10 Karakteristik Pendidik Sukses

Orangtua adalah orang yang terdekat bagi anak-anaknya dan juga pendidik pertama bagi mereka. Peran orangtua sebagai teladan yang baik bagi anak-anaknya sangatlah penting dalam rangka mewujudkan cita-cita untuk memiliki anak-anak yang soleh dan solehah.

Menurut Ustadz Abu Ihsan Al-Maidani, M.A, terdapat 10 karakteristik pendidik sukses yang idealnya harus dimiliki oleh setiap orangtua agar dapat menjadi contoh teladan yang baik bagi anak-anaknya.

Sepuluh karakteristik tersebut adalah sebagai berikut:

1. Ikhlas

Niatkan bahwa seluruh proses merawat dan mendidik anak-anak adalah semata-mata untuk mengharapkan keridhaan Allah subhanu wa ta’ala, termasuk seluruh aktivitas edukatif, baik perupa perintah, larangan, nasehat, pengawasan maupun hukuman sejatinya dilandasi oleh niat ikhlas karena Allah semata.

Niat yang ikhlas selain akan mendatangkan keridhaan dan pahala dari Allah, juga akan meneguhkan hati kita di saat ujian datang.

2. Bertakwa

Bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala adalah sifat terpenting yang harus dimiliki oleh seorang pendidik. Karena pendidik adalah contoh dan panutan, sekaligus penanggung jawab pertama dalam pendidikan anak berdasarkan iman dan islam.

Definisi takwa menurut para ulama adalah sebagai berikut:

“Menjaga agar Allah tidak mendapatimu pada perkara yang Dia larang, dan jangan sampai Allah tidak mendapatimu pada perkara yang Dia perintahkan.” Yakni, mengerjakan segala apa yang Dia perintahkan dan menjauhi segala yang Dia larang.

“Menjaga diri dari azab Allah dengan mengerjakan amal shalih dan merasa takut kepada-Nya, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.” Yakni, menjaga diri dari adzab Allah dengan senantiasa merasa di bawah pengawasan-Nya. Dan senantiasa menapaki jalan yang telah Dia gariskan baik saat sendiri maupun di hadapan manusia.

3. Berilmu

Setiap pendidik, dalam hal ini orangtua, harus berbekal ilmu yang memadai. Orangtua harus memiliki pengetahuan tentang konsep-konsep dasar pendidikan dalam islam, karena ini adalah landasan paling utama dalam mendidik anak. Mendidik anak juga harus berpijak kepada dasar yang kokoh, yaitu berdasarkan dalil dalam Al Quran dan hadits/ sesuai sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

4. Bertanggung jawab

Memiliki rasa tanggung jawab yang besar dalam pendidikan anak, baik terhadap aspek keimanan maupun tingkah laku kesehariannya. Dan dalam pembentukan anak, baik aspek jasmani maupun rohaninya. Dan dalam mempersiapkan anak, baik aspek mental maupun sosialnya.

Ingatlah, bahwa kelak orangtua juga akan ditanya oleh Allah subhanahu wa ta’ala mengenai tanggung jawab mereka dalam mendidik anak-anaknya.

5. Sabar dan tabah

Akan banyak sekali tantangan dan ujian yang akan orangtua hadapi, baik berasal dari diri sendiri, dari anak-anaknya, maupun dari luar lingkungan. Sehingga, sifat sabar dan tabah mutlak diperlukan.

6. Lemah lembut dan tidak kasar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala itu Maha lembut dan menyukai kelemah lembutan dalam segala urusan.” (Hadits Muttafaqun ‘alaihi).

Beliau juga bersabda:

“Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala Maha lemah lembut dan menyukai kelembutan. Dia akan memberikan kepada orang yang ramah sesuatu yang tidak Dia berikan kepada orang yang kasar dan sesuatu yang tidak Dia berikan kepada selainnya.” (HR Muslim no. 6766).

Sifat lemah lembut akan membuat anak menjadi lebih nyaman untuk dekat dan terbuka kepada orangtuanya. Hindari berkata dan berperilaku kasar kepada anak-anak.

7. Penyayang

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang yang penyayang lagi ramah. Dan Allah subhanahu wa ta’ala akan merahmati para orangtua yang menyayangi anak-anaknya.

8. Lunak dan fleksibel

Sikap lunak dan fleksibel dalam hal ini maksudnya bukanlah lemah dan tidak tegas. Tapi lebih mengarah kepada sikap mempermudah urusan dan tidak mempersulitnya, juga tidak bersikap berlebih-lebihan dalam segala sesuatu.

9. Tidak mudah marah.

Sifat mudah marah merupakan bagian dari sifat negatif dalam pendidikan. Jika seorang pendidik mampu mengendalikan diri dan menahan amarahnya, maka hal itu akan membawa dampak yang baik bagi dirinya dan juga pada anak-anaknya.

Sebaliknya, anak yang sering dibentak dan dimarahi oleh orangtuanya akan mengalami putusnya sambungan-sambungan antar sel otaknya, selain juga dampak negatif psikologis lainnya.

10. Dekat namun berwibawa

Pendidik yang sukses adalah pendidik yang benar-benar dekat di hati anak. Anak selalu merindukan, merasa gembira dan bahagia bersamanya, yaitu pendidik yang mengasihi dan dikasihi. Anak bukan takut kepadanya, namun mereka sayang, hormat dan segan melanggar perintah dan kata-katanya.

Semoga kita semua termasuk orangtua-orangtua yang selalu dirindukan oleh anak-anak kita.

Semoga bermanfaat, barakallahu fikum.

* Dirangkum dari materi Seminar Keluarga Sakinah Al-Sofwa IX Level 3, “Menyemai Benih Rabbani Sang Buah Hati”.

Rate this article!
author

Author: