sangat berbahaya dan bisa mengancam keselamatan ibu dan janin di kandungan.

 

  1. Tali pusar atau tangan keluar dari jalan lahir. Terkadang saat hamil, letak janin di kandungan bukan pada posisi seharusnya. Bila posisi janin sungsang, atau lintang, bisa jadi tidak bisa melewati proses persalinan spontan (normal). Harus rutin diperiksakan ke dokter. Dan bila terjadi keluarnya tali pusar atau tangan janin dari jalan lahir, maka harus sesegera mungkin dibawa ke fasilitas kesehatan. Untuk kemudian dilakukan tindakan, kemungkinan akan dilakukan operasi sesar bila diperlukan.

 

 

  1. Kejang pada ibu hamil atau melahirkan. Saat hamil, diharapkan ibu rutin memeriksakan diri ke petugas kesehatan, minimal 4x selama hamil. Tekanan darah adalah salah satu yang wajib rutin diperiksa. Bila ibu hamil mempunyai tekanan darah tinggi dan ada gejala sering sakit kepala, dikhawatirkan pada kondisi preeklampsia. Sampai memasuki trimester akhir kehamilan, biasanya wajib dilakukan pemeriksaan darah dan urin. Pada ibu hamil dengan preeklampsia, akan ditemukan hasil pemeriksaan protein positif pada urin. Ibu harus menerima terapi khusus dari dokter kandungan untuk mencegah jangan sampai terjadi kejang. Kejang pada ibu hamil tentu akan berbahaya, baik pada janin yang dikandung, maupun pada keselamatan ibu sendiri.

 

  1. Ibu tidak kuat mengejan saat melahirkan. Proses melahirkan memerlukan energi yang cukup besar. Ibu tidak hanya dalam proses alamiah melahirkan sebuah kehidupan baru ke dunia. Tapi dia juga sedang bertaruh nyawa. Ada kalanya ibu kehabisan tenaga sehingga merasa tidak kuat mengejan. Kondisi ini memerlukan perhatian lebih. Jangan sampai karena kelelahan ibu sampai jatuh pingsan, misalnya. Persiapan yang cukup itu harus. Selanjutnya mintalah bantuan tenaga kesehatan, diiringi doa untuk yang terbaik.

 

 

  1. Air ketuban keruh dan berbau. Normalnya air ketuban berwarna jernih, dan sebaiknya belum pecah sampai pembukaan jalan lahir sudah separuh jalan. Pada kondisi ternyata air ketuban keruh dan berbau, perlu rutin melakukan pemeriksaan janin. Karena dikhawatirkan air ketuban dapat tertelan janin dan menyebabkan detak jantung tidak beraturan. Waspadai terjadinya gawat janin.

 

 

  1. Ibu gelisah mengalami nyeri hebat pada perutnya. Nyeri hebat berbeda dengan kontraksi. Bila kontraksi hilang timbul pada awal-awal pembukaan jalan lahir. Nyeri bisa berlangsung terus menerus. Dikhawatirkan bila nyeri berlangsung selama masa kehamilan. Segeralah periksakan ke dokter kandungan.

 

  1. Bayi tidak lahir lebih dari 12 jam. Bila sudah saatnya melahirkan, harus rutin dilakukan pemeriksaan kondisi ibu dan janin. Pastikan gerakan janin masih terasa, detak jantung ada ketika diperiksa. Dan tidak ada tanda-tanda bahaya yang lainnya.

 

 

  1. Air ketuban keluar sebelum datang mulas. Ketuban yang sudah pecah saat ibu belum akan melahirkan, bisa membahayakan kondisi janin. Ibu harus sudah melahirkan sebelum 24 jam setelah pecah ketuban.

 

  1. Ari-ari tidak keluar setelah bayi lahir. Normalnya setelah bayi lahir, berikutnya ibu akan “melahirkan” ari-ari, secara normal. Seharusnya memang ari-ari akan terlepas dengan sendirinya, mengikuti kelahiran bayi. Namun ada kondisi tertentu, ari-ari tidak dapat langsung terlepas, meski ibu sudah diberikan perangsang untuk kontraksi. Bila tidak segera ditangani, ibu bisa mengalami pendarahan.

 

 

  1. Keluar darah banyak ketika bayi lahir. Pendarahan pasca persalinan merupakan salah satu kondisi bahaya yang bisa menyebabkan kematian. Pastikan kontraksi rahim adekuat setelah melahirkan. Untuk mempercepat penyusutan rahim dan mencegah pendarahan pada ibu.
author

Author: 

Leave a Reply